TUTUP

Opini: 6 Alasan Film Dragon Ball Broly Lama Lebih Seru dari DBS Broly

Salah satunya adalah perbedaan kekuatan Z Fighters dan Broly

Para penggemar Dragon Ball pasti pernah menonton  film yang menyoroti sosok Broly sebagai Legendary Super Saiyan. Salah satu film lama yang menyorot Broly adalah Dragon Ball Z: Broly - The Legendary Super Saiyan. Lalu di dunia Dragon Ball Super ada yang masih relatif baru: Dragon Ball Super: Broly.

Terlepas dari kualitas cerita dan animasi, ada beberapa hal yang membuat versi lama Broly terasa lebih seru ditonton.

Apa saja faktor yang membuat film Broly versi lama daripada yang baru? Simak pembahasannya berikut ini!

Baca Juga: Teori: Saitama Melawan Broly, Siapa yang Akan Menang?

1. Benar-benar melibatkan Goku secara pribadi sebagai salah satu penyebab konflik dalam cerita

Goku vs Broly pertama bertemu di movie Dragon Ball Z ( Dok. Toei Animation / Dragon Ball Z )

Alasan pertama film lamanya lebih seru adalah film ini benar-benar melibatkan Goku secara pribadi dalam konflik dengan Broly.

Dalam versi Dragon Ball Z, diceritakan kalau Broly memendam kebencian secara naluriah pada Goku sejak masih bayi akibat terganggu oleh tangisannya.

Memang alasannya terkesan remeh. Namun jika berbicara tentang personaliti Broly versi lama yang cenderung liar dan gila, hal itu terasa wajar untuk karakter seperti dia.

Ingat, Broly versi lama bukan penjahat yang punya ambisi seperti Frieza tetapi lebih ke tipe bencana berjalan di mana ia memang bergerak memakai instingnya untuk melenyapkan hal yang dirasa menganggu ketenangannya. Dalam kasus ini, hal yang paling mengusik hidupnya adalah Goku sendiri.

Nah, Goku sebagai pemicu kebuasan sang Legendary Super Saiyan tentu mau tak mau harus bertanggung jawab untuk mengalahkan Broly jika tak ingin dunia mengalami kehancuran.

Berbeda dengan versi Dragon Ball Super, di mana pada dasarnya Goku dan Broly tak punya masalah pribadi sama sekali. Mereka bertarung karena desakan keadaan di mana Broly sempat dimanipulasi ayahnya dan Frieza untuk terus menunjukkan kekuatannya.

2. Perbedaan kekuatan protagonis dan antagonis yang sangat jauh

Goku vs Broly di movie Dragon Ball Z ( Dok. Toei Animation / Dragon Ball Z )

Dragon Ball Super Movie Broly memang menyajikan pertarungan yang indah antara tiga Saiyan murni, yaitu Son Goku, Vegeta dan Broly. Akan tetapi, soal keseruan pertarungan tentu masih dipegang versi lamanya.

Hal itu dikarenakan dalam versi Dragon Ball Z, para Saiyan kala itu baru bisa mengakses fase pertama Super Saiyan. Sedangkan Broly diketahui telah berkembang terlalu kuat sehingga harus memakai perangkat khusus agar pikirannya tetap terkendali.

Alhasil, para Z Fighters menjadi bulan-bulanan oleh Broly begitu ia memasuki mode Legendary Super Saiyan.

Yang lebih parah, mereka bahkan tak pernah sekalipun membuat Broly babak belur. Jangankan terluka, Broly saja tak tergores sedikitpun dan masih bisa tertawa meski terkena Kamehameha dalam jarak dekat.

Hal itu membuat para Z Fighters harus mengerahkan segalanya, termasuk sisa-sisa energi Ki mereka agar Goku mengumpulkan cukup kekuatan untuk sekedar membuat Broly kalah.

Yup, itu baru "sekedar" karena sosok Broly masih membuat masalah di dua sekuel lain film Dragon Ball Z, yaitu Broly-Second Coming dan Bio Broly.

Bandingkan dengan versi Dragon Ball Super, di mana meski hanya Goku dan Vegeta yang turun, mereka jauh lebih siap karena telah mendapat pelatihan dari Beerus dan Whis dan mempunyai sejumlah kartu andalan seperti wujud Super Saiyan Blue dan Fusion.

3. Para protagonis dikejar waktu untuk menyelesaikan konflik

Komet Camori mulai menabrak planet New Vegeta ( Dok. Toei Animation / Dragon Ball Z )

Tidak hanya harus berhadapan melawan musuh berkekuatan dahsyat, Goku dan rekan-rekannya juga dikejar waktu sehingga membuat pertempuran mereka terasa lebih seru dibanding versi barunya.

Bayangkan saja, mereka dipaksa untuk membereskan Broly di planet yang akan tertabrak komet Camori dalam waktu dekat.

Masalahnya, usaha para Z Fighters memakan waktu terlalu banyak hanya untuk sekedar membongkar konspirasi Paragus yang ingin melenyapkan Vegeta. Barulah saat Goku mengungkap kalau Broly itu Legendary Super Saiyan, semuanya mulai terlambat karena komet Camori telah mendekat.

Mau tak mau, para Z Fighters harus menyatukan kekuatan untuk melawan Broly sebelum tempat mereka bertarung keburu hancur duluan.

Di sinilah letak menariknya film ini! Jika memilih kabur, tentu Broly akan mengejar mereka ke luar angkasa dan menghancurkan semuanya termasuk bumi.

Namun kalau Z Fighters tak membereskan Saiyan itu tepat waktu, tentu mereka akan mati terkena tabrakan komet Camori.

4. Kepribadian Broly versi Dragon Ball Z benar-benar terasa begitu horor

Broly versi lama ( Dok. Toei Animation / Dragon Ball Z )

Perlu diakui kalau Broly versi Dragon Ball Super memang lebih baik dari segi kepribadian. Namun, semua pasti setuju kalau Broly versi lamanya benar-benar meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemarnya.

Bagaimana tidak lupa? Broly versi lama bukan Saiyan yang kesulitan mengontrol kekuatannya. Tapi dia adalah sosok inkarnasi kehancuran yang melenyapkan segala sesuatu termasuk galaksi hanya untuk kepuasan hatinya sendiri.

Bayangkan saja! Ia tega menghancurkan planet Shamonian sebagai bahan bercandaan, membunuh dan melempar ayahnya sendiri ke komet Camori dan menyiksa Goku dengan menginjaknya berulang kali seperti trampolin.

Tak heran jika Vegeta saja sampai kena mental begitu tahu seberapa horornya Broly versi lama.

Hal ini juga membuat para Z Fighters layak mendapat respek lebih karena mereka berani menantang sesuatu yang jelas-jelas lebih kuat demi bisa bertahan hidup dan juga menyelamatkan dunia.

5. Adanya sisipan pertentangan dalam kubu protagonis

Vegeta yang masih kena mental setelah melihat eksistensi Broly ( Dok. Toei Animation / Dragon Ball Z )

Tidak hanya perbedaan kekuatan, alasan film Broly versi Dragon Ball Z lebih seru karena adanya konflik internal di kubu Z Fighters sendiri.

Memang sih di Dragon Ball Super, Vegeta sempat menolak membantu Goku. Namun alasannya sendiri terbilang remeh karena ia malu melakukan pose Fusion.

Bedakan dengan versi lamanya, di mana Vegeta kala itu masih berpegang teguh pada idealismenya sebagai pangeran bangsa Saiyan. Demi harga dirinya, ia masih sempat-sempatnya menolak membantu meski Goku hampir di ujung tanduk.

Barulah setelah Goku mengatakan Vegeta adalah harapan terakhir, barulah ia membagikan kekuatan terakhirnya.

6. Tidak ada dukungan dari figur makhluk dewa membuat perjuangan para Z Fighters lebih susah dibanding pada versi Dragon Super

Whis vs Broly ( Dok. Toei Animation / Dragon Ball Super Movie: Broly )

Poin satu ini bisa dikatakan merupakan alasan mengapa pertarungan melawan Broly di versi Dragon Ball Z terasa lebih sulit karena Z Fighters belum punya dukungan dari figur dewa.

Memang sih ada Kaio yang sempat hadir. Namun dia muncul hanya untuk memerintahkan Goku melacak dan mengalahkan sumber ancaman.

Ujung-ujungnya, Goku dan kawan-kawan harus berjuang sendiri jika tak mau galaksi tempat tinggal mereka hancur sepenuhnya.

Kalau di versi Dragon Ball Super, perjuangan Goku dan Vegeta sedikit mudah karena ada Whis yang sempat membantu meski hanya sekedar pengalih perhatian. Tidak hanya itu, Frieza juga ada di situ sebagai umpan agar Goku dan Vegeta bisa kabur untuk sementara waktu.

Andaikan memang Broly dirasa sebagai ancaman, Whis tinggal memanggil Beerus untuk menghancurkan Saiyan itu untuk selamanya.

Itulah daftar alasan mengapa Dragon Ball Z: Broly - Legendary Super Saiyan lebih seru daripada Dragon Ball Super: Broly.

Bagaimana pendapat kalian? Tulis di kolom komentar!

Baca Juga: Teori: Gimana Jadinya Kalau Broly Melawan Beerus di Dragon Ball?