Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Transformasi Terkuat Katsuki Bakugo di My Hero Academia
Katsuki Bakugo (dok. bones/My Hero Academia: Heroes Rising)
  • Winter Suit menjaga produksi keringat Bakugo di suhu dingin, sementara Cluster mengembangkan Explosion menjadi sumber mobilitas, kecepatan ekstrem, dan serangan lebih terkonsentrasi.

  • Howitzer Impact: Cluster menembus pertahanan jari Shigaraki, sedangkan kebangkitan setelah cedera parah membuat Bakugo mampu menekan All For One dengan Explosion yang lebih fleksibel.

  • Full Cowl 100% memberi Bakugo One For All sementara untuk mengalahkan Nine, tetapi Full Body Cluster menjadi puncak kekuatan alaminya saat melawan All For One.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Transformasi terkuat Katsuki Bakugo dalam My Hero Academia memperlihatkan perkembangan luar biasa dari siswa U.A. yang awalnya hanya mengandalkan ledakan besar menjadi petarung dengan kecepatan dan kemampuan penghancur yang mengerikan.

Bahkan, siapa sangka Bakugo yang dahulu kesulitan menghadapi All Might akhirnya mampu memberikan perlawanan terhadap All For One?

Sejak awal, Bakugo memang memiliki Quirk Explosion yang bisa menghasilkan ledakan melalui keringat dari telapak tangannya. Namun, semakin berkembangnya cerita, dia menemukan berbagai cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mulai dari menggunakan kostum khusus hingga menghasilkan ledakan beruntun melalui teknik Cluster.

Nah, apa saja transformasi Bakugo yang terkuat sepanjang cerita My Hero Academia? Berikut 7 versi terkuat Katsuki Bakugo yang paling kuat dan mengesankan!

7. Winter Suit membantu Bakugo menghasilkan ledakan lebih maksimal

Bakugo dengan kostum musim dingin. (dok. Bones/My Hero Academia)

Sekilas, Winter Suit milik Katsuki Bakugo mungkin terlihat seperti perubahan kostum biasa.

Namun, siapa sangka pakaian tersebut sebenarnya dirancang untuk mengatasi salah satu kelemahan Quirk Explosion?

Seperti diketahui, Bakugo menghasilkan ledakan melalui keringat khusus yang mengandung zat menyerupai nitrogliserin. Artinya, jumlah keringat yang dihasilkan sangat memengaruhi kekuatan serangannya.

Masalahnya, produksi keringat dapat berkurang ketika suhu lingkungan terlalu dingin.

Untuk mengatasinya, Bakugo menggunakan Winter Suit yang mempunyai lapisan pakaian lebih tebal guna mempertahankan suhu tubuh.

Dengan begitu, ia tetap dapat menghasilkan keringat yang cukup meskipun sedang bertarung di lingkungan dingin.

Kostum tersebut juga membantu Bakugo mengoptimalkan teknik Cluster, yang memanfaatkan kumpulan ledakan kecil untuk meningkatkan daya serang dan mobilitasnya.

Salah satu penampilan menariknya terlihat dalam film My Hero Academia: You're Next. Bakugo menggunakan kemampuan ledakannya untuk menghadapi Simon Gollini, salah satu anggota keluarga Gollini yang mampu memanggil monster.

Dia juga bekerja sama dengan Deku dan Shoto untuk menghadapi Dark Might, termasuk menggunakan serangan Howitzer Impact dalam pertempuran.

Meski begitu, Winter Suit sendiri bukanlah transformasi yang meningkatkan kekuatan Bakugo secara langsung. Kostum ini lebih berfungsi sebagai perlengkapan pendukung agar kemampuan Explosion tetap efektif dalam berbagai kondisi.

6. Bakugo dewasa menjadi Pro Hero dengan kemampuan bertarung luar biasa

Bakugo Dewasa (dok. Bones/My Hero Academia)

Setelah Perang Terakhir melawan All For One dan Tomura Shigaraki berakhir, Bakugo akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikannya di U.A. High School dan menjadi Pro Hero.

Namun, berbeda dari beberapa teman sekelasnya yang mengalami perubahan kepribadian yang cukup besar, Bakugo tetap mempertahankan sifatnya yang keras, kompetitif, dan sering berbicara tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Meski begitu, kemampuan bertarungnya jelas tidak bisa diremehkan.

Sebagai seorang Pro Hero, Bakugo terus mengembangkan Quirk Explosion dan menjalankan berbagai misi penyelamatan maupun penanganan villain.

Menariknya, meskipun mempunyai kekuatan luar biasa, perjalanan Bakugo dalam Hero Billboard Chart tidak selalu berjalan mulus.

Dalam epilog manga, terungkap bahwa ia pernah mencapai peringkat keempat. Namun, sikapnya yang kurang ramah kepada publik membuat posisinya turun hingga peringkat ke-15.

Perkembangan berikutnya diperlihatkan melalui materi tambahan My Hero Academia dan episode spesial I am a hero too, ketika Bakugo berhasil kembali masuk lima besar Pro Hero Jepang.

Dia bahkan menempati peringkat kelima, tepat di bawah Deku yang berada di posisi keempat.

Pencapaian tersebut membuktikan bahwa Bakugo tetap menjadi salah satu Hero terbaik setelah bertahun-tahun menjalani profesinya.

Namun, ada alasan mengapa versi dewasanya tidak ditempatkan lebih tinggi.

Cerita belum memperlihatkan secara terperinci batas maksimal kekuatan Bakugo dewasa ketika menghadapi musuh sekelas All For One. Karena itu, peringkatnya di sini lebih didasarkan pada pencapaian sebagai Pro Hero, bukan bukti bahwa dia lebih lemah daripada versi remajanya.

5. Explosive Speed: Cluster meningkatkan kecepatan Bakugo secara drastis

Explosive Speed: Cluster (dok. Bones/My Hero Academia)

Jika sebelumnya Bakugo menggunakan ledakan untuk melompat atau terbang dalam waktu singkat, teknik Explosive Speed: Cluster membawanya ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

Kemampuan ini merupakan pengembangan Quirk Explosion yang memanfaatkan ledakan kecil beruntun untuk menghasilkan dorongan sangat cepat.

Berbeda dari ledakan biasa yang lebih berfokus pada daya hancur, Cluster membuat Bakugo dapat mengatur pelepasan ledakan secara lebih efisien.

Hasilnya, dia mampu bergerak dengan kecepatan tinggi sekaligus mengubah arah pergerakannya ketika berada di udara.

Peningkatan tersebut menjadi sangat penting karena Bakugo sering menghadapi musuh yang memiliki kemampuan fisik lebih besar darinya.

Melalui Explosive Speed: Cluster, dia tidak harus selalu mengandalkan serangan langsung.

Bakugo dapat memanfaatkan kecepatan untuk mencari celah pertahanan dan melancarkan serangan dari berbagai sudut.

Salah satu momen paling berkesan terjadi dalam Final War Arc ketika Bakugo berhasil kembali ke medan pertempuran setelah hampir kehilangan nyawanya.

Saat itu, All Might berada dalam situasi berbahaya karena All For One bersiap menghabisinya.

Bakugo kemudian bekerja sama dengan Deku yang menggunakan Gearshift untuk memberinya dorongan kecepatan tambahan.

Melalui kombinasi tersebut, Bakugo berhasil mencapai posisi All Might dan menyelamatkannya tepat sebelum serangan All For One mengenai sang mantan pahlawan nomor satu.

Namun, kecepatan penyelamatan tersebut bukan sepenuhnya hasil Cluster milik Bakugo sendiri, karena Deku juga memberikan bantuan melalui Gearshift.

Meski demikian, Explosive Speed: Cluster tetap merupakan peningkatan penting yang membuat Bakugo semakin berbahaya, terutama ketika menghadapi musuh dengan pertahanan tinggi tetapi sulit mengikuti gerakan cepat.

4. Howitzer Impact: Cluster mampu menghancurkan pertahanan jari Shigaraki

Howitzer Impact: Cluster Bakugo (dok. Bones/My Hero Academia)

Kalau Explosive Speed: Cluster berfokus pada kecepatan, Howitzer Impact: Cluster justru menunjukkan betapa mengerikannya daya hancur Bakugo ketika menggunakan Explosion secara maksimal.

Teknik ini merupakan versi lebih kuat dari Howitzer Impact yang telah menjadi salah satu serangan andalan Bakugo sejak masih mengikuti U.A. Sports Festival.

Untuk menggunakannya, Bakugo menciptakan ledakan yang membuat tubuhnya berputar dengan kecepatan tinggi.

Gerakan tersebut membantu menghasilkan momentum sebelum dia melepaskan ledakan besar kepada lawan.

Namun, melalui Cluster, Bakugo mampu memperkuat serangan tersebut menggunakan ledakan yang lebih terkonsentrasi.

Kemampuan ini juga didukung perlengkapan khusus bernama Strafe Panzer, yang dipasang pada bagian tubuh dan kostumnya.

Strafe Panzer dilengkapi sejumlah laras yang dapat menembakkan ledakan tambahan.

Dengan perlengkapan tersebut, Bakugo bisa menyerang dari berbagai arah sambil mempertahankan momentum serangan utamanya.

Salah satu penampilan paling mengesankan terjadi dalam Final War Arc ketika Bakugo menghadapi Tomura Shigaraki.

Pada saat itu, tubuh Shigaraki mengalami perubahan ekstrem yang membuatnya mampu menghasilkan kumpulan jari dalam jumlah sangat banyak.

Bakugo kemudian melancarkan Howitzer Impact: Cluster untuk menghancurkan pertahanan tersebut.

Serangan tersebut berhasil menembus kumpulan jari Shigaraki dan menghasilkan ledakan besar di sekelilingnya.

Sayangnya, serangan itu belum cukup untuk mengalahkan Shigaraki. Bahkan, sang villain masih mampu bertahan dan memberikan serangan balasan yang sangat berbahaya.

Meski begitu, Howitzer Impact: Cluster tetap menjadi bukti bahwa Bakugo mampu menghasilkan serangan dengan skala yang jauh melampaui teknik awalnya.

3. Bakugo setelah bangkit kembali mampu membalikkan keadaan melawan All For One

Bakugo hampir tewas (dok. bones/My Hero Academia)

Salah satu momen paling mengejutkan dalam My Hero Academia terjadi ketika Bakugo mengalami cedera mematikan saat menghadapi Shigaraki dalam Final War Arc.

Serangan Shigaraki menghantam bagian dada Bakugo hingga menyebabkan jantungnya berhenti berdetak.

Situasinya begitu kritis sampai Edgeshot harus mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk memperbaiki kerusakan tubuh Bakugo dari dalam.

Melalui kemampuan Foldabody, Edgeshot mengubah tubuhnya menjadi serat sangat tipis untuk menjahit organ yang rusak dan membantu proses penyelamatan.

Namun, kebangkitan Bakugo juga berkaitan dengan Quirk Explosion miliknya sendiri.

Setelah mendapatkan penanganan dari Edgeshot, ledakan kecil yang berkaitan dengan keringatnya membantu memicu kembali aktivitas jantungnya.

Bakugo pun berhasil sadar dan kembali ke medan pertempuran!

Menariknya, meskipun tubuhnya masih mengalami luka serius, kemampuan Bakugo justru berkembang semakin pesat.

Dia mampu menggunakan Explosion dengan cara yang lebih fleksibel dan menghasilkan gerakan yang membuat All For One kesulitan mengikuti kecepatannya.

Bahkan, Bakugo berhasil memberikan tekanan besar kepada All For One yang saat itu sedang mengalami proses Rewind dan kembali ke usia yang semakin muda.

Namun, kemenangan Bakugo tidak hanya berasal dari peningkatan kekuatannya.

Dia juga memanfaatkan kelemahan kondisi tubuh All For One serta kerusakan yang sebelumnya ditimbulkan oleh para Hero lain.

Yang membuat momen ini sangat berkesan adalah perubahan mental Bakugo. Dia tidak lagi bertarung hanya untuk membuktikan bahwa dirinya lebih hebat daripada Deku.

Kini, Bakugo juga bertarung untuk menyelamatkan orang lain, termasuk All Might yang selama ini menjadi sosok panutannya.

Karena itulah, kebangkitannya menjadi salah satu titik perkembangan terbesar dalam perjalanan karakternya.

2. Full Cowl 100% memberikan kekuatan ledakan luar biasa kepada Bakugo

Bakugo dan Deku menggunakan kekuatan One For All secara bersamaan untuk menghadapi Nine (dok. bones/My Hero Academia: Heroes Rising)

Bagaimana jadinya jika Bakugo yang sudah mempunyai Quirk Explosion mendapatkan kekuatan One For All milik Deku?

Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab dalam film My Hero Academia: Heroes Rising ketika para siswa kelas 1-A menghadapi Nine, villain berbahaya yang memiliki beberapa Quirk sekaligus.

Saat itu, Nine mampu mengendalikan cuaca dan menciptakan badai besar yang mengancam penduduk Pulau Nabu.

Meski Deku dan Bakugo sudah memberikan perlawanan menggunakan kemampuan terbaik masing-masing, mereka tetap kesulitan mengatasi kekuatan Nine.

Bahkan, berbagai serangan ledakan Bakugo belum cukup untuk menghentikan ancaman tersebut.

Dalam situasi putus asa, Deku akhirnya memutuskan menyerahkan One For All kepada Bakugo melalui perpindahan darah.

Keputusan tersebut membuat Bakugo memperoleh kekuatan One For All untuk sementara waktu.

Menariknya, Bakugo langsung mampu menggunakan Full Cowl 100%, yang memberikan peningkatan kekuatan fisik dan kecepatan secara luar biasa.

Namun, peningkatan tersebut ternyata juga memengaruhi kekuatan Explosion miliknya.

Ledakan yang dihasilkan Bakugo menjadi jauh lebih besar dan panas. Bahkan, panasnya mampu membuat permukaan batuan di sekitar pertempuran tampak meleleh.

Dengan kombinasi Explosion dan One For All, Bakugo mampu melancarkan berbagai serangan yang sebelumnya berada di luar kemampuannya.

Puncaknya terjadi ketika Bakugo dan Deku bekerja sama menggunakan serangan berkekuatan penuh untuk menghancurkan badai Nine.

Keduanya kemudian melanjutkan pertarungan dengan kombinasi pukulan dan ledakan yang akhirnya berhasil mengalahkan villain tersebut.

Namun, kekuatan ini hanya bertahan sementara.

Pada akhir film, One For All tetap berada pada Deku, sementara Bakugo tidak lagi mempunyai akses terhadap kekuatan tambahan tersebut.

Karena itu, Full Cowl 100% pantas menempati posisi kedua sebagai salah satu versi Bakugo dengan daya hancur terbesar.

Meski begitu, versi ini mempunyai keterbatasan karena Bakugo tidak dapat menggunakan kekuatan One For All secara permanen.

1. Full Body Cluster menjadi puncak kekuatan Explosion Bakugo

Full Body Cluster milik Bakugo (dok. bones/My Hero Academia)

Di posisi pertama ada Full Body Cluster, perkembangan Quirk Explosion yang membuat Bakugo mampu menghadapi All For One menjelang akhir Final War Arc.

Berbeda dari One For All 100% yang diperoleh melalui bantuan Deku, kemampuan ini merupakan hasil perkembangan kekuatan Bakugo sendiri.

Awalnya, kemampuan Explosion Bakugo berpusat pada telapak tangannya.

Namun, seiring perkembangan Cluster, dia mulai menyadari bahwa butiran keringat peledaknya dapat menghasilkan efek yang menyebar ke bagian tubuh lain.

Perubahan tersebut membuat Bakugo mengalami rasa sakit luar biasa, terutama ketika ledakan kecil terjadi di berbagai bagian tubuhnya.

Namun, siapa sangka rasa sakit tersebut justru membantu Bakugo memahami cara kerja kekuatan barunya?

Dalam manga bab 406, Bakugo mulai menyadari pola ledakan yang terjadi di dalam tubuhnya.

Dengan memahami waktu dan lokasi ledakan tersebut, ia dapat mengatur pergerakan serta meningkatkan kecepatan secara lebih efektif.

Hasilnya benar-benar mengejutkan.

Bakugo mampu bergerak begitu cepat hingga All For One yang sedang dalam kondisi lebih muda mengalami kesulitan mengantisipasi serangannya.

Bahkan, Bakugo sempat merasa bahwa dengan kemampuan tersebut, dia mempunyai kesempatan untuk melampaui kecepatan Deku.

Namun, keunggulan Full Body Cluster bukan hanya berkaitan dengan mobilitas.

Dalam pertarungan berikutnya, Bakugo juga memperlihatkan kemampuan menghasilkan ledakan beruntun untuk terus memberikan tekanan kepada All For One.

Ketika All For One menggunakan Omni-Factor Unleash, serangan yang menggabungkan sejumlah Quirk miliknya, Bakugo tidak memilih mundur.

Dia justru menghadapi serangan tersebut menggunakan kemampuan Explosion yang telah berkembang.

Menariknya, Bakugo juga berhasil memanfaatkan keringat peledaknya sebagai jebakan.

Dia telah menembakkan butiran keringat yang dilapisi keringat biasa ke dalam mulut All For One.

Saat waktunya tepat, butiran tersebut meledak dan merusak serangan musuh dari dalam.

Setelah itu, Bakugo melancarkan serangkaian serangan dahsyat, termasuk Howitzer Impact yang diperkuat Cluster.

Tekanan dari serangan-serangan tersebut membuat kondisi All For One semakin memburuk hingga proses Rewind terus memperkecil tubuhnya.

Pada akhirnya, All For One mengalami kekalahan setelah seluruh kerusakan yang diterimanya selama perang mempercepat proses kemundurannya.

Pencapaian tersebut sangat luar biasa karena Bakugo berhasil memberikan kontribusi penentu terhadap kekalahan salah satu villain terkuat dalam sejarah My Hero Academia.

Namun, kemenangan tersebut bukan hasil kekuatan Bakugo seorang diri. All For One sebelumnya juga sudah menerima banyak kerusakan dari Endeavor, Hawks, Tokoyami, All Might, dan sejumlah Hero lainnya.

Meski begitu, Full Body Cluster tetap menjadi peningkatan Quirk yang paling mengesankan dalam perjalanan Bakugo.

Dia tidak membutuhkan tambahan Quirk seperti One For All untuk memperlihatkan kemampuan bertarung tingkat tinggi.

Cukup dengan memahami potensi Explosion, Bakugo berhasil mengubah kekuatan yang dahulu hanya menghasilkan ledakan dari telapak tangan menjadi senjata berkecepatan ekstrem dengan kendali yang jauh lebih kompleks.

Karena itulah, Full Body Cluster pantas menempati posisi pertama sebagai bentuk perkembangan kekuatan alami Bakugo yang paling matang.

Dari Winter Suit hingga Full Body Cluster, perkembangan Bakugo membuktikan bahwa satu Quirk saja bisa menjadi sangat mengerikan jika terus diasah. Bahkan, dia mampu menghadapi All For One tanpa perlu memiliki banyak kemampuan sekaligus.

Nah, kalau harus memilih satu versi Bakugo dalam pertarungan, kamu lebih menjagokan Full Cowl 100% dengan kekuatan One For All atau Full Body Cluster yang merupakan hasil perkembangan Explosion miliknya sendiri?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Curated For You

Editorial Team

Related Article