Uryu lawan Jugram. (Dok. Tite Kubo, Shueisha, Pierrot/Bleach: Thousand-Year Blood War)
The Antithesis milik Uryu Ishida pada dasarnya merupakan kemampuan tipe counter.
Karena itu, Ishida sangat diuntungkan saat menghadapi musuh agresif yang terus melancarkan serangan secara langsung. Semakin besar kerusakan atau dampak yang ia terima, semakin besar pula efek yang bisa dikembalikan kepada lawan lewat The Antithesis. Namun kemampuan ini jadi kurang efektif jika musuh memakai taktik licik, serangan tidak langsung, atau metode yang tidak memberi celah bagi Ishida untuk melakukan pertukaran kondisi.
Sebaliknya, The Balance milik Jugram Haschwalth jauh lebih fleksibel dalam berbagai situasi. Jugram tidak harus menunggu diserang terlebih dahulu dan bahkan bisa langsung menekan lawannya sejak awal.
Jika ternyata serangannya gagal menembus pertahanan musuh, kondisi itu akan dianggap sebagai “kemalangan” bagi Jugram. The Balance kemudian akan menyeimbangkan situasi tersebut dengan memindahkan kerugian itu kepada lawan, sehingga pertahanan yang tadinya sulit ditembus akhirnya bisa dijebol oleh Jugram.
Hal itu juga berlaku pada situasi jika Jugram terjebak, terpengaruh serangan musuh dan lain sebagainya.
Itulah perbedaan The Antithesis dan The Balance.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku