Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Yuji membatalkan pelepasan domain Mahito dengan Dismantle - Jujutsu Kaisen Modulo
Yuji membatalkan pelepasan domain Mahito dengan Dismantle (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Intinya sih...

  • Yuji memulai ritual penjinakan Mahito dengan bantuan Maru dan teknik Idle Transfiguration.

  • Yuji melepaskan Dismantle berskala besar dan berhasil membuat Mahito bisa ditundukkan di dimensi perlintasan jiwa.

  • Yuji dan Maru membahas konsekuensi beberapa opsi dalam rencana mereka, memutuskan mengambil opsi pertama meski resikonya umat manusia kehilangan potensi energi kutukan sebagai sumber daya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah keduanya sepakat, Maru dan Yuji memulai rencana mereka pada Mahito seperti yang pernah Kenjaku lakukan saat memulai Culling Game. Namun setelah persiapan selesai, alien dan penyihir itu malah sempat mengalami kebuntuan karena terjebak pada beberapa konsekuensi yang menanti mereka di masa depan jika ritual itu sampai dilaksanakan.

Seperti apa situasinya di Jujutsu Kaisen Modulo bab 22? Berikut pembahasannya!

1. Yuji memulai ritual penjinakan Mahito

Yuji memulai ritual penjinakan jiwa Mahito (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Setelah melihat wajah musuh lamanya, Yuji mulai memahami motif Maru dan cara alien itu melakukannya.

Yah, yang dilakukan Maru kurang lebih mirip seperti yang pernah dilakukan Kenjaku saat di Shibuya dulu. Teknik Idle Transfiguration akan dimanfaatkan untuk mengubah jiwa umat manusia agar tak ada lagi kutukan yang terlahir di Jepang. Namun untuk meningkatkan efeknya, Maru membutuhkan mineral Mul dan energi kutukan milik Yuta.

Tapi seperti yang kita tahu, Mahito tak akan mudah diajak kerjasama sehingga Yuji perlu menundukkan terlebih dahulu. Awalnya, ia khawatir Mahito akan lenyap jika sampai terbunuh, namun Maru menjelaskan kalau kematian tak akan terjadi di dimensi perlintasan jiwa sehingga Yuji bisa mengamuk sepuas hati.

2. Yuji melepaskan Dismantle berskala besar dan berhasil membuat Mahito bisa ditundukkan

Yuji membatalkan pelepasan domain Mahito dengan Dismantle (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Nah, setelah mendengar penjelasan Maru, Yuji pun berjongkok di dekat Mahito dan langsung memprovokasinya.

Mahito pun langsung mengayunkan tangannya dan merobek tirai. Dimensi yang awalnya gelap pun kini berubah menjadi kota Shibuya, tempat pertarungan terakhir mereka di bumi pada masa lalu.

Di sini, kutukan itu membalas kalau ia akan terus menghajar tubuh fisik Yuji. Ditambah lagi karena dimensi tempat mereka bertarung merupakan alam jiwa, artinya teknik Idle Transfiguration akan lebih diuntungkan. Dan benar saja, Mahito langsung mengendalikan bangunan di sana, mengubahnya menjadi wujud monster untuk menyerang Yuji.

Namun saat Mahito berencana melepaskan Domain Expansion, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Belum selesai ia membangun domain, Yuji sudah melepaskan Dismantle yang mencincang habis tubuh Mahito dan juga medan pertarungan mereka. Mengingat tempat mereka bertarung adalah alam spiritual yang komposisinya terbuat dari jiwa-jiwa, Yuji tampaknya bukan melepaskan Dismantle biasa, melainkan Dismantle khusus yang dulu pernah ia pakai untuk memisahkan jiwa Megumi dari Sukuna.

Pertarungan pun berakhir dengan Yuji berhasil merebut bagian jiwa Mahito dan menyerahkannya ke Maru. DI sini, ia bahkan sampai mendesah karena tak menyangka Mahito akan selemah ini setelah sekian lama bertemu.

3. Yuji dan Maru membahas konsekuensi beberapa opsi dalam rencana mereka

Yuji menjelaskan siklus kutukan (Dok. Shueisa/Jujutsu Kaisen Modulo)

Setelah semua komponen yang dibutuhkan berhasil terkumpul, Maru dan Yuji akhirnya bisa memulai rencana mereka.

Maru sendiri memulai dengan memahami ulang apa itu kutukan dari penjelasan Yuji, di mana mereka terlahir kebocoran energi kutukan yang berasal dari tubuh manusia yang bukan penyihir. Mereka juga mengevaluasi opsi-opsi yang tersedia seperti yang dijelaskan dalam buku Yuki Tsukumo, yaitu mengubah umat manusia dan Simurian menjadi pemilik tubuh fisik Heavenly Restriction seperti Tsurugi, Maki, dan Toji atau sekalian mengubah semuanya menjadi penyihir.

Nah di sini, mereka takut pada beberapa konsekuensi. JIka opsi pertama diambil, maka akan terjadi krisis energi karena energi kutukan memilki potensi sebagai sumber daya alternatif. Ditambah lagi, mereka juga harus menanggung dosa karena memodifikasi tubuh orang tanpa persetujuan. Sedangkan jika mengambil opsi kedua, kemungkinan munculnya pengguna kutukan yang tak bermoral bisa naik secara drastis.

Setelah mempertimbangkan dampak rencana mereka, akhirnya Yuji dan Maru memutuskan mengambil opsi pertama meski resikonya umat manusia kehilangan potensi energi kutukan sebagai sumber daya. Mereka mempertimbangkan itu dengan limitasi bahwa efek teknik tersebut akan dibatasi pada generasi manusia dan Simurian yang belum lahir karena tak mau dunia jujutsu langsung terguncang karena kehilangan kekuatan utama mereka saat ini.

Oh, ya! Di sini Yuji memang dikonfirmasi bisa hidup panjang seperti Tengen karena ia sempat mengatakan dirinya setidaknya masih bisa hidup sampai 300 tahun lagi. Jadi setidaknya, ia masih bisa mengawasi perubahan yang terjadi setelah rencana mereka berjalan.

4. Setelah diskusi, Yuji menyimpulkan kalau roh kutukan tetap akan terlahir

Maru kaget mendengar peluang roh kutukan tetap ada (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Selain konsekuensi yang sudah dijelaskan di atas, ada satu hal yang hampir terlewatkan.

Yuji sempat mengatakan pada Maru kalau peluang roh kutukan terlahir akan tetap ada meski umat manusia sudah kehilangan energi kutukan mereka. Kemungkinan pernyataan Yuji sendiri dilandaskan pada fakta bahwa emosi negatif manusia yang jadi landasan energi kutukan.

Maru sendiri sampai tercengang mendengar fakta tersebut. Pikirannya langsung buntu karena seolah tak ada opsi yang nyaman untuk dijalani pada rencana mereka.

Itulah penjelasan tentang dilema yang dialami Maru dan Yuji dalam rencana penghapusan kutukan.

Bagaimana pendapat kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team