TUTUP

Transformers, Perjalanan Panjang Mainan Jepang Menjadi Bisnis Miliaran Dolar

Perjalanan panjang Transformers diawali dari perusahaan mainan di Jepang, Takara yang memamerkan deretan mainan terbaru mereka. Lisensi dua seri mainan yang terdiri dari robot-robot yang bisa berubah wujud tersebut dibeli oleh Hasbro, dan itulah yang diyakini menjadi cikal bakal Transformers.

Perjalanan panjang tiga puluh tahun Transformers diawali dari sebuah event mainan di Tokyo. Pada tahun 1983 ketika para representatif Hasbro menghadiri sebuah event bernama Tokyo Toy Fare untuk menemukan sesuatu yang cukup menjanjikan jika dibawa ke negara barat. Pada saat itu, salah satu perusahaan mainan di Jepang, Takara tengah memamerkan deretan mainan Diaclone dan Micro Change Series. Lisensi dua seri mainan yang terdiri dari robot-robot yang bisa berubah wujud ini akhirnya dibeli oleh Hasbro, dan akhirnya dirilis hanya menjadi satu nama saja untuk menghindari bentrok nama dengan produk lain. Inilah yang diyakini menjadi cikal bakal Transformers. Tahun 1983 Hasbro mendapatkan lisensi dari beberapa seri mainan yang bisa berubah bentuk di Jepang dan akhirnya meletakkan mereka di bawah payung satu nama, The Transformers. Takara akhirnya menjadi partner utama mereka untuk mengembangkan produk-produk Transformers baru. Tahun 1984 Sebanyak 21 mainan Transformers awal akhirnya lahir, termasuk beberapa yang kita kenal Optimus Prime, Megatron, Bumblebee, Jazz dan Starscream. Deretan 21 mainan awal ini akhirnya dikenal sebagai era Generation 1. Tahun 1985 Hasbro akhirnya merilis seri kedua dari Transformers. Kali ini, mereka memfokuskan kepada pengenalan dua “anggota” baru, Dinobots dan Constructicons. Tahun 1986 Untuk pertama kalinya, Transformers: The Movie ditayangkan di layar lebar. Tahun 1987 Salah satu mainan terbesar Transformers dibuat. Bernama Fortress Maximus, mainan ini memiliki tinggi sekitar 60 cm. Tahun 1988 Optimus Prime “dibangkitkan” kembali bersama dengan beberapa robot baru dari Hasbro. Seri ini juga menandai teknologi baru dari Hasbro yang disebut dengan Powermaster, dimana mainan yang lebih kecil dibutuhkan untuk membuka fitur baru di mainan yang lebih besar dan lebih eksklusif. Tahun 1989 Mengikuti Optimus Prime, berturut-turut Bumblebee, Jazz dan Grimlock dihadirkan kembali dalam mainan seri terbaru. Tahun 1990 Hasbro merilis Transformers Action Masters. Tahun 1992 Hasbro memperkenalkan Transformers: Generation 2 bersamaan dengan serial animasi TV baru, yang menggunakan teknologi CGI terbaru pula. Tahun 1994 Untuk pertama kalinya diselenggarakan Transformers Bot Con di Fort Wayne, Indiana. Bot Con merupakan sebuah konvensi yang mempertemukan para penggemar Transformers dari seluruh penjuru negeri. Tahun 1995 Film animasi Transformers: Beast Wars dirilis dan langsung menjadi populer. Tahun 1996 Karena kesuksesan Beast Wars, Hasbro pun mulai merilis deretan mainannya. Posisi Autobot dan Decepticon digantikan oleh Maximal dan Predacon, robot yang bisa berubah wujud menjadi hewan dan serangga. Pada tahun ini, Hasbro juga memperkenalkan Blackarachnia, sosok Transformers wanita pertama. Tahun 1999 Serial Transformers: Beast Wars berevolusi dan memperkenalkan beberapa karakter robot baru. Selain itu, namanya pun berubah menjadi Transformers Beast Machines. Tahun 2001 Serial animasi Transformers: Robots in Disguise memulai debutnya. Selain itu, Hasbro juga merilis deretan mainan baru yang membuat Transformers kembali ke asal mulanya, yaitu robot yang bisa berubah menjadi berbagai macam kendaraan. Tahun 2002 Serial animasi Transformers Armada memulai debutnya, bersamaan dengan deretan mainan Armada termasuk Minicons. Tahun 2003 Hasbro untuk pertama kalinya memperkenalkan mainan Transformers Unicron, yang terinspirasi dari karakter robot paling jahat di dunia Transformers. Tahun 2004 Transformers merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Sebagai hadiahnya, Hasbro mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan DreamWorks dan Paramount Pictures untuk membawa Transformers ke layar lebar. Tahun 2007 Tepatnya 3 Juli 2007, Transformers mulai ditayangkan di layar lebar. Hasilnya sangat memuaskan, dimana film ini berhasil mendapatkan US $709 juta dari penayangannya di seluruh dunia. Tahun 2009 Film layar lebar kedua Transformers, Revenge of The Fallen dirilis. Film ini lebih sukses dari film pertama, dan mendapatkan US $836 juta dari penayangan di seluruh dunia. Tahun 2010 Film ketiga Transformers, Dark of The Moon ditayangkan di layar lebar, dan berhasil meraup US $1,123 Miliar dari penayangan di seluruh dunia. Tahun 2014 Setelah berselang sekitar 4 tahun dari film ketiganya, ditahun ini Hasbro dan Paramount Pictures kembali membuat film keempatnya, Transformers: Age of Extinction, yang sudah mulai tayang 25 Juni 2014 kemarin. Kini yang menjadi pertanyaan, dengan pemain yang semuanya baru, mampukah film yang telah menelan dana sekitar US $165 juta, atau sekitar Rp. 1.9 trilyun ini, meraih kesuksesan seperti Dark of the Moon, atau bahkan lebih?