TUTUP

Pembahasan Manga Dragon Ball Super 46: Goku dan Vegeta Kalah Telak!

Walah, Goku dan Vegeta kalah telak dari Moro! Gimana ya ngalahin musuh yang bisa nyedot energi terus-terusan?

Di bab sebelumnya, Vegeta sempat mengungguli Moro. Namun seperti biasa, jika Vegeta yang unggul biasanya akan terjadi hal buruk kemudian. Moro pun sudah menyerap kehidupan dari wilayah di sekelilingnya, termasuk membuat Goku dan Vegeta tak mau bertransformasi. Lalu apa yang terjadi di manga Dragon Ball Super 46? Simak ulasannya di bawah ini! Whis merasakan energi kehidupan di Namek Baru menurun tajam. Meski begitu, Beerus tampaknya tidak berminat untuk terlibat dalam masalah di sana. Ia lebih sibuk iseng memancing dan bermalas-malasan. Yah, sepanjang dialog ini Whis sama sekali tidak mengungkap penyebab kenapa energi kehidupan Namek menurun sih. Padahal di panel terakhir, kita melihat Whis melihat pertarungan Goku dan Moro. Kalau Beerus tidak minat ke Namek karena makanan di sana tidak enak, akankah Whis nantinya turun tangan untuk membimbing Goku? Toh di Dragon Ball Super: Broly juga Whis bergerak sendiri tanpa Beerus. Whis bahkan sempat menghibur Broly sebentar, setelah Frieza digebuk habis-habisan. Moro membuat saya tersadar betapa pentingnya energi chi untuk Saiyan. Super Saiyan? Super Saiyan God? Super Saiyan Blue? Semua wujud itu dicapai oleh Goku dan Vegeta dengan mengerahkan energi tenaga dalam mereka. Bahkan di Tournament of Power pun sudah disebut-sebut kalau Goku tidak senantiasa menggunakan Blue karena ia harus menghemat energi. Nah, begitu energi Vegeta dan Goku disedot habis, keduanya pun tak berdaya dan bisa di-K.O. dengan mudah. Terutama karena Moro sendiri kini menjadi lebih kuat. Kesalahan Moro satu: dia membiarkan Goku dan Vegeta hidup. Goku dan Vegeta kemudian terbangun tiga hari kemudian. Mungkin ini bukan alur untuk Goku dan Vegeta. Mungkin sejak awal ini adalah alur untuk Buu. Kita belum diperlihatkan, namun Merus mendengar Buu akhirnya sudah bangkit. Makhluk itu sudah memakan persediaan makanan Galactic Patrol saat Merus sampai. Grand Supreme Kai adalah sosok yang dulu bisa mengalahkan Moro. Keberadaan Grand Supreme Kai di diri Buu juga yang membuat kepribadiannya lebih lucu, bukan sadis seperti Super Buu atau murni jahat seperti Kid Buu. Sekarang, Grand Supreme Kai yang melebur dengan Buu juga memiliki kekuatan sang Majin. Buu sudah tertidur melewatkan Tournament of Power. Saya menduga Toyotaro akan memanfaatkan alur Moro ini untuk, akhirnya, menunjukkan kekuatan Buu. Gara-gara Moro semberono, Vegeta dan Goku bisa diselamatkan. Mereka terjaga tiga hari kemudian, sepertinya tubuh mereka masih sakit dan energi mereka belum pulih, namun mereka bisa melawan balik. Ini penting, berhubung selama Goku dan Vegeta K.O., Moro sudah mengumpulkan tiga Dragon Ball. Kalau dia bisa memanggil Porunga dan mendapatkan permintaannya, situasi akan semakin sulit dikendalikan. Yah, berharap saja Buu bisa membantu mereka. Demikianlah hal-hal menarik dari manga Dragon Ball Super 46. Gimana menurut kamu? Sampaikan di kolom komentar!