Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kita mendapat kelanjutan cerita Berserk yang sempat tertunda. Tak tanggung-tanggung, rahasia terbesar tentang eksistensi Guts akhirnya diungkap pada bab kali ini.
Penasaran? Simak pembahasannya berikut ini!

Setelah sempat menghabiskan waktu damai di kediaman para penyihir, Guts harus menghadapi tragedi di mana Griffith dan pasukannya menginvasi wilayah tersebut dan merebut Casca dari tangannya.
Ia sendiri bahkan sampai dimasukkan ke penjara dan hampir terbunuh oleh Rakshas jika Silat dan anak buahnya tak datang tepat waktu. Namun insiden itu membuat pikiran Guts benar-benar hancur dan kehilangan semangat juangnya.
Nah, pada saat itulah pendeta Kushan memandu Guts untuk memasuki kuil kuno untuk menghadapi ujian terakhir.
Setelah memasuki kuil, Guts berbaring di atas bunga teratai raksasa yang kemudian membungkus dan menenggelamkannya ke dalam air.
Dalam momen itu, pikirannya melayang ke berbagai kenangan masa lalu, termasuk rekan-rekannya di Band of the Hawk. Guts bahkan berharap semuanya bisa segera berakhir karena ia merasa sudah terlalu lelah hidup setelah tujuannya hancur di depan mata.
Ia juga sempat membayangkan bagaimana takdirnya jika tak pernah bertemu Casca, para anggota Band of the Hawk, dan terutama Griffith. Namun pada akhirnya, Guts sadar bahwa masa lalu adalah sesuatu yang tak bisa diulang maupun diubah.
Saat mengenang masa lalunya, Guts tiba-tiba mendengar suara-suara asing yang mengelilinginya.
Begitu membuka mata, ia mendapati sekelompok roh kecil bersama sosok roh perempuan dewasa di hadapannya. Guts sendiri tampak kebingungan karena sama sekali tidak mengenali para entitas tersebut.
Roh perempuan itu kemudian mengatakan bahwa telah tiba waktunya bagi Guts untuk mengetahui kebenaran. Untuk itu, ia memperlihatkan sebuah visi yang membawa Guts kembali ke masa lalu, hingga momen saat dirinya baru saja dilahirkan.
Nah, seperti yang kita tahu, asal-usul Guts terbilang sangat tragis.
Ia lahir dari rahim ibunya yang telah lama mati tergantung di tiang gantungan. Namun, kelahiran yang mengerikan itu ternyata memberi makna lebih pada eksistensinya.
Karena lahir dari tubuh yang sudah mati, keberadaan Guts seolah berada di antara dunia manusia dan dunia astral. Dalam hal ini, ia bisa dianggap memiliki level eksistensi yang mirip dengan Griffith sebagai penghuni "dunia antara".
Hal inilah yang menjelaskan mengapa Guts mampu membantai begitu banyak iblis hanya dengan Dragon Slayer. Bukan semata karena pedangnya, melainkan karena eksistensinya sendiri yang sejak lahir sudah terhubung dengan dunia astral.
Itulah pembahasan lanjutan cerita Guts di Berserk bab 384.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku