Seperti disebutkan sebelumnya, hentai merujuk pada style dewasa pada manga maupun anime. Dalam bahasa Jepang, istilah ini dapat diartikan sebagai ‘penyimpangan’ atau ‘kelainan’.
Dari maknanya saja dapat disimpulkan bahwa kata hentai memiliki konotasi negatif. Bahkan, di luar negeri, istilah ini kerap dipakai sebagai hinaan terhadap orang-orang yang memiliki preferensi seksual tertentu alias bersifat cabul.
Hentai sendiri merupakan bentuk singkat dari frasa hentai seiyoku yang berarti ‘penyimpangan seksual’. Di Jepang, karya seperti ini biasanya bakal diberi label “18-kin”. Maksudnya, karya tersebut terlarang bagi pembaca atau penonton berusia di bawah 18 tahun.
Dalam bahasa Inggris, hentai didefinisikan dengan lebih detail. Artinya, subgenre manga dan anime Jepang di mana karakternya diseksualisasi secara terang-terangan, disertai gambar dan plot yang eksplisit secara sensual.
Sejarah munculnya istilah hentai dimulai pada Era Meiji. Saat itu, kata ini dipakai sebagai cara mendeskripsikan fetish seksual yang tak normal.
Kata hentai secara eksklusif diterapkan di bidang sains. Penggunaannya menjadi populer setelah berakhirnya Perang Dunia II. Sampai akhirnya, istilah hentai pun dipakai layaknya kosa kata slang. Terkadang, hentai akan disingkat menjadi “H” atau “Ecchi”. Namun, pada akhirnya kata ecchi pun berkembang dengan makna berbeda.