Full Body Cluster milik Bakugo (dok. bones/My Hero Academia)
Di posisi pertama ada Full Body Cluster, perkembangan Quirk Explosion yang membuat Bakugo mampu menghadapi All For One menjelang akhir Final War Arc.
Berbeda dari One For All 100% yang diperoleh melalui bantuan Deku, kemampuan ini merupakan hasil perkembangan kekuatan Bakugo sendiri.
Awalnya, kemampuan Explosion Bakugo berpusat pada telapak tangannya.
Namun, seiring perkembangan Cluster, dia mulai menyadari bahwa butiran keringat peledaknya dapat menghasilkan efek yang menyebar ke bagian tubuh lain.
Perubahan tersebut membuat Bakugo mengalami rasa sakit luar biasa, terutama ketika ledakan kecil terjadi di berbagai bagian tubuhnya.
Namun, siapa sangka rasa sakit tersebut justru membantu Bakugo memahami cara kerja kekuatan barunya?
Dalam manga bab 406, Bakugo mulai menyadari pola ledakan yang terjadi di dalam tubuhnya.
Dengan memahami waktu dan lokasi ledakan tersebut, ia dapat mengatur pergerakan serta meningkatkan kecepatan secara lebih efektif.
Hasilnya benar-benar mengejutkan.
Bakugo mampu bergerak begitu cepat hingga All For One yang sedang dalam kondisi lebih muda mengalami kesulitan mengantisipasi serangannya.
Bahkan, Bakugo sempat merasa bahwa dengan kemampuan tersebut, dia mempunyai kesempatan untuk melampaui kecepatan Deku.
Namun, keunggulan Full Body Cluster bukan hanya berkaitan dengan mobilitas.
Dalam pertarungan berikutnya, Bakugo juga memperlihatkan kemampuan menghasilkan ledakan beruntun untuk terus memberikan tekanan kepada All For One.
Ketika All For One menggunakan Omni-Factor Unleash, serangan yang menggabungkan sejumlah Quirk miliknya, Bakugo tidak memilih mundur.
Dia justru menghadapi serangan tersebut menggunakan kemampuan Explosion yang telah berkembang.
Menariknya, Bakugo juga berhasil memanfaatkan keringat peledaknya sebagai jebakan.
Dia telah menembakkan butiran keringat yang dilapisi keringat biasa ke dalam mulut All For One.
Saat waktunya tepat, butiran tersebut meledak dan merusak serangan musuh dari dalam.
Setelah itu, Bakugo melancarkan serangkaian serangan dahsyat, termasuk Howitzer Impact yang diperkuat Cluster.
Tekanan dari serangan-serangan tersebut membuat kondisi All For One semakin memburuk hingga proses Rewind terus memperkecil tubuhnya.
Pada akhirnya, All For One mengalami kekalahan setelah seluruh kerusakan yang diterimanya selama perang mempercepat proses kemundurannya.
Pencapaian tersebut sangat luar biasa karena Bakugo berhasil memberikan kontribusi penentu terhadap kekalahan salah satu villain terkuat dalam sejarah My Hero Academia.
Namun, kemenangan tersebut bukan hasil kekuatan Bakugo seorang diri. All For One sebelumnya juga sudah menerima banyak kerusakan dari Endeavor, Hawks, Tokoyami, All Might, dan sejumlah Hero lainnya.
Meski begitu, Full Body Cluster tetap menjadi peningkatan Quirk yang paling mengesankan dalam perjalanan Bakugo.
Dia tidak membutuhkan tambahan Quirk seperti One For All untuk memperlihatkan kemampuan bertarung tingkat tinggi.
Cukup dengan memahami potensi Explosion, Bakugo berhasil mengubah kekuatan yang dahulu hanya menghasilkan ledakan dari telapak tangan menjadi senjata berkecepatan ekstrem dengan kendali yang jauh lebih kompleks.
Karena itulah, Full Body Cluster pantas menempati posisi pertama sebagai bentuk perkembangan kekuatan alami Bakugo yang paling matang.
Dari Winter Suit hingga Full Body Cluster, perkembangan Bakugo membuktikan bahwa satu Quirk saja bisa menjadi sangat mengerikan jika terus diasah. Bahkan, dia mampu menghadapi All For One tanpa perlu memiliki banyak kemampuan sekaligus.
Nah, kalau harus memilih satu versi Bakugo dalam pertarungan, kamu lebih menjagokan Full Cowl 100% dengan kekuatan One For All atau Full Body Cluster yang merupakan hasil perkembangan Explosion miliknya sendiri?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku