Tim 7 di anime Naruto. (dok. Studio Pierrot/Naruto Shippuden)
Bagi sebagian penggemar, pengumuman NARUTO × NINKŪ mungkin terasa sebagai crossover yang tidak terduga. Namun, jika melihat sejarah kedua serial ini, kolaborasi tersebut sebenarnya cukup masuk akal.
Anime kolaborasi ini diproduksi oleh Studio Pierrot, studio yang menggarap anime Naruto dan Naruto Shippuden. Pierrot juga pernah mengerjakan adaptasi anime NINKŪ pada era 1990-an.
Artinya, kedua serial ini memiliki sejarah yang sama dengan studio animasi tersebut, meskipun jarak antara penayangan anime NINKŪ dan pengumuman kolaborasi ini terbilang sangat panjang.
Tentu saja, kita tidak tahu seberapa banyak anggota tim produksi yang terlibat dalam kedua proyek tersebut masih bekerja di Pierrot hingga sekarang. Namun, keterlibatan studio yang sama memberikan hubungan historis tersendiri bagi kolaborasi ini.
Hal lain yang menarik adalah penggunaan Naruto dari era sebelum Shippuden. Dengan demikian, penggemar akan kembali melihat Naruto ketika ia masih menjadi bagian dari Tim 7 bersama Sasuke dan Sakura.
Pilihan ini juga terasa cocok untuk sebuah crossover yang ingin menghubungkan kembali akar Naruto dengan salah satu karya yang memengaruhi kelahirannya.
Studio Pierrot sendiri masih terlibat dalam berbagai proyek anime besar, termasuk BLEACH: Thousand-Year Blood War. Jadi, ada alasan untuk menantikan bagaimana studio ini akan mengemas pertemuan dua serial ninja dari generasi yang berbeda.
Pada akhirnya, NARUTO × NINKŪ mungkin terdengar seperti kolaborasi yang aneh bagi penonton yang tidak mengenal karya Koji Kiriyama. Namun, bagi Kishimoto, proyek ini memiliki makna yang jauh lebih personal.
Bukan sekadar kesempatan untuk mempertemukan dua karakter ninja, ini juga adalah kesempatan bagi seorang kreator untuk memberikan penghormatan kepada karya yang turut membentuk perjalanan kreatifnya.
Dari serial yang dahulu mendorong Kishimoto mencari sesuatu yang berbeda, kini NINKŪ justru mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari kisah Naruto. Dan itu membuat kolaborasi empat episode ini terasa jauh lebih istimewa daripada yang terlihat pada pandangan pertama.