TUTUP

Record of Ragnarok 80: Terungkapnya Kemampuan Asli Apollo

Leonidas sampai kena hajar berulang kali olehnya

Di Record of Ragnarok bab 79, Leonidas sempat berada di atas angin setelah perisainya terlihat menghantam Apollo dengan telak. Akan tetapi, bab terbarunya justru menunjukkan kalau dewa matahari tersebut tak bisa ditumbangkan dengan mudah.

Bagaimana situasi pertarungan antara raja Sparta dengan dewa Yunani tersebut? Berikut pembahasannya!

Baca Juga: Record of Ragnarok 79: Kekuatan Volundr Leonidas Diungkap!

1. Apollo berhasil mendarat dengan mulus meski sempat terkena serangan

Apollo berhasil mendarat dengan mulus ( Dok. Comic Zenon / Record of Ragnarok )

Sebelumnya, kita diperlihatkan kalau kemampuan tersembunyi perisai Leonidas berhasil menghantam Apollo.

Namun ternyata, bab terbarunya menunjukkan kalau Apollo tak semudah itu terkena serangan langsung Leonidas. ia malah berhasil mendarat dengan mulus tanpa menderita luka parah.

Leonidas tentu saja marah besar melihat serangannya gagal. Ia pun kembali melanjutkan dengan jurusnya, Phalanx Echoes Prodigy.

Lagi-lagi, Apollo berhasil menghindari serangan tersebut dengan elegan. Aksi tersebut tentu para penonton perempuan dari bangku penonton dewa sampai berteriak kegirangan.

2. Apollo memakai senjata yang bernama Threads of Artemis

Apollo membuat sarung tinju dari Threads of Artemis ( Dok. Comic Zenon / Record of Ragnarok )

Saat Göll mengamati pertarungan tersebut, ia menyadari ada sesuatu yang berkilauan dari gauntlet milik Apollo. Brunhilde menjelaskan bahwa itu adalah senjata suci dewa tersebut yang bernama Threads of Artemis.

Di awal cerita, dijelaskan bahwa benang tersebut mampu menjadi beragam benda mulai dari harpa, perisai dan juga panah.

Meskipun bentuk aslinya terbilang lemah, Threads of Artemis sendiri dipintal dengan energi cahaya yang membuatnya jauh lebih kuat.

Kekuatannya bahkan sanggup menahan putaran bilah pedang yang keluar dari perisai Leonidas. Hal ini juga menjelaskan kenapa Apollo bisa selamat dari serangan langsung perisai tersebut.

3. Apollo berhasil meninju Leonidas dengan telak

Leonidas kena tonjok dari Apollo ( Dok. Comic Zenon / Record of Ragnarok )

Selain panah, harpa dan perisai, terungkap kalau Threads of Artemis juga bisa dipakai untuk membuat mode senjata lain.

Sebelum kembali menyerang, Apollo sempat menciptakan bentuk lain yaitu sarung tangan. Mode itu sendiri diberi nama Lyre of Phoebus.

Akan tetapi, Leonidas tak mau memberi kesempatan pada dewa tersebut untuk mendekat. ia pun melepaskan serangan beruntun perisainya yang bernama Phalanx Asanatos.

Dan sekali lagi, Apollo menggunakan pergerakannya yang gesit sehingga ia luput dari semua serangan Leonidas. Ia pun berhasil memotong jarak di antara mereka keduanya dan menyarangkan satu tonjokan keras ke pipi raja Sparta tersebut.

Leonidas sendiri masih bisa bertahan namun Apollo berhasil menguasai keadaan. Ia berkali-kali menghajar raja tersebut tanpa terkena serangan balik sedikitpun dengan langkah kakinya yang cepat.

Zeus sendiri sampai memuji gerakan tersebut dan berkata itu adalah teknik yang indah dari Apollo yang ternyata digelari dewa tinju.

4. Apollo tiba-tiba membuat garis ringnya sendiri

Apollo membuat garis ring ( Dok. Comic Zenon / Record of Ragnarok )

Selama pertarungan berlangsung, para penonton sempat mengoceh. Dari kubu manusia, mereka meneriaki Apollo tak boleh kabur dari semua serangan. Sedangkan para dewa berkata kalau jagoan mereka mengambil keputusan bagus untuk terus menjaga jarak.

Dari situlah, Apollo yang dari tadi mendengar percakapan para penonton tiba-tiba mengeluarkan dua utas benang dan langsung mencambuk arena tersebut hingga tercipta dua garis pembatas.

Secara tak terduga, Apollo ingin menciptakan ring khusus karena merasa arena mereka terlalu luas.

5. Apollo memberikan pernyataan bahwa ia akan memenuhi ekspetasi semua dewa

Apollo bersumpah bahwa ia akan memenuhi ekspetasi para dewa sebagai dewa matahari yang agung ( Dok. Comic Zenon / Record of Ragnarok )

Leonidas yang melihat hal itu tentu merasa dilecehkan karena Apollo seperti benar-benar meremehkannya. Ia bahkan sampai bertanya apa yang direncanakan dewa matahari tersebut.

Akan tetapi, Apollo mengatakan bahwa itu adalah pertanyaan bodoh. Pria tampan itu membuat ringnya sendiri karena semata-mata ingin menunjukkan bahwa ia lebih kuat dari Leonidas.

Apollo hanya ingin menunjukkan bahwa ia bisa memenuhi ekspetasi semua orang sebagai dewa matahari.

Itulah pembahasan tentang kelanjutan duel Leonidas melawan Apollo.

Bagaimana pendapat kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Baca Juga: 10 Fakta Hades Record of Ragnarok, Penguasa Dunia Bawah!