Para makhluk terkuat di era Modulo (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)
Bukan hanya itu, Yuji bahkan sempat mengucapkan kalimat dingin saat mendengar Yuka harus berkorban: ia tidak peduli.
Bagi Yuji, masa ketika ia hidup sebagai “Yuji Itadori” sebenarnya sudah lama berakhir. Ia merasa akhirnya memahami apa yang dirasakan Gojo selama hidupnya—menjadi sosok yang selalu dijadikan alat untuk menyelesaikan setiap krisis, tanpa pernah memberi ruang bagi generasi baru untuk benar-benar tumbuh dan berdiri sendiri.
Karena itulah, Yuji menolak mengulangi kesalahan yang sama. Ia tidak lagi tertarik ikut campur dalam konflik yang sedang dihadapi para penyihir. Ia sadar, jika dirinya terus hadir sebagai solusi instan, keberadaannya justru akan menghambat perkembangan para penyihir Bumi dan membuat mereka bergantung pada satu sosok yang terlalu kuat.
Bagi Yuji, dunia yang sehat adalah dunia yang bisa bertahan tanpa dirinya.
Satu-satunya janji yang masih ia pegang hanyalah satu hal: ia akan turun tangan untuk membereskan kekacauan sepenuhnya tetapi hanya jika cucu seniornya benar-benar kalah dalam pertarungan. Di luar itu, ia memilih untuk tetap menjadi bayangan di belakang layar, sosok yang hanya akan bergerak ketika segalanya benar-benar berada di ambang kehancuran.
Di titik itu, Yuji tidak lagi melihat dirinya sebagai pahlawan, penyihir, ataupun manusia biasa. Ia hanyalah penyeimbang terakhir, seseorang yang akan muncul bukan untuk menyelamatkan dunia, melainkan untuk memastikan dunia tidak benar-benar runtuh.
Itulah penjelasan kenapa Yuji menyerang penyihir dan Simurian.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku