Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Pembahasan Record of Ragnarok God's Apocalypse 21, Duel Tersingkat?!
Muramasa memotong Ahura Madza jadi dua (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok: God's Apocalypse)
  • Duel kelima Record of Ragnarok menampilkan pertarungan Muramasa melawan Ahura Madza, dewa gabungan dari dua entitas Zoroaster yang kehilangan kewarasan dan menghancurkan kedua kubunya sendiri.
  • Ahura Madza digambarkan sebagai sosok luar biasa kuat namun tak stabil, hingga membuat para dewa lain waspada karena aura pembunuhnya terasa bahkan sebelum duel dimulai.
  • Muramasa mengejutkan semua pihak dengan menebas Ahura Madza hanya dalam 1,8 detik, mencetak rekor kemenangan tercepat sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Duel kelima dalam turnamen Record of Ragnarok God's Apocalypse menampilkan pertarungan antara Muramasa dan Ahura Madza yang berakhir sangat cepat, mencatat rekor kemenangan tercepat sepanjang sejarah turnamen tersebut.
  • Who?
    Muramasa, dewa muda yang lahir dari katana, bertarung melawan Ahura Madza, entitas gabungan dari Spenta Mainyu dan Angra Mainyu yang dikenal sebagai dewa tertinggi namun tidak stabil.
  • Where?
    Pertarungan berlangsung di arena utama turnamen Record of Ragnarok God's Apocalypse, tempat para dewa dan manusia menyaksikan duel antar entitas kuat.
  • When?
    Duel ini terjadi pada bab ke-21 seri Record of Ragnarok God's Apocalypse dan diumumkan bersamaan dengan hasil resmi kemenangan Muramasa.
  • Why?
    Pertarungan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian duel dalam turnamen antara dewa dan manusia untuk menentukan pihak yang lebih unggul di antara keduanya.
  • How?
    Muramasa mengakhiri duel hanya dengan satu tebasan cepat berdurasi 1,8 detik yang langsung membelah tubuh Ahura Madza menjadi dua hingga meledak seketika di hadapan para saksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Duel kelima antara Muramasa dan Ahura Madza akhirnya dimulai. Banyak yang meragukan kalau dewa muda tersebut akan bisa melawan entitas terkuat dari mitologi Zoroaster. Namun, Muramasa berhasil membungkam semua orang hanya dengan satu tebasan saja dan berhasil mencetak rekor kemenangan tercepat dalam sejarah.

Seperti apa situasinya? Berikut pembahasannya di Record of Ragnarok God's Apocalypse bab 21!

1. Asal-usul Ahura Madza, dewa dengan dua sisi berlawanan

Azi Dahaka vs Ahura Madza (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok: God's Apocaypse)

Cerita dimulai dari asal-mula kelahiran Ahura Madza.

Tak seperti dalam versi asli mitologinya, penciptaan Ahura Madza terlahir dari konflik abadi antar kubu dewa baik yang dipimpin Spenta Mainyu dan kubu dewa jahat yang dipimpin Angra Mainyu. Mereka terus bertarung dan menghajar satu sama lain dalam pertarungan tiada akhir antara kebaikan dan kejahatan.

Namun situasinya berubah begitu munculnya Azi Dahaka, perwujudan dari kekacauan yang tak peduli dualitas moral. Di situlah, Angra Mainyu dan Spenta Mainyu menghentikan pertarungan, beresonansi dan menyatukan diri menjadi sosok baru bernama Ahura Madza yang memiliki kekuatan yang melampaui jahat dan baik.

Berkat itu, Azi Dahaka berhasil dikalahkan oleh dewa baru tersebut.

2. Ahura Madza membunuh kelompoknya sendiri

Ahura Madza membantai pengikutnya sendiri (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok: God's Apocalypse)

Namun, kelahiran Ahura Madza justru menjadi bencana bagi kedua kubu.

Karena sifat Angra Mainyu dan Spenta Mainyu bercampur dalam satu entitas, Ahura Madza kehilangan kewarasan. Ia tak lagi menganggap dirinya Spenta Mainyu atau Angra Mainyu, melainkan sosok baru yang melampaui dua aspek yang saling berlawanan.

Tanpa ragu, Ahura Madza langsung membunuh Armaita, pengikut Spenta Mainyu hanya dengan satu tembakan. Tak berhenti di situ, Taurvi dari kubu dewa jahat pun ikut dimusnahkan.

Menyadari sosok gabungan pemimpin mereka telah lepas kendali, para dewa yang tersisa mencoba melarikan diri. Namun tak ada yang selamat. Baik pengikut Angra Mainyu maupun Spenta Mainyu, semuanya musnah di tangan Ahura Madza.

Dari tragedi itulah lahir legenda tentang Outer God yang tak stabil, entitas absolut yang bahkan menghancurkan pihaknya sendiri.

3. Aksi Ahura Madza sampai membuat semua petarung langsung bersiaga

Reaksi para dewa saat Ahura Madza menyerang (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok: Gods' Apocalypse)

Kembali ke momen sekarang, duel Muramasa dan Ahura Madza akhirnya dimulai.

Ahura Madza langsung melesat dengan kekuatan penuh. Entah karena ia memang tak meremehkan Muramasa atau hasrat membunuhnya yang memang sudah meledak dari awal, dewa tak stabil itu sudah bersiap mengkonsentrasikan kekuatan penuhnya untuk membunuh dewa muda itu dalam satu pukulan saja.

Hasrat membunuh Ahura Madza yang kental bahkan sampai membuat para dewa lain ikut bereaksi seolah mereka merasa akan jadi sasaran berikutnya begitu duel berakhir. Hal ini bisa menggambarkan seberapa berbahayanya Ahura Madza yang digadang-gadang sudah masuk ke ranah dewa super.

4. Muramasa langsung membunuh Ahura Madza dalam waktu 1.8 detik!

Muramasa memotong Ahura Madza jadi dua (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok: God's Apocalypse)

Namun asal-usul dan kekuatan besar tak menjamin Ahura Madza mendapat apa yang ia inginkan.

Alih-alih menikmati pembantaian di turnamen, ia justru dipotong dalam sekejap oleh Muramasa, entitas dewa muda yang lahir dari katana dan tumbuh dari hasrat akan pembantaian. Dengan satu tebasan, Muramasa membelah tubuh dewa tertinggi itu menjadi dua, yang kemudian meledak seketika.

Para dewa yang menyaksikan tak mampu mempercayai apa yang terjadi. Ares bahkan sempat mengira itu hanya ilusi, sampai Hermes menegaskan bahwa duel benar-benar telah usai.

Pada akhirnya, Muramasa resmi dinyatakan menang hanya dalam 1,8 detik, rekor kemenangan tercepat dalam sejarah turnamen tersebut.

Itulah pembahasan akhir duel Muramasa vs Ahura Madza yang... sangat singkat.

Bagaimana menurut kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team