TUTUP

Pemblokiran Manga dan Anime Dilanjutkan Menkominfo, Jangan Lebay

Cukup ditanggapi secara rasional saja, jangan berlebihan.

Akhir-akhir ini kembali heboh oleh kehadiran Tifatul Sembiring yang kedua, iya itu Menteri Komunikasi dan Informatika baru maksud saya, Bapak Rudiantara. Kok bisa Tifatul Sembiring kedua? Mungkin kalian yang sudah pernah berkunjung beberapa media mainstream lain menemukan sesuatu pernyataan dari beliau yang mengatakan bahwa akan terus akan melanjutkan kebijakan sebelumnya yang memblokir situs-situs yang dianggap porno. Nah kebijakan ini langsung disorot banyak netizen mengenai konten-konten dari vimeo, manga, dan anime. Berhubung yang paling ramai ya membahas situs-situs tersebut. Bapak Rudiantara berkomitmen untuk mendukung industri kreatif [/caption] Mengenai Vimeo sendiri, saya mengakui bahwa saya tidak terlalu sering menggunakan situs yang satu ini. Saya pribadi lebih menyukai youtube. Yah meskipun dalam beberapa percobaan pencarian saya, beberapa video berunsur porno masih banyak beredar, tapi saya merasakan ada usaha dari Youtube untuk selalu mengawasi video-video yang diupload oleh Youtubers. Menurut berita yang ditulis disini, Vimeo merupakan salah satu situs digunakan untuk teman-teman dari industri kreatif untuk unjuk kebolehan. Gegara pemblokiran situs inipun, menteri sebelumnya mendapatkan banyak hinaan. Nah yang saya sebenarnya masih belum tahu pasti berapa besarkan pengguna Vimeo yang memanfaatkannya dengan benar dibandingkan dengan yang salah. Mungkin hal inilah yang menjadi pertimbangan mengapa Tifatul Sembiring bersama timnya memblokir situs ini. Tidak mungkin kan mereka ujuk-ujuk tanpa pertimbangan memblokir suatu situs? Mari kita selalu mencoba mendasari pemikiran dengan prasangka positif. Kalaupun di pemerintahan yang sekarang ini sangat mendukung industri kreatif, Vimeo masih diblokir, ya siapapun yang merasa keberatan tentu bisa mengajukan pertimbangan kepada kementrian informasi dan komunikasi yang sekarang ini dipimpin seseorang yang memang ahli di bidangnya. Semoga saja tidak terjadi hal-hal penghinaan yang saya rasa tidaklah baik bagi perkembangan netizen itu sendiri. (baca juga: Kekecewaan Berlanjut, Fans NaruSaku Ingin Naruto dibanned!) Kalau jual yang kayak gini banyak, makanya kok Pemerintah khawatir mengenai anime dan manga[/caption] Oke berikutnya mungkin yang paling ramai lagi adalah mengenai konten manga dan anime yang lagi-lagi menimbulkan banyak komentar disana-sini. Dari yang saya baca disini, Bapak Rudiantara yang memberikan pendapatnya secara pribadi, bukan sebagai Menkominfo, bahwa masyarakat Indonesia belum pandai dalam membedakan mana konten yang buruk dan baik bagi mereka, tidak seperti masyarakat di Amerika Serikat. Tentu saja membaca hal ini, saya ingat akan sesuatu. Pada suatu hari saya menemukan sebuah screenshoot yang memperlihatkan bagaimana seorang siswa justru menonton anime di laptopnya saat sang guru sedang belajar. Saya tidak memungkiri hal ini, bahkan saya sendiri pernah merasakan pengalaman tersebut. Banyak teman yang saya lihat juga begitu. Lalu sebenarnya apa yang harus ditakutkan dari anime dan manga? Kalian harus tahu bagaimana konten ecchi itu pantas di letakkan di Indonesia[/caption] Ketagihan, berlebihan dan lupa waktu. Setidaknya hal inilah yang sempat saya rasakan dulu, dan saya rasa banyak otaku di Indonesia, terutama umur-umur yang masih muda, yang mendownload dan mengoleksi ratusan judul anime, tentu termasuk didalamnya judul-judul yang sedikit ataupun banyak mengandung unsur pornografi yang ditakutkan pemerintah. Pemerintah mungkin tidak mau tahu dan mengganggap semua konten anime dan manga itu termasuk hentai, atau mungkin mereka juga tidak tahu bahwa tidak semua demikian. Toh mau diblokir pun, banyak dari orang Indonesia yang menemukan cara-cara untuk mengaksesnya. Jadi yang perlu dipermasalahkan sekarang mengenai manga dan anime itu yakni bagaimana sih membangkitkan semangat berkarya di era global daripada harus sibuk mencaci-maki pemerintah dan hanya terus-terusan saja menjadi konsumen. Tidak ingin mempengaruhi Indonesia secara positif dengan karya kita? Perilaku tidak berlebihan juga saya rasa menjadi hal yang penting untuk diperhatikan masing-masing individu. Kalian setuju tidak? Boleh suka manga dan anime, tapi harus tahu mana yang buruk dan baik, mana yang berlebihan dan tidak. (baca juga: Ketika Cosplay Menjadi Ajang Pengejekan Masal ) Jangan berlebihan ya[/caption]