TUTUP

Pembahasan Manga Dragon Ball Super 41: Ultra Instinct Versi Manga!

Akhirnya Ultra Instinct Sempurna muncul di Dragon Ball Super 41! Apakah cukup untuk melawan Jiren?

Tournament of Power versi manga berjalan dengan kurang berkesan sejauh ini. Banyak momen epik dari versi anime yang dilewatkan begitu saja oleh Toyotaro. Karakter-karakter tereliminasi dengan terlalu mudah. Adegan emosional disajikan dengan hambar. Tahu-tahu saja sekarang kita sudah berada di penghujung akhir turnamen. Namun sepertinya Toyotaro masih berupaya membuat duel akhir melawan Jiren menarik. Simak ulasannya di bawah ini! sumber: manga dragon ball super 41[/caption] Di anime, Goku mencapai Ultra Instinct Sempurna setelah melihat pengorbanan Android 17 dan Vegeta. Android 17 juga sudah mengorbankan diri, namun Vegeta masih berada di arena di versi manga ini. Namun Goku tetap dapat menguasai Ultra Instinct dari wujud Omen (tidak sempurna) ke wujud sempurna. Yang menarik di sini adalah Ultra Instinct Sempurna versi manga ini juga tak terlihat sekuat di versi anime. Goku memang bisa menghajar Jiren, namun Jiren dapat bertahan dan terus menjadi kuat sepanjang pertandingan. Pada akhirnya, disorot kalau kelemahan Ultra Instinct adalah Goku masih belum terbiasa menggunakannya. Akhirnya Ultra Instinct ini pun habis sebelum Jiren bisa terdesak seperti di anime. Setidaknya sih di sini efek habisnya Ultra Instinct tak separah di versi anime. Goku masih bisa bertarung, bukannya lumpuh untuk beberapa waktu. sumber: manga dragon ball super 41[/caption] Tidak ada Dragon Ball di Universe 11. Ini sudah terasa di versi anime, di mana Jiren tidak pernah menghidupkan guru dan rekan-rekannya yang mati dibunuh monster. Di versi manga ini pun demikian. Jiren ingin menggunakan Super Dragon Ball "hanya" untuk menghidupkan gurunya. Yah, memang Dragon Ball reguler pun memiliki batasan untuk membangkitkan kembali seseorang. (Satu tahun setelah kematian orang tersebut). Super Dragon Ball mampu melewati limitasi-limitasi tersebut. Namun di Universe 7 sih menghidupkan kembali orang bisa dilakukan dengan Dragon Ball reguler. sumber: manga dragon ball super 41[/caption] Yang mengejutkan juga ternyata ada perubahan soal masa lalu Jiren. Ternyata di versi manga, guru Jiren yang menyarankan dia untuk masuk Pride Troopers. Di anime, guru Jiren sudah mati jauh sebelum dia bergabung dengan Pride Troopers. Di versi manga, Gicchin (sang guru) melihat Jiren sangat kuat, namun dia adalah petarung penyendiri. Dia ingin Jiren belajar kerja sama tim di Pride Troopers. Saking kuatnya Jiren, itu tidak pernah terjadi. Ia biasanya beraksi sendiri. Itu juga membuat Gicchin tidak pernah mengakui Jiren. Di manga ini pun Jiren justru merasakan menjadi korban dari kerja sama tim, saat Vegeta dan Goku memutuskan untuk melawannya bersama-sama. sumber: manga dragon ball super 41[/caption] Goku dan Vegeta sama-sama tidak bisa bertransformasi untuk sekarang. Namun Jiren sudah melemah. Duo Vegeta dan Goku pun begitu bagus hingga Jiren tetap terdesak karenanya! Walau Toyotaro memiliki banyak kelemahan dalam menggarap Universal Survival saga, setidaknya dia masih bisa memasukkan unsur yang menarik ke dalam ceritanya. Seperti duet ini. Terungkap kalau tujuan Whis melatih Goku dan Vegeta berdua adalah supaya mereka bisa meluncurkan serangan kombinasi seperti ini. Akankah ini menjadi kunci kemenangan Universe 7 versi manga? Mungkin iya, mungkin tidak. Bisa saja Vegeta kemudian tetap tersingkir dan Goku harus menggunakan Ultra Instinct sekali lagi. Bisa saja pada akhirnya Goku harus meluncurkan kombinasi lagi, namun kali ini dengan Frieza (seperti di anime).


Kebangkitan Ultra Instinct di Dragon Ball Super 41 ini mungkin tidak seepik versi anime. (Sebenarnya, banyak momen yang di anime epik namun disajikan hambar oleh Toyotaro). Namun ini tetap salah satu bab Dragon Ball Super paling menghibur. Latar belakang Jiren juga, meski dibikin lebih sederhana, terasa lebih oke ketimbang masa lalu dramatis versi anime. Gimana menurut kamu soal manga Dragon Ball Super 41? Sampaikan di kolom komentar!