Netero menggunakan Poor Man's Rose. (dok. Netflix/Hunter x Hunter)
Biasanya antagonis utama dalam manga shonen dikalahkan oleh semangat tempur, kekuatan persahabatan, atau teknik baru yang lebih kuat.
Namun Meruem tidak kalah karena hal-hal tersebut.
Meski Netero adalah petarung manusia terkuat pada masanya, ia tetap tidak mampu mengalahkan Meruem dalam pertarungan murni. Karena itulah ia mengaktifkan Poor Man's Rose yang ditanam dalam tubuhnya.
Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah fakta bahwa Meruem dan para Royal Guard tidak benar-benar kalah dalam pertarungan. Mereka mati akibat racun dan radiasi yang ditinggalkan senjata tersebut.
Poor Man's Rose sendiri memiliki makna yang mengerikan.
Itu bukan senjata legendaris atau teknologi rahasia yang hanya dimiliki segelintir orang. Sebaliknya, senjata tersebut dikenal murah dan relatif mudah diproduksi massal.
Dengan kata lain, kemenangan manusia atas Meruem bukan berasal dari kekuatan individu, melainkan dari kemampuan manusia menciptakan senjata pemusnah massal.
Inilah yang membuat ucapan Netero tentang potensi evolusi dan keganasan manusia terasa begitu kuat.
Meruem mungkin merupakan makhluk terkuat di dunia saat itu, tetapi bahkan ia tidak mampu bertahan dari hasil ciptaan manusia sendiri.