Loki menggunakan Ragnir. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)
Jujur saja, Loki inilah alasan utama kenapa saya kepikiran kategori multi-elemen ini.
Sejak awal, Loki dan palunya, Ragnir, identik dengan elemen petir. Setiap ayunan palu terasa seperti paket sakit: hantaman fisik diperkuat Haki disusul sambaran petir yang memperparah kerusakan. Kombinasi brutal yang sudah cukup untuk menempatkan Loki di level monster.
Tapi ternyata… bukan cuma itu.
Di bab 1171, setelah enam tahun dirantai dengan belenggu Batu Laut raksasa, Loki akhirnya bebas. Dan di momen pertama kebebasannya, ia langsung mengayunkan Ragnir ke Draugr, makhluk raksasa yang dipanggil dari mimpi penduduk Elbaph oleh Rimoshifu Killingham lewat kekuatan Kirin miliknya.
Hasilnya mencengangkan: Draugr itu membeku.
Bukan tersambar. Bukan hancur oleh petir. Tapi membeku total.
Di titik ini, muncul pertanyaan besar:
Apakah Ragnir memang palu multi-elemen, yang bisa menyesuaikan atribut serangannya sesuai kehendak atau kebutuhan penggunanya?
Ataukah ini justru kekuatan Buah Iblis Loki yang dialirkan ke Ragnir, mengubah sifat serangannya dari petir menjadi es?
Apapun jawabannya, satu hal jelas:
Loki bukan lagi sekadar petarung petir.
Ia kini adalah sosok dengan variasi elemen yang tak terduga, ditambah tubuh Ancient Giant, Haoshoku Haki level tinggi, transformasi misterius, dan senjata hidup yang punya kehendak sendiri.