Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Dabura mulai serius dalam pertarungan - Jujutsu Kaisen Modulo
Dabura mulai serius dalam pertarungan (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Intinya sih...

  • Maru kesulitan menghadapi Tsurugi-Rika dan terkejut dengan sumber kekuatan Yuta.

  • Maru mulai serius dan menumbuhkan pohon sebagai tanda niatnya mengalahkan Tsurugi.

  • Mahoraga berhasil beradaptasi sepenuhnya pada kekuatan Dabura, membuat Dabura merasa ketakutan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pertarungan dahsyat antar makhluk terkuat di Jujutsu Kaisen Modulo semakin memanas. Kali ini pihak Simurian lah yang terpojok karena baik Maru dan Dabura sekarang berada di situasi di mana kekuatan mereka mulai tak mempan melawan Okkotsu bersaudara. Mau tak mau, mereka harus memakai segalanya demi bisa memenangkan pertarungan tersebut.

Bagaimana situasinya? Berikut pembahasannya!

1. Maru mulai kelabakan menghadapi Tsurugi-Rika

Tsurugi mode Rika vs Maru (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Sebelumnya, Tsurugi sempat kerepotan menghadapi teknik Chaos dan Harmony milik Maru, namun situasi langsung berbalik begitu Rika muncul.

Bahkan meski Maru mencoba mengacak-acak lokasi pertarungan mereka dengan teknik Chaos, Rika justru merasa kegirangan dan langsung memberi serangan balasan. Nah saat Maru mencoba menerawang dengan mata ketiganya, akhirnya ia sadar kalau sumber kekuatan dahsyat itu berasal dari cincin peninggalan Yuta.

Namun yang membuatnya kaget adalah jumlah energi kutukannya yang benar-benar masif. Yuta sendiri rupanya terus mengisi cincin itu dengan energi kutukannya selama bertahun-tahun. Bahkan meski Maru mencoba mempengaruhi Tsurugi dengan tekniknya, efeknya berhasil dimentahkan dan malah alien itu sendiri yang berakhir kena tandukan dari Tsurugi.

2. Maru menumbuhkan pohon dan mulai serius

Maru menumbuhkan pepohonan di sekitarnya (Dok. Shueisha/Jujutsu kaisen Modulo)

Melihat perubahan situasi tersebut, Maru sadar bahwa ragu cuma akan membuang waktu.

Bahkan meski Tsurugi minta maaf soal metodenya, Maru sendiri tak mempermasalahkan itu karena dirinya juga akan melakukan hal yang sama.

Yah, Maru diperlihatkan mulai menumbuhkan pepohonan besar di sekitarnya secara ganjil dengan teknik miliknya. Meski belum jelas, namun tindakan ini bisa dipastikan merupakan pertanda kalau alien ini berniat serius mengalahkan Tsurugi.

3. Mahoraga berhasil beradaptasi sepenuhnya pada kekuatan Dabura

Mahoraga beradaptasi dengan serangan Dabura (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Di sisi lain, pertarungan antara Dabura dan Mahoraga masih terus berlangsung sengit.

Dabura mulai menyadari adanya perubahan mencolok pada aura Mahoraga. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, ia pun berusaha memastikan dugaannya dengan melancarkan serangan berupa sejumlah tombak cahaya berukuran besar, diarahkan langsung untuk menusuk tubuh Mahoraga.

Namun di luar dugaan, Mahoraga menghancurkan seluruh serangan tersebut hanya dengan satu hentakan kuat. Tanpa memberi celah sedikit pun, makhluk itu langsung melesat ke arah Dabura dalam sekejap mata, menutup jarak dengan kecepatan yang mengerikan.

Dalam kondisi terdesak, Dabura mencoba mengulangi serangannya, kali ini dengan menghantam tepat ke arah kepala Mahoraga. Sayangnya, serangan tersebut sama sekali tidak lagi memberikan efek.

Yah, Mahoraga kini telah beradaptasi sepenuhnya dan menjadi kebal terhadap teknik cahaya milik Dabura.

4. Untuk pertama kalinya, Dabura merasa ketakutan menghadapi musuh

Dabura yang ketakutan (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Setelah memperlihatkan kekebalannya terhadap cahaya, Mahoraga mulai menghajar Dabura secara membabi buta tanpa memberi ruang bernapas. Pukulan demi pukulan mendarat dengan kekuatan brutal, memaksa Dabura hanya bertahan sambil terhuyung-huyung.

Di sisi lain, Dabura justru tampak membeku. Teknik andalannya kini sama sekali tidak lagi berpengaruh terhadap makhluk di hadapannya. Pada saat itulah ia akhirnya menyadari arti sebenarnya dari roda yang terus berputar di atas kepala Mahoraga, sebuah indikator bahwa monster tersebut sedang mengembangkan adaptasi terhadap setiap serangan yang diterimanya.

Dengan kata lain, pertarungan ini perlahan namun pasti akan mencapai titik di mana seluruh jurus Dabura tak lagi bisa digunakan.

Dabura, yang selama ini dikenal sebagai sosok terkuat di desanya, untuk pertama kalinya merasakan ketakutan yang sesungguhnya. Ia kini berada di posisi makhluk-makhluk yang selama ini gemetar di hadapannya.

Ya, pada momen itu, Dabura benar-benar berada di titik terendahnya, merasa tak berdaya di hadapan Mahoraga.

5. Dabura bersiap memakai kartu as-nya!

Dabura mulai serius dalam pertarungan (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Pada momen titik nadir itulah, Dabura akhirnya memahami makna kata-kata yang dahulu kerap diucapkan Dura, mendiang sahabatnya. Ia menyadari bahwa arti seorang prajurit bukanlah sekadar soal kekuatan, melainkan tentang keberanian untuk berdiri teguh demi sesuatu yang benar-benar ia perjuangkan. Kesadaran itu membuat ia kali ini akan bertarung dengan kesungguhan penuh.

Dabura pun mulai membuka kartu terlarangnya. Sebuah kemampuan terkutuk yang memaksanya menghancurkan batas ketahanan tubuhnya sendiri, teknik terlarang yang bahkan namanya tak sanggup diucapkan oleh lidah penduduk bumi. Pada momen itulah, Dabura berucap dalam hati kepada mendiang kawannya bahwa kini, ia akan menjadi seorang prajurit seperti Dura.

Dalam narasi terungkap bahwa kemampuan ini akan membawa Dabura memasuki ranah tertinggi, wilayah kekuatan yang tak lagi dapat dipahami oleh logika umat manusia. Demi mengalahkan Mahoraga, Dabura bersiap menari dengan kecepatan yang mendekati cahaya.

Itulah pembahasan Jujutsu Kaisen Modulo bab 18.

Bagaimana pendapat kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team