TUTUP

Bukan Amarah, Inilah Faktor Utama untuk Berubah Menjadi Super Saiyan!

Bukan melalui amarah atau juga latihan keras, inilah rahasia yang membuat manusia Saiyan bisa menjadi Super Saiyan!

Bukan melalui amarah atau juga latihan keras, inilah rahasia yang membuat manusia Saiyan bisa menjadi Super Saiyan!

Awalnya, dalam serial Dragon Ball, disebutkan bahwa manusia Saiya bisa berubah menjadi Super Saiyan jika melalui amarah dan emosi yang meledak-ledak. Hal itu terlihat ketika Goku pertama kali menjadi Super Saiyan saat Frieza membunuh Kuririn.

Akan tetapi, memasuki Dragon Ball Super, semakin banyak karakter yang sepertinya bisa dengan mudah berubah menjadi Super Saiyan—seperti Caulifla misalnya, yang hanya dengan latihan semata. Kira-kira kenapa, ya?

Rupanya, manusia Saiya bisa berubah menjadi Super Saiyan bukan karena amarah atau latihan belaka, lho! Fakta ini sendiri dijelaskan oleh Akira Toriyama dalam sebuah wawancara yang dirangkum di Saikyo Jump edisi Januari 2018 (rilis pada 1 Desember 2017). Saat itu sang kreator ditanyai: “Apakah semua manusia Saiya bisa menjadi Super Saiyan melalui latihan?”

Begini jawaban Toriyama:

“Tidak semua manusia Saiya bisa berubah menjadi Super Saiyan melalui latihan atau juga amarah. Untuk memiliki kekuatan ini, seorang Saiya harus memiliki sesuatu bernama ‘S-Cells’ yang cukup dalam tubuhnya. Begitu S-Cells mencapai jumlah tertentu, sebuah pemicu seperti amarah akan meningkatkan jumlahnya secara drastis dan menyebabkan perubahan dalam tubuh—Super Saiyan.

“Kebanyakan manusia Saiya memiliki S-Cells, meskipun jumlahnya tidak banyak. Alasan kenapa anak Goku dan Vegeta bisa menjadi Super Saiyan dengan cukup mudah mungkin dikarenakan mereka mewarisi cukup banyak S-Cells, dan karena lingkungan Bumi lebih aman dan mudah untuk ditinggali daripada planet Vegeta.”

S-Cells menjadi faktor penting supaya seorang Saiyan bisa berubah! Memang amarah dan latihan bisa menjadi pemicu terjadinya perubahan, tetapi ternyata yang terpenting adalah adanya S-Cells di dalam tubuhnya.

Dan sepertinya S-Cells ini bisa diwariskan sehingga menyebabkan generasinya bisa lebih mudah berubah daripada generasi sebelumnya—seperti penjelasan Toriyama.

Akan tetapi S-Cells ini juga dipengaruhi oleh hal lainnya, lho! Lanjut ke halaman 2!

Selain S-Cells, Toriyama menjelaskan lebih lanjut faktor lain yang menyebabkan seorang Saiya bisa mendapatkan wujud legendaris ini:

“Memiliki jiwa yang lembut adalah cara terbaik untuk meningkatkan S-Cells, tetapi kebanyakan manusia Saiya bermasalah dengan ini. Kupikir, inilah yang menyebabkan Super Saiyan tidak muncul dalam waktu yang lama dan akhirnya menjadi legenda.

“Akan tetapi, seseorang tidak bisa mencapai jumlah S-Cells hanya dengan berjiwa lembut, kekuatan fisik dengan jumlah tertentu tetap dibutuhkan. Karena semua alasan inilah, Goku bisa dengan mudah berubah menjadi Super Saiyan.”

Ya, bangsa Saiya pada umumnya adalah bangsa petarung yang kasar. Sehingga sulit bagi mereka untuk berubah. Meskipun begitu, menariknya, pada interview yang sama, Toriyama juga sempat membicarakan tentang Super Saiyan God pertama yang memiliki hati lembut tetapi akhirnya tewas dan menjadi legenda.

Itulah tadi dua faktor yang menyebabkan seorang Saiya bisa berubah memiliki wujud legendaris ini. Lantas, kenapa warna rambutnya menjadi kuning emas? Rupanya ada alasan unik dan menggelikan di balik itu. Kamu bisa membaca penjelasannya melalui link ini.

Sumber: Kanzenshuu