Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
jujutsu_kaisen_cursed_clash_visual.jpg
Teknik Kutukan di Jujutsu Kaisen

Intinya sih...

  • Cara menggunakan teknik kutukan membutuhkan perhitungan dan struktur yang tepat agar teknik bisa aktif.

  • Terdapat dua metode dasar mengaktifkan teknik kutukan, yaitu Junten dan Hanten.

  • Tidak semua penyihir terlahir memiliki teknik kutukan, namun mereka masih bisa menjadi kuat dengan strategi lainnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sistem teknik kutukan di Jujutsu Kaisen bukan sekadar jurus unik tiap karakter. Di balik setiap serangan ada konsep matematis, batas biologis otak, hingga filosofi “harga yang harus dibayar” untuk setiap kekuatan.

Kalau dilihat lebih dalam, struktur kekuatannya jauh lebih teknis dibanding cerita shonen pada umumnya. Berikut delapan fakta yang bisa bikin kamu melihat teknik kutukan dengan perspektif berbeda!

1. Cara menggunakan teknik kutukan

Karakter Ui Ui dari anime Jujutsu Kaisen (2020) (dok. MAPPA)

Aktivasi teknik kutukan bukan sekadar “mengalirkan energi”. Dalam ceritanya, pengguna teknik kutukan memproses energi kutukan seperti menjalankan formula di dalam tubuh mereka. Artinya, ada perhitungan dan struktur yang harus tepat agar teknik bisa aktif.

Inilah kenapa penyihir kuat bukan cuma yang energinya besar, tapi yang mampu “mengolah” energi dengan presisi dan baik. Sedikit kesalahan dalam proses, teknik bisa gagal atau tidak stabil.

2. Dua metode dasar mengaktifkan teknik kutuakn

Gojo Satoru (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Dalam sistem jujutsu, teknik kutukan bisa dijalankan lewat dua alur utama yaitu Junten (順転) dan Hanten (反転).

Junten adalah aliran normal energi kutukan, cara standar di mana energi negatif diproses lalu dilepaskan menjadi efek teknik. Hampir semua serangan ofensif berada dalam jalur ini karena lebih stabil dan sesuai dengan sifat alami energi kutukan yang memang berasal dari emosi negatif.

Sebaliknya, Hanten adalah proses pembalikan yang jauh lebih kompleks. Dengan “membalik” energi negatif melalui kontrol presisi tinggi, pengguna menghasilkan energi positif yang menjadi dasar dari Reverse Cursed Technique. Karena membutuhkan konsentrasi dan kontrol ekstrem, Hanten sangat langka dan biasanya hanya dikuasai penyihir jujutsu level elit.

3. Tidak semua penyihir terlahir memiliki teknik kutukan

Maki Zenin (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen)

Di dunia Jujutsu Kaisen, tidak semua penyihir memiliki teknik kutukan bawaan yang terukir di tubuh mereka sejak lahir. Beberapa orang memang lahir tanpa teknik khusus yang unik atau diwariskan.

Namun menariknya, ketiadaan teknik bawaan bukan berarti tidak bisa menjadi kuat. Penyihir tanpa innate technique tetap bisa memaksimalkan manipulasi energi kutukan murni, meningkatkan kontrol output, memperkuat tubuh dengan reinforcement, atau menguasai teknik universal seperti Black Flash.

Mereka juga bisa mengandalkan senjata terkutuk (cursed tools) yang memiliki efek khusus, sehingga celah kekuatan bawaan bisa ditutup lewat strategi dan pengalaman tempur.

4. Banyak teknik kutukan berasal dari keturunan atau klan tertentu

Momen Megumi Fushiguro saat memanggil Shikigami andalannya. (Dok. X/@animejujutsu))

Sebagian besar penyihir memiliki teknik bawaan yang “tertanam” secara biologis dan mulai muncul saat usia sekitar lima atau enam tahun. Teknik ini seperti program eksklusif yang hampir mustahil ditiru orang lain.

Beberapa teknik diwariskan turun-temurun dalam keluarga tertentu. Inilah alasan klan besar mempertahankan status dan otoritasnya selama bertahun-tahun.

Namun ada sisi lemahnya, karena diwariskan, teknik itu dipelajari banyak generasi. Musuh pun bisa mengetahui celah dan kelemahannya dari waktu ke waktu.

5. Terlalu banyak menguasai teknik kutukan justru berbahaya

Yuta Okkotsu (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen)

Teknik kutukan bawaan (innate technique) terukir di otak penyihir sejak kecil. Artinya, otak manusia pada dasarnya hanya “dirancang” untuk satu teknik utama. Jika dipaksakan menampung lebih dari satu, beban biologisnya bisa sangat berbahaya untuk otak mereka.

Contoh unik ada pada Kenjaku. Ia bisa menggunakan berbagai teknik karena memiliki kemampuan berpindah tubuh dan mengambil alih otak inangnya. Bahkan Kenjaku saja hanya bisa gunakan tiga atau empat teknik kutukan.

Kasus lain yang memperlihatkan batas biologis teknik adalah Yuta Okkotsu. Ia dapat meniru teknik orang lain melalui koneksinya dengan Rika, tetapi kemampuan itu tetap dibatasi durasi dan kondisi tertentu. Ini menegaskan bahwa memiliki banyak teknik bukan hal “normal”, melainkan pengecualian yang tidak mudah.

6. Teknik kutukan bisa dikembangkan tapi tak bisa diubah

cuplikan form baru Mahito yang muncul di semesta Jujutsu Kaisen (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Teknik bawaan tidak bisa diganti, tetapi bisa dikembangkan menjadi variasi baru yang lebih kompleks (extension techniques). Kreativitas pemiliknya menentukan sejauh mana teknik tersebut bisa berevolusi.

Contoh terbaik adalah Megumi Fushiguro dengan Ten Shadows. Awalnya ia hanya memanggil shikigami standar, tetapi seiring waktu ia belajar menggabungkan bayangan, menyimpan senjata di dalam bayangan, hingga menciptakan Domain Expansion versi belum sempurna. Teknik dasarnya tetap sama, tetapi penerapannya berkembang drastis.

Contoh lain adalah Mahito dengan Idle Transfiguration. Pada awal kemunculannya, ia hanya mengubah bentuk manusia lewat sentuhan. Namun kemudian ia mengembangkan teknik itu untuk memperkuat tubuhnya sendiri, menciptakan bentuk tempur baru, bahkan memodifikasi struktur jiwa dalam skala lebih luas.

7. Perbedaan output maksimal dan teknik maksimum

Kenjaku mengeluarkan teknik Maximum: Uzumaki ( Dok. Mappa / Jujutsu Kaisen 2 )

Dalam sistem jujutsu, ada perbedaan antara sekadar meningkatkan output energi dan mengeluarkan Teknik Maksimum (Maximum Technique).

Contoh Teknik Maksimum bisa dilihat pada Suguru Geto dengan Maximum: Uzumaki. Ini bukan sekadar memperbesar serangan biasa, melainkan bentuk tertinggi dari Cursed Spirit Manipulation, di mana ia memadatkan banyak kutukan menjadi satu ledakan energi raksasa. Itu adalah manifestasi puncak dari potensi tekniknya.

Contoh lain datang dari Jogo dengan Maximum: Meteor. Serangan ini berbeda dari sekadar meningkatkan panas atau volume api, ia memanggil meteor raksasa sebagai ekspresi ekstrem dari teknik vulkaniknya.

Sebaliknya, meningkatkan output hanyalah memperbesar daya teknik yang sama tanpa mengubah bentuk fundamentalnya. Jadi, Teknik Maksimum adalah “jurus pamungkas” dari suatu teknik, sedangkan output maksimal hanyalah dorongan tenaga ke batas tertinggi dari versi yang sudah ada.

8. Ada juga teknik kutukan "umum" yang bisa dipelajari

Kasumi Miwa (dok. Gege Akutami, MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Tidak semua penyihir memiliki teknik turunan yang terukir di otak sejak kecil. Namun di dunia Jujutsu Kaisen, kekuatan tidak sepenuhnya ditentukan oleh teknik keturunan. Ada jalur lainnya yang bisa dilatih.

Contoh paling ekstrem adalah Toji Fushiguro. Ia bahkan tidak memiliki energi kutukan sama sekali karena Heavenly Restriction, tetapi justru mendapatkan tubuh fisik superhuman sebagai gantinya.

Nah ada beberapa teknik umum yang bisa dipelajari juga seperti teknik kekkai, teknik anti domain, atau bahkan Shikigami, meskipun beberapa teknik kutukan keturunan lainnya menggunakan Shikigami juga.

Itu dia fakta-fakta teknik kutukan di Jujutsu Kaisen, bagaimana menurutmu?

Editorial Team