TUTUP

Ini 8 Petarung Dragon Ball Super Paling Mengecewakan Selama Universal Survival Saga!

Universal Survival saga kan sudah selesai. Nih, para petarung yang awalnya tampak menjanjikan terus ujung-ujungnya nggak terlalu berkesan!

Ada 80 petarung berlaga di Universal Survival saga. Dari puluhan nama itu, sudah jelas tidak semuanya akan menonjol. Goku sebagai tokoh utama sudah diduga akan membuat gebrakan. Demikian pula dengan Vegeta dan Frieza. Dari semesta lain, sosok seperti Hit, Jiren, dan Caulifla serta Kale sempat mengukir nama dan membuat banyak fan menginginkan mereka di Dragon Ball FighterZ. Lalu ada juga orang-orang di daftar ini. Mereka yang sempat memiliki hype besar, tapi nyatanya malah tidak tampil maksimal. Inilah delapan petarung Dragon Ball Super paling mengecewakan selama Universal Survival saga! Frost adalah petarung Universe 6 yang paling aktif mengincar petarung Universe 7. Namun pada akhirnya tindakannya yang benar-benar bermakna hanya menyingkirkan Krillin dan membuat Master Roshi harus keluar ring. Upayanya yang bisa berdampak sangat besar - mencoba mengalihkan Mafuba ke Vegeta - bisa digagalkan oleh Roshi sendiri. Lalu upayanya untuk bekerja sama dengan Frieza justru membut dia dipermalukan. Uniknya, Frost tidak termasuk petarung Dragon Ball Super paling mengecewakan untuk di versi manga. Di sana, Frost memang tersingkir lebih awal, tapi dia juga mampu mengeliminasi cepat Krillin, Tien, dan banyak petarung Universe 9 sebelum akhirnya dikhianati Frieza. Beda dengan dirinya di versi anime. Debut sebagai pemimpin petarung Universe 10, Murichim tampak sebagai musuh yang minimal bisa memberi satu pertarungan berkesan sebelum akhirnya tersingkir. Nyatanya tidak, Murichim dapat disingkirkan dengan mudah oleh Frieza. Justru Obuni, petarung yang sama sekali tidak menonjol, bisa memberi penampilan yang lebih berkesan dengan bertarung seru lawan Gohan. Kahseral adalah karakter yang terlihat menarik saat diperkenalkan. Pria dengan pangkat jenderal ini tampaknya adalah petarung yang sangat oke, hingga sampai direkrut oleh Toppo. Kahseral lalu menunjukkan hati baiknya dengan membuang waktu demi menyelamatkan seekor kucing. "Aku tidak bisa menyelamatkan semesta jika aku tidak bisa menyelamatkan nyawa di hadapanku!" serunya kepada Toppo. Nyatanya begitu turnamen dimulai hingga tiba saatnya dia keluar arena, aksi Kahseral terasa tidak terlalu menonjol.


Petarung Dragon Ball Super paling mengecewakan dari Universal Survival saga lainnya bisa kamu cek di halaman kedua! Cabba memang bisa mencapai Super Saiyan 2 di Tournament of Power. Namun untuk karakter yang sudah dikenal oleh penonton sebelum Kale dan Caulifla, penampilannya secara keseluruhan kalah menonjol dari Hit, Kale, Caulifla, bahkan duo Saonel dan Pirina. Pada akhirnya, fungsi Cabba lebih membantu Universe 7 (memberi semangat pada Vegeta untuk menjadi lebih kuat) ketimbang semestanya sendiri. Petarung Universe 4 yang satu ini awalnya tampak sebagai petarung unggulan Quitela, sang Dewa Kehancuran semestanya. Dia bahkan diperlihatkan melapor langsung ke Quitela. Ganos lalu menunjukkan kalau dia memang bukan macam-macam. Master Roshi, yang bisa mengeliminasi banyak rekannya, pun berhasil didesaknya. Kalau saja dia bisa menangani Roshi, Ganos mungkin dapat menjadi petarung yang lebih berkesan. Sayangnya, dia termasuk petarung Dragon Ball Super paling mengecewakan karena tereliminasi oleh Roshi. Kalau dilihat sepak terjangnya keseluruhan, Ganos tidak berbuat banyak selama turnamen. Katopesla tidak mendapat perkenalan seperti Ganos dan Kahseral. Namun dia menjadi sosok yang diperhitungkan karena bisa bertahan sangat lama di turnamen. Namun Katopesla kemudian tidak berbuat banyak. Dia sempat menghajar Vegeta hanya karena Vegeta dengan bodoh berupaya membangkitkan Ultra Instinct. Dia diabaikan oleh Frieza, yang merasa teknik orang ini terlalu konyol. Lalu akhirnya dia disingkirkan oleh Damon, yang terlalu kecil untuk dia lihat.
Dua petarung Dragon Ball Super paling mengecewakan dari Universal Survival saga bisa kamu cek di halaman ketiga. Dua ini rasanya pasti kamu kenal! Penulis sudah pernah menuliskan sebelumnya alasan kenapa Son Gohan termasuk petarung Dragon Ball Super paling mengecewakan dari Universal Survival saga. Intinya begini: Gohan sudah dipilih oleh Goku sebagai kapten semestanya. Dia juga menunjukkan kalau wujud Ultimate-nya sekarang bisa beradu dengan Super Saiyan Blue, dan hanya bisa ditaklukkan oleh Super Saiyan Blue Kaio-ken. Dengan pertunjukan seperti itu, banyak yang mengira Gohan akan ikut menembus batas di Universal Survival saga, seperti Vegeta yang memperoleh SSGSS Evolution atau Goku dengan Ultra Instinct. Tapi tidak, Gohan tereliminasi tanpa sempat menembus batas. Sejak awal juga tidak ada rasanya yang memperhitungkan Krillin akan menjadi juara. Tapi setelah teknik-teknik yang dia tunjukkan saat pertarungan persahabatan melawan Goku, fan mengira dia akan bertahan lebih lama dari Roshi atau Tien. Terutama karena latihan Roshi terlihat begitu konyol, sementara Tien sama sekali tidak menonjol saat dia ikut pertarungan melawan Piccolo dan Gohan bersama Goku. Sakitnya sih Krillin memang sempat membuktikan dia bukan sekedar tokoh lawak lagi. Dengan teknik dan akal, dia berhasil mengeliminasi sejumlah petarung dan juga menyelamatkan istrinya. Tapi karena dia lengah, dia pun tersapu oleh Frost. Tapi ini masih mending. Di versi manga, Krillin disingkirkan oleh Frost dengan sangat-sangat mudah. Entah kenapa Toyotaro selaku pengarang manga Dragon Ball Super membenci manusia botak yang satu ini.
Itulah delapan petarung Dragon Ball Super paling mengecewakan di Universal Survival saga. Gimana nih menurutmu? Ada yang tidak setuju? Sampaikan di kolom komentar!