Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
perkembangan-jinbe.jpg
Perkembangan Jinbe di One Piece

Intinya sih...

  • Jinbe lahir di Ryugu Kingdom dan tumbuh di lingkungan keras Fish-Man District, menunjukkan bakat tempurnya sejak kecil.

  • Sebagai anggota Bajak Laut Matahari, Jinbe menolak kekerasan dan menjadi penjaga moral kru, bahkan memukul Arlong ketika ide "menebar teror ke manusia" diusulkan.

  • Jinbe bergabung dengan Topi Jerami sebagai ahli kemudi, membantu melawan pasukan Kaido di Wano dan menjadi penjaga nilai serta jembatan antara dunia lama dan baru yang ingin dibangun Luffy.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jinbe adalah Nakama terbaru yang bergabung dengan kru Topi Jerami dan menjadi ahli kemudi kapal bagi kru calon Raja Bajak Laut, dia juga salah satu petarung yang sangat kuat yang dimiliki kru ini.

Nah seperti apa sih perkembangan hidup Jinbe dari dia kecil sampai saat ini? Yuk simak berikut momen-momen pentingnya!

1. Lahir 46 tahun lalu di kerajaan Ryugu di Fish-Man Island

Jinbe Muda One Piece

Jinbe lahir 46 tahun lalu di Ryugu Kingdom dan tumbuh di panti asuhan yang kelak menjadi Fish-Man District, lingkungan keras tempat Fish-Man miskin dan yatim piatu bertahan hidup.

Di sanalah Jinbe tumbuh bersama sosok-sosok yang kelak berpengaruh untuk hidupnya yaitu Arlong, Macro, dan Fisher Tiger. Sejak kecil, Jinbe berlatih di dojo Fish-Man Karate dan bahkan sudah meraih sabuk hitam saat masih anak-anak, menandakan bakat tempurnya muncul jauh sebelum ia dikenal dunia.

2. Pernah menjadi pasukan Neptune

Arlong dan Jinbe di One Piece

Sekitar 15 tahun sebelum cerita utama, Jinbe mengabdi sebagai tentara Neptune Army.

Di masa ini, ia menyaksikan langsung kontras ideologi di Fish-Man Island, Ratu Otohime yang menyerukan rekonsiliasi dengan manusia, dan Arlong yang terang-terangan menunjukkan sikap kasar serta kebencian.

Jinbe sendiri awalnya skeptis pada pidato Otohime, namun sudah jelas tidak sejalan dengan Arlong. Ketika Arlong merundung rekrutan baru, Jinbe menegurnya secara langsung—tanda bahwa sejak awal, Jinbe menolak kekerasan yang lahir dari arogansi.

3. Bergabung dengan Bajak Laut Matahari bersama Fisher Tiger

Fisher Tiger, Arlong, dan Jinbe di One Piece

Setelah Fisher Tiger menyerang, membebaskan para budak di Mary Geoise, dan menjadi buronan Pemerintah Dunia lalu kembali ke Fish-Man Island, Jinbe memilih mundur dari militer dan bergabung dengan Bajak Laut Matahari.

Dalam petualangannya sebagai bajak laut, Jinbe menunjukkan sisi brutalnya, mengecam keras kemunafikan dunia yang menganggap pembebasan budak sebagai kejahatan. Namun Fisher Tiger menanamkan prinsip penting, tujuan mereka adalah membebaskan yang tertindas, bukan menjadi pembunuh.

Jinbe bahkan memukul Arlong ketika ide “menebar teror ke manusia” diusulkan, menegaskan posisinya sebagai penjaga moral kru dan sisi baik dari Bajak Laut Matahari.

4. Insiden Koala dan kematian Fisher Tiger

Kematian Fisher Tiger bersama Jinbe dan bajak laut Matahari di One Piece

Perjalanan Bajak Laut Matahari membawa mereka bertemu Koala, mantan budak Mary Geoise yang trauma berat.

Jinbe menunjukkan empati mendalam, mencoba memahami ketakutan Koala yang lahir dari ketidaktahuan dan luka batin. Namun pengantaran Koala berujung tragedi, pengkhianatan warga, penyergapan Marinir, dan luka fatal Fisher Tiger.

Di ranjang kematiannya, Fisher Tiger mengakui bahwa ia tak mampu sepenuhnya melepaskan kebencian pada manusia, sebuah pengakuan yang menghantam Jinbe secara emosional dan membentuk pandangannya tentang luka sejarah yang diwariskan.

5. Menjadi bajak laut yang bagian dari Shichibukai

Jinbe dalam Bajak Laut Sun (dok. Toei Animation/One Piece)

Usai kematian Fisher Tiger dan penangkapan Arlong, Jinbe menjadi kapten baru Sun Pirates. Ia meneruskan wasiat Tiger untuk tidak membunuh, meski dunia terus memaksa kekerasan.

Bounty Jinbe melonjak hingga 250 juta, sebelum akhirnya ia menerima tawaran menjadi Shichibukai. Keputusan ini bukan ambisi, melainkan langkah politis demi melindungi Fish-Man Island dan memperbaiki hubungan antar ras.

Namun konsekuensinya berat, Arlong dibebaskan, berpisah jalan, dan Jinbe harus menanggung dosa moral atas pilihan yang ia buat, namun dia meneruskan keinginan Fisher Tiger dan Otohime untuk menjadi jembatan bagi dua ras, Fish-Man dan manusia.

6. Keterlibatan di perang Marineford dan menolong Luffy

Jinbe menyadarkan Luffy. (dok. Toei Animation/One Piece)

Ketika perang besar di Marineford terjadi, Jinbe menolak terlibat karena menentang eksekusi Portgas D. Ace yang ia kenal dan berkerabat.

Penolakan ini membuatnya kehilangan status Shichibukai dan dipenjara. Di titik ini, Jinbe secara resmi memutus kesetiaan pada sistem dunia dan menegaskan bahwa prinsip hidupnya tidak bisa dibeli jabatan. Nah di sini lah dia bertemu Luffy yang membobol Impel Down lalu ikut membantu Luffy di perang Marineford.

Bukan hanya itu, setelah kematian Ace juga Jinbe yang melindungi Luffy dan menjaga moral Luffy agar tidak hancur, meski caranya dengan konflik.

7. Berafiliasi dengan Big Mom Pirates

Jinbe tak gentar menghadapi Big Mom. (dok. Toei Animation/One Piece)

Setelah berpisah sementara dengan Luffy, Jinbe mengambil keputusan politis paling berat dalam hidupnya, menjalin aliansi dengan Big Mom.

Bajak Laut Matahari menjadi kru bawahan Big Mom Pirates, dengan perjanjian diperkuat melalui pernikahan Aladine dan Praline, putri Big Mom. Sebagai gantinya, Fish-Man Island berada di bawah perlindungan bendera Yonko, sebuah jaminan keamanan pasca kematian Shirohige.

Bagi Jinbe, ini bukan soal tunduk pada tirani, melainkan strategi bertahan hidup demi rakyatnya, meski ia sadar harga yang dibayar adalah kebebasan dan kehormatan pribadi.

8. Konflik melawan Hody Jones dan darahnya yang mengalir di tubuh Luffy

Jinbe mendonorkan darahnya untuk Luffy. (dok. Toei Animation/One Piece)

Karena kembali diburu Pemerintah Dunia usai mundur dari Shichibukai, Jinbe tak bisa masuk Fish-Man Island dan menunggu di Sea Forest.

Di sanalah ia kembali bertemu Luffy dan terlibat langsung dalam krisis dan konflik melawan Hody Jones. Jinbe memikul dosa masa lalu dengan jujur mengakui perannya membebaskan Arlong dan meminta Nami menghukumnya dengan cara apapun, namun Nami memaafkan Jinbe.

Puncak perannya terjadi setelah perang lawan Hody Jones, ketika Luffy kehabisan darah dan hukum melarang transfusi antar ras, Jinbe mendonorkan darahnya tanpa ragu. Tindakan ini menjadi simbol runtuhnya tembok kebencian manusia dan Fish-Man, menjadikan Jinbe figur kunci perubahan sejarah, bukan lewat kekerasan, tapi pengorbanan.

9. Kembali di Wano dan resmi jadi kru Topi Jerami!

Jinbe di Wano (dok. Toei Animation/One Piece)

Setelah memutuskan hubungan dengan Big Mom, sebuah tindakan yang nyaris berujung kematian, Jinbe akhirnya menepati janjinya.

Ia muncul kembali di Wano, membantu Topi Jerami melawan pasukan Kaido, dan secara resmi bergabung sebagai nakama. Tidak lagi sebagai sekutu atau tamu, Jinbe berdiri sejajar sebagai “Knight of the Sea” Topi Jerami.

Di Wano, perannya jelas, penopang moral, petarung veteran, dan figur dewasa yang menstabilkan kru di tengah perang Onigashima.

10. Peran Jinbe di Final Saga sebagai ahli kemudi kru Topi Jerami

Jinbe dalam arc Egghead (dok. Toei Animation/One Piece)

Memasuki Final Saga, Jinbe bukan sekadar petarung kuat, melainkan penjaga nilai. Pengalamannya menghadapi Yonko, Pemerintahan Dunia, dan konflik ras menjadikannya aset strategis bagi Luffy.

Jinbe adalah jembatan antara dunia lama yang penuh luka dan dunia baru yang ingin dibangun Luffy, dunia tanpa perbudakan dan kebencian turun-temurun. Ketika Topi Jerami menantang tatanan dunia, Jinbe berdiri sebagai bukti hidup bahwa perubahan sejati lahir dari keberanian memikul dosa masa lalu dan memilih jalan yang lebih berat, namun benar.

Itu dia perkembangan Jinbe yang jadi ahli kemudi kru Topi Jerami, bagaimana menurutmu?

Editorial Team