Adrian Pradipta (Technical Public Relations, ASUS Indonesia) dan Brama Setyadi (Head of Digital & PR, ASUS Indonesia) memamerkan ROG XBOX Ally X20 Bundle. Fotografer: Fahrul Nurullah
Ada tiga kekuatan yang disorot untuk ROG Xbox Ally X20: display, design, dan control.
Ini adalah penjelasan resmi untuk ketiga aspek tersebut.
Display
Untuk display, panel OLED 7,4 inci FHD (1920 x 1080) pada ROG XBOX Ally X20 mampu menampilkan warna hitam yang lebih pekat, serta area shadows di game bernuansa gelap tetap tidak kehilangan detailnya.
Kecerahannya 600 nits dengan puncak brightness 1.400 nits (HDR), tersertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1400, serta mendukung Dolby Vision® dan cakupan warna DCI-P3 100% yang sudah Pantone Validated.
Refresh rate 120Hz, response time 0,2 ms, dan AMD FreeSyncTM Premium Pro dengan VRR 30–120Hz menjaga gerakan cepat tetap mulus tanpa tearing, walau frame rate naik-turun.
Layar ROG XBOX Ally X20 dilindungi Corning® Gorilla® Glass Victus® dengan lapisan anti-refleksi Corning® DXC yang menahan pantulan hingga 65% dan meningkatkan ambient contrast 4,5x, sehingga tampilan layar tetap cerah saat bermain di dekat jendela atau di ruangan terang.
ROG XBOX Ally X20 hadir dengan layar 7,4 inci namun bezel atas kini 60% lebih tipis (menjadi 3,78 mm), membuat layar lebih luas dengan bodi yang tetap ringkas. OLED Care dengan fitur Pixel Shift dan screen saver membantu menghindari burn-in serta merawat panel.
Control
TMR Joysticks memakai sensor magnetik tanpa kontak fisik, sehingga tidak ada komponen yang dapat memicu stick drift seiring pemakaian. Deadzone 3% membuat gerakan kecil pada stik langsung terbaca, misalnya saat membidik pelan di game shooter. Algoritma barunya menghilangkan four-axis snapping dan memperbaiki input diagonal, dengan konsumsi daya 75% lebih rendah. Setiap stik dikelilingi light ring Aura RGB 4 LED dengan Reactive Mode dan Immersion Mode.
Transforming D-pad diubah dengan cara diangkat lalu diputar. Mode 4-arah memberi input presisi untuk game platformer, sedangkan mode 8-arah memudahkan gerakan diagonal yang dibutuhkan pemain fighting game. Konsepnya meneruskan D-pad transforming pada controller XBOX 360 sejak tahun 2010.
Tombol ABXY didesain ulang menjadi tombol dome yang tidak gampang tertekan tanpa sengaja, bumper dengan klik lebih tegas, dan Hall Effect analog triggers kini dilengkapi impulse triggers serta HD Haptics. Rubberized grip bertekstur anti-slip berembos logo ROG dan dua tombol grip yang bisa diatur melengkapi sisi kontrolnya.
Design
Untuk menandai perjalanan dua dekade ROG, ROG XBOX Ally X20 memakai chassis transparan hitam yang memperlihatkan struktur internal beraksen emas. Tombol XBOX menyala hijau, dan badge ROG20th Anniversary terpasang di bagian belakang sebagai penanda edisi terbatas dan eksklusif.