WhatsApp "Kaya Mendadak," Facebook Membelinya Dengan Nilai 224 Trilyun!

Facebook setuju membeli WhatsApp dengan nilai 224 trilyun. Apalah hal itu akan membuat WhatsApp berubah? Apakah nantinya akan ada iklan selama kita menggunakan WhatsApp?

WhatsApp Kaya Mendadak, Facebook Membelinya Dengan Nilai 224 Trilyun!

Pada tahun 2012 lalu, Mark Zuckerberg pendiri Facebook merubah fokus jejaring sosialnya, yang sebelumnya lebih mengutamakan pengguna desktop, menjadi mobile. Mereka sudah mengambil rute yang tepat, seperti dengan membeli Instagram, mengenalkan launcher Facebook Home yang dikonfirmasikan awal tahun 2013 lalu sebagai salah satu cara mereka mengenalkan halaman news feed Facebook langsung melalui antar muka dasar sebuah smartphone, ingin mencoba peruntungan dengan memproduksi Facebook phone mereka sendiri dengan HTC First, hingga terakhir 30 Januari 2014 lalu Facebook merilis Facebook Paper, yang bisa jadi menjadi awal yang besar bagi Facebook bagi mereka yang mengakses akun secara mobile.

Dengan pencapaian total pendapatan mereka selama kuartal keempat tahun 2013 lalu sebesar US $2.53 milyar, dimana 53% diantaranya didapatkan melalui iklan di halaman versi mobile-nya, Facebook makin yakin bahwa masa depan jejaring sosial berada di mobile, bukan desktop. Dan kembali berlanjut dengan langkah baru Facebook yang diumumkan kemarin. Kami pun tidak terkejut mendengarnya, mereka membeli salah satu instant messaging, bahkan yang oleh para analis dianggap sebagai yang paling ramai dan banyak digunakan oleh pengguna mobile, yaitu WhatsApp.

WhatsApp Kaya Mendadak, Facebook Membelinya Dengan Nilai 224 Trilyun!

Jejaring sosial tersebut dilaporkan membeli WhatsApp dengan nilai US $16 milyar, atau sekitar Rp. 188,4 trilyun dalam bentuk uang tunai dan saham, plus tambahan US $3 milyar, atau sekitar Rp. 35,325 trilyun dalam bentuk saham untuk para karyawan WhatsApp. Jika kamu mengikuti berita di Duniaku akhir-akhir ini, nilai tersebut sama dengan 6 kali harga Motorola yang dibeli Lenovo, atau yang terdekat dengan berita kali ini, nilai WhatsApp itu sama dengan 19 kali nilai Instagram.

Nilai US $16 milyar tadi juga terbagi menjadi saham senilai US $12 milyar dan uang tunai senilai US $4 milyar. Persetujuan pembelian ini juga termasuk dengan tambahan saham Facebook senilai US $3 milyar saham Facebook (dalam bentuk 45,966,444 restricted stock) untuk para karyawan WhatsApp, yang diberikan setelah persetujuan ini selesai. Total saham US $3 milyar tersebut dinilai berdasarkan harga saham saat ini – dan bisa jadi nilainya lebih rendah saat persetujuan selesai. Facebook sendiri mendapat waktu memproses persetujuan ini sampai 19 Agustus 2014 mendatang, atau jika tidak terpenuhi, WhatsApp bebas menarik diri dan mendapatkan uang tunai US $1 milyar dan saham Facebook senilai US $1 milyar sebagai kompensasi.

WhatsApp sendiri saat ini mengklaim bahwa mereka memiiki 450 juta pengguna (70% diantaranya menjadi pengguna aktif), jumlah yang sangat besar bagi Facebook untuk menjadi sasaran strategi mobile mereka ke depannya. Jumlah tersebut meningkat pesat dari 400 juta user yang mereka klaim Desember 2013 lalu. Dan meskipun mungkin sebagian besar pengguna WhatsApp juga memiliki akun Facebook, bisa jadi ini juga menjadi reaksi jejaring sosial tersebut setelah instant messaging lainnya, seperti Viber juga diambil alih oleh raksasa retail online Jepang Rakuten, dengan dugaan sejauh ini akan dimanfaatkan usernya sebagai sasaran iklan. Namun untuk WhatsApp, Facebook menyebutkan jika aplikasi chatting tersebut akan tetap menjadi produk yang terpisah, serta tidak ada integrasi iklan Facebook ke dalamnya.

WhatsApp Kaya Mendadak, Facebook Membelinya Dengan Nilai 224 Trilyun!

Tentu saja pernyataan Facebook tersebut sedikit melegakan banyak pengguna WhatsApp, yang menyukai layanan instant messaging tersebut karena kesederhanaan antar muka dan ringannya pengoperasian, plus bebas iklan dan gratis. WhatsApp dikembangkan mulai tahun 2009 oleh dua mantan staff Yahoo (Brian Acton dan Jan Koum), dan dengan pengembangannya yang dilakukan sepenuhnya di Rusia, dimana programer di sana mau bekerja dengan imbalan yang tidak terlalu besar, meskipun WhatsApp sendiri berbasis di California. Dengan demikian, memungkinkan aplikasi ini terus bebas dari iklan, dan hanya mendapatkan pemasukan melalui biaya berlangganan selama setahun yang sangat murah, yaitu US $0.99 (walaupun mayoritas penggunanya bisa menggunakanan layanan ini secara gratis terus-menerus). WhatsApp memungkinkan kita mengirim tulisam, gambar, dan pesan suara ke siapa saja pengguna WhatsApp. Dan yang paling kami sukai, WhatsApp tidak memaksa penggunanya membuat username atau PIN, namun bergantung pada nomor HP. Jadi selama masih menggunakan nomor utama, siapa pun bisa menggunakan WhatsApp dengan mudah.

Berkat beberapa keunggulannya tersebut, akhirnya setelah dikembangkan selama 5 tahun, dan meskipun mayoritas penggunanya mungkin tidak perlu membayar untuk mendapatkan layanannya, WhatsApp mendapatkan ganjaran yang sepadan, Rp. 224 trilyun!

Sumber: WhatsApp, Facebook

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU