Jasad Wasuke akan dikremasi (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen)
Selain perbedaan sifat yang kontras, timing kematian Wasuke yang berdekatan dengan momen kebangkitan Ryomen Sukuna terasa seperti simbolisme yang sengaja ditanamkan dalam cerita.
Wasuke mengembuskan napas terakhirnya tepat sebelum Yuji sepenuhnya terseret ke dalam dunia kutukan. Tak lama setelah itu, insiden yang melibatkan Yuji akhirnya terjadi di mana ia terpaksa menelan jari kutukan sehingga Sukuna bangkit dan mulai mengambil peran aktif dalam tubuh pemuda tersebut.
Secara naratif, dua peristiwa ini seolah memberi kesan bahwa dua jiwa yang memiliki keterkaitan takdir tersebut tidak bisa benar-benar eksis pada waktu yang sama.
Jika ditafsirkan lebih jauh, kematian Wasuke bisa dipandang sebagai berakhirnya satu sisi yang menandai munculnya sisi lain yang berlawanan. Seakan-akan, ketika satu cahaya padam, bayangan yang selama ini menunggu akhirnya mengambil alih panggung. Entah ini kebetulan atau foreshadowing halus dari sang kreator, momen tersebut terasa terlalu presisi untuk diabaikan. Ia seolah bekerja bukan hanya sebagai transisi plot, tetapi juga sebagai metafora bahwa satu sisi eksistensi harus menyingkir agar eksistensi sisi lainnya dapat bangkit sepenuhnya. Gambaran bahwa masa-masa indah Yuji bersama kerabatnya harus berakhir, digantikan dengan gelapnya tragedi yang dibawa sang raja kutukan yang menghuni dalam tubuhnya.
Itulah penjelasan tentang Wasuke yang ternyata adalah kembarannya Sukuna.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku