TUTUP

Game Kekerasan Bisa Membuatmu Marah? Kamunya Saja "Cupu"!

Jadi benar kan, bukan game-nya yang bikin kamu suka marah-marah, tapi emang kamunya aja yang cupu..

Apakah benar game kekerasan bisa membuatmu marah? Secara umum, kita memang sering melihat para pemain game yang terkadang tiba-tiba menjadi marah ketika bermain game.

Karena hal tersebut, banyak yang menyalahkan game. Beberapa game tersebut yang paling terkenal adalah game sejenis Grand Theft Auto serta Mobile Legends.

Masyarakat awam sering mengatakan bahwa game-game tersebut menjadikan anak-anak pemarah, cenderung kasar dan sering melakukan kekerasan. Padahal yang kita tahu game-game tersebut justru game untuk orang dewasa.

Mengesampingkan hal tersebut, kembali ke topik awal. Apakah benar game kekerasan bisa membuat kita marah? Ternyata hal tersebut tidak benar, berdasarkan penelitian dari University of Rochester New York.

Para peneliti mengungkapkan bahwa pada umumnya memang kita sering melihat para pemain game terlihat marah ketika sedang bermain game, dan menganggap bahwa hal tersebut disebabkan oleh game itu.

Padahal pada kenyataannya, berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada faktor lain yang menjadikan para pemain menjadi marah ketika bermain game.

Rasa frustasi yang diekspresikan oleh para pemain game, ternyata berasal dari rasa frustasi para pemain yang tidak bisa menyelesaikan game atau singkatnya, pemain tersebut memang payah dalam bermain game.

Pernyataan tersebut, disampaikan oleh profesor Richard Ryan, Ph.D. sebagai peneliti dari eksperimen tersebut. Ryan melakukan penelitian tersebut dengan melakukan 7 tahap eksperimen.

Ryan mengajak sekitar 600 peserta dengan umur remaja. 600 Peserta ini harus bermain game yang memiliki unsur kekerasan di dalamnya. Hasilnya peningkatan tingkat amarah para pemain bermacam-macam hasilnya.

Ryan juga mengajak para 600 peserta ini untuk bermain game yang sifatnya tidak memiliki unsur kekerasan seperti Tetris. Game ini dianggap memiliki kemudahan dalam kontrol serta para pemain tidak perlu latihan yang lama untuk bisa memainkannya.

Ternyata dari hasil eksperimen tersebut menunjukkan bahwa seseorang akan marah jika memainkan game yang memiliki desain level yang buruk. Seseorang akan merasa marah karena tidak bisa menyelesaikan level pada game tersebut.

Jika kita lihat dari penelitian tersebut. Besar kemungkinan, seseorang marah dalam bermain game karena memang pemain tersebut payah dalam bermain game tersebut. Yang artinya, game kekerasan bukanlah penyebab seseorang menjadi marah.

Sumber: Eureka Alert

Diedit oleh Doni Jaelani