Peran Wakana Yamazaki yang Tak Akan Terlupakan di Dunia Anime
Wakana Yamazaki telah tiada.
Untuk fans anime dan game ini bisa dibilang kehilangan yang besar. Wakana telah selama beberapa dekade mengisi suara karakter terkenal.
Siapa saja?

Peran Wakana Yamazaki yang Tak Akan Terlupakan di Dunia Anime
Wakana Yamazaki telah tiada.
Untuk fans anime dan game ini bisa dibilang kehilangan yang besar. Wakana telah selama beberapa dekade mengisi suara karakter terkenal.
Siapa saja?
Ini jelas nomor satu.
Hampir 30 tahun jadi suara Ran membuat Wakana praktis menyatu dengan karakter tersebut. Kekuatan utama Wakana dalam menyajikan Ran di bagaimana dia membuat Ran terdengar hangat, peduli, tapi tetap kuat saat emosional.
Momen-momen marahnya Ran ke Conan/Kogoro atau adegan romantis Shinichi-Ran sangat bergantung pada performa suaranya. Dan Wakana sangat menguasai itu selama begitu lama.
Ini peran besar kedua yang melekat banget.
Ayane itu karakter dingin, tragis, dan agresif. Sangat beda dibanding Ran. Ini menunjukkan range Wakana cukup luas karena dia bisa pindah dari “girl next door” ke kunoichi mematikan tanpa terasa aneh.
Fans fighting game era PS1–PS2 pasti familiar banget sama suaranya di sini.
Tapi Wakana pun terus mengisi suara Ayane hingga DoA 6. Dan dia bahkan tetap mengisi suara Ayane ketika kunoichi ini muncul di game lain seperti Ninja Gaiden.
Di One Piece, Wakana Yamazaki dikenal melalui peran-peran yang mungkin tidak selalu muncul lama, namun punya dampak emosional besar bagi cerita.
Salah satu perannya yang paling dikenang adalah Nojiko, kakak angkat Nami. Meski bukan karakter utama, Nojiko punya peran penting dalam membentuk latar belakang tragis Nami di arc Arlong Park, salah satu arc paling emosional di One Piece.
Koneksi Wakana dengan karakter-karakter di sekitar Nami juga terasa unik. Ketika Akemi Okamura sempat cuti melahirkan, Wakana dipercaya untuk sementara menggantikan suara Nami di episode 70 hingga 78.
Kini, bertahun-tahun kemudian, justru Akemi Okamura yang melanjutkan peran Ran Mouri setelah wafatnya Wakana. Karena itu, hubungan dua seiyuu veteran ini terasa sangat spesial bagi banyak penggemar anime.
Selain Nojiko, Wakana juga pernah mengisi suara Scarlett, ibu Rebecca, di arc Dressrosa.
Bagi penggemar Digimon Adventure 02 versi Jepang, Wakana Yamazaki juga dikenal sebagai pengisi suara Arukenimon.
Karakter antagonis ini punya kepribadian licik, manipulatif, namun tetap karismatik. Performa Wakana membuat Arukenimon terasa menonjol dibanding banyak villain Digimon lain pada eranya.
Menariknya, Wakana tetap melanjutkan perannya sebagai Arukenimon di beberapa proyek Digimon lain setelah Adventure 02, termasuk di Digimon Survive.
Himitsu no Akko-chan adalah salah satu franchise magical girl klasik paling legendaris di Jepang, dan karakter Akko telah disuarakan oleh sejumlah nama besar di tiap generasinya.
Versi anime tahun 1969 menampilkan Yoshiko Ōta sebagai Akko, sementara versi 1988 diisi oleh Mitsuko Horie.
Wakana Yamazaki kemudian dipercaya menjadi pengisi suara Akko generasi ketiga untuk versi 1998. Ia berhasil menghadirkan sosok Akko yang ceria, hangat, dan penuh energi, sekaligus memperkenalkan karakter tersebut kepada generasi penonton yang lebih baru.