Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Kenapa Pemain Koloni Sendai di Jujutsu Kaisen S3 Tak Saling Menyerang?
Yuta dan Ishigori duduk bersama setelah duel selesai (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)
  • Koloni Sendai dikenal brutal dengan empat petarung terkuat tersisa: Dhruv, Ishigori, Uro, dan Kurourushi yang sempat berhenti bertarung setelah banyak pemain gugur.
  • Mereka memilih diam karena kekuatan seimbang, tanpa aliansi, serta kemampuan saling mengunci sehingga menyerang lebih dulu berisiko besar.
  • Kebuntuan pecah saat Yuta datang dan menantang Dhruv, memicu reaksi berantai dari tiga petarung lain hingga pertarungan besar kembali terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Culling Game

Pertarungan brutal di Koloni Sendai berlangsung dengan banyak pemain gugur hingga tersisa empat petarung terkuat: Dhruv Lakdawalla, Ryu Ishigori, Uro Takako, dan Kurourushi.

saat hanya keempat monster ini yang tersisa

Keempat pemain kuat di Koloni Sendai berhenti saling menyerang dan memilih menahan diri karena kekuatan mereka seimbang serta tidak ada aliansi yang terbentuk.

saat Yuta memasuki medan perang tersebut

Kebuntuan di Koloni Sendai pecah ketika Yuta datang dan langsung menyerang Dhruv Lakdawalla, memicu reaksi dari tiga pemain lain dan menghidupkan kembali pertempuran.

kini

Yuta menjadi pemain dengan poin tertinggi di Koloni Sendai setelah mengalahkan lawan-lawannya dalam pertarungan Culling Game.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertarungan di Koloni Sendai dalam Culling Game berhenti sementara karena empat pemain terkuat memilih tidak saling menyerang hingga kedatangan Yuta memicu pertempuran kembali.
  • Who?
    Empat pemain utama yaitu Dhruv Lakdawalla, Ryu Ishigori, Uro Takako, dan Kurourushi, serta Yuta yang kemudian memasuki koloni tersebut dan mengubah situasi.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Koloni Sendai, salah satu area dalam Culling Game pada serial Jujutsu Kaisen musim ketiga.
  • When?
    Kejadian berlangsung selama fase permainan Culling Game, sebelum dan sesudah Yuta bergabung ke medan pertarungan di Koloni Sendai.
  • Why?
    Mereka menahan diri karena kekuatan masing-masing seimbang dan kemampuan mereka saling mengunci sehingga menyerang lebih dulu berisiko tinggi bagi penyerang.
  • How?
    Kondisi deadlock membuat para pemain memilih diam dan mengamati hingga Yuta datang menyerang Dhruv terlebih dahulu, memicu reaksi berantai dari pemain lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tempat bernama Koloni Sendai ada empat petarung kuat, namanya Dhruv, Ishigori, Uro, dan Kurourushi. Mereka dulu suka bertarung, tapi lalu berhenti karena sama-sama kuat dan takut kalah kalau mulai duluan. Mereka cuma diam dan lihat-lihat saja sampai datang Yuta. Saat Yuta menyerang Dhruv, semuanya jadi ribut lagi dan pertarungan mulai lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Momen kebuntuan di Koloni Sendai memperlihatkan sisi strategis dan kehati-hatian para petarung terkuat dalam menghadapi situasi berisiko tinggi. Alih-alih bertindak gegabah, mereka menunjukkan kemampuan membaca kondisi dan menahan diri demi mempertahankan posisi. Ketegangan ini justru menambah kedalaman dinamika pertarungan, menggambarkan kecerdikan di balik kekuatan masing-masing karakter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Koloni Sendai di Culling Game Jujutsu Kaisen S3 terkenal sebagai salah satu tempat terbrutal mengingat angka kematian pemainnya cukup tinggi hingga menyisakan empat petarung terkuat, yaitu Dhruv Lakdawalla, Ryu Ishigori, Uro Takako, dan Kurourushi. Namun ada momen di mana mereka berhenti menyerang satu sama lain dan memilih diam sambil mengamati situasi.

Kenapa mereka sampai berperilaku seperti itu? Begini penjelasannya!

1. Koloni Sendai terkenal sebagai wilayah yang cukup brutal sampai empat peringkat teratas tak menyerang satu sama lain

Situasi koloni Sendai (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Tak seperti koloni lain termasuk Tokyo, tingkat kekerasan di koloni Sendai terbilang sangat tinggi.

Banyak pemain yang masuk ke koloni ini langsung bertumbangan karena dibunuh oleh petarung yang lebih kuat. Pertarungan brutal itu terus berlangsung hingga akhirnya hanya menyisakan empat pemain terkuat.

Mereka adalah Dhruv Lakdawalla yang mampu menciptakan domain dari jalur shikigaminya, Ryu Ishigori dengan serangan energi kutukan layaknya meriam, Takako Uro yang bisa mengendalikan langit, serta Kurourushi yang sengaja dilepas oleh Kenjaku sebagai faktor kekacauan.

Namun menariknya, saat hanya keempat monster ini yang tersisa, tidak ada satu pun yang langsung melanjutkan pertarungan.

2. Alasannya mereka memilih berdiam tak punya aliansi untuk mendominasi musuh dan kompabilitas kemampuan yang saling mengunci

Yuta melawan Ishigori dan Takako (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Ada alasan mengapa mereka seakan memilih gencatan senjata.

Hal ini bukan karena ingin damai, melainkan karena situasi deadlock. Kekuatan mereka relatif seimbang, sehingga siapa pun yang menyerang lebih dulu berisiko melemah dan jadi target pihak lain. Selain itu, tak ada aliansi yang terbentuk di antara mereka.

Kemampuan mereka juga saling mengunci seperti batu-gunting-kertas. Dhruv unggul atas Uro dan Kurourushi, tapi harus waspada pada Ishigori. Uro bisa mengalihkan serangan Ishigori, namun kesulitan menghadapi teknik Dhruv. Sementara Kurourushi bahkan memilih berhibernasi demi menghindari Dhruv.

Karena itulah, mereka memilih menahan diri daripada mengambil risiko bertarung lebih dulu.

3. Jika ada yang nekat menyerang, biasanya yang lain akan menunggu dan mengamati agar bisa menemukan celah

Yuta menghabisi Kurourushi dengan energi kutukan positif (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Dalam kondisi seperti itu, menyerang lebih dulu sama saja dengan membuka peluang kekalahan. Karena itulah, mereka memilih menahan diri dan menunggu momen terbaik.

Terlalu cepat mengambil inisiatif juga berisiko membocorkan kartu as. Jika teknik terbaik sudah digunakan sejak awal, musuh lain bisa mempelajari dan mengantisipasinya di pertarungan berikutnya.

Hal ini bahkan disadari oleh Yuta. Ia sengaja berhati-hati agar kemampuan kutukan pembaliknya tidak diketahui Ishigori dan Takako, karena keduanya bisa saja mengeksploitasi celah tersebut dalam pertarungan selanjutnya.

4. Situasi kebuntuan koloni Sendai baru pecah saat Yuta menyerang

Yuta membunuh Dhruv (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Nah, kebuntuan koloni Sendai baru terpecah saat Yuta memasuki medan perang tersebut.

Tak tanggung-tanggung, ia langsung mengincar peringkat pertama, Dhruv terlebih dahulu. Kekalahan penyihir shikigami itu tentu akhirnya memicu reaksi dari para tiga pemain lain.

Kurourushi akhirnya terbangun dan memulai perburuan. Ishigori dan Takako langsung mengincar anak baru yang akhirnya membuat keributan di wilayah kekuasana mereka.

Namun karena kemampuan Yuta yang memang paling fleksibel untuk melawan semua musuh membuatnya akhirnya bisa mendapat poin tertinggi di koloni tersebut.

Itulah penjelasan kenapa pemain koloni Sendai tak saling serang sebelum Yuta memicu pertarungan.

Bagaimana menurut kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team