TUTUP

Kontroversi The War Z, Dari Protes Gamer hingga Tudingan Menjiplak The Walking Dead

Baru beberapa hari dirilis, The War Z terus membuat kontroversi. Mulai dari developer yang dianggap menipu, protes gamer yang meminta uang mereka kembali, hingga tudingan menjiplak The Walking Dead.

Jika kamu memperhatikan dalam seminggu terakhir, mungkin berita tentang The War Z hampir menghiasi setiap website game yang ada di dunia maya. Game ini menjadi perbincangan bukan karena gameplay-nya yang bagus, rating yang tinggi atau grafis yang menawan, namun game ini banyak digunjingkan karena membawa banyak kontroversi. Bagi yang belum tahu, The War Z adalah sebuah game MMO Survival Horor yang dikembangkan oleh Hammerpoint dan didistribusikan via Steam dengan banderol harga US $15 atau sekitar Rp 140.000. Lantas, apa yang membuat game ini dipenuhi dengan kontroversi? Yuk kita simak satu persatu. Kontroversi pertama: The War Z dituding menduplikat mentah-mentah DayZ, salah satu mod zombie untuk Arma II. Yang lebih menjadi kontroversi, DayZ bisa didapatkan para pemain ArmA II secara gratis, sedangkan untuk mendapatkan The War Z, kamu harus merogoh kocek sebesar US $15. Ketika dikonfirmasi, Executive Producer The War Z Sergey Titov menampik tudingan tersebut. Menurutnya, konsep yang ditawarkan The War Z memang sama dengan DayZ, namun hal tersebut bukan berarti mereka menduplikat mentah-mentah. Dia juga mengatakan, bahwa 30% pemain The War Z juga pemain DayZ, dan mereka tidak mempermasalahkan perihal duplikasi ini. Kontroversi kedua: Banyak pemain yang di-banned baik pada saat versi Beta maupun saat perilisannya. Titov berdalih dan mengatakan bahwa akun yang mereka banned adalah yang menggunakan program hack. Tetapi, banyak gamer yang memprotes bahwa mereka telah di-banned dari game tersebut tanpa alasan yang jelas. Kontroversi ketiga: Pihak developer dianggap menipu gamer dengan menuliskan deskripsi yang salah di halaman Steam-nya. Sebelumnya, developer menuliskan bahwa game ini memiliki map sebesar 400 km, fitur skill dan juga kemampuan private server. Namun, karena protes yang cukup deras dari para gamer yang merasa tertipu saat memainkan game ini, akhirnya pihak developer menggantinya sebagai berikut. Deskripsi kedua inipun masih juga dianggap menipu. Adalah PCGamesN yang mencoba mengukur luas map pertama game ini, Colorado yang diklaim memiliki luas 100 km persegi. Berapa hasilnya? Ternyata "hanya" 9,7417 km persegi.... Kontroversi keempat: EULA (End User License Agreement) yang memiliki link ke League of Legends, game MMO yang dikembangkan oleh Riot Games. Meskipun akhirnya diganti, namun masih ada beberapa gamer yang memiliki gambarnya. Hal ini juga membuat banyak gamer berpikir, game ini mengambil mentah-mentah EULA yang ada di game tersebut. Selain itu, ada bagian menarik dalam EULA The War Z, coba baca baik-baik pernyataan berikut ini.

ONCE YOU AGREE TO THIS TERMS OF SERVICE AND THE END USER LICENSE AGREEMENT FOR THE GAME (THE "EULA") AND SERVICE FOR THE GAME COMMENCES, YOU WILL NO LONGER BE ELIGIBLE FOR A REFUND FOR ANY AMOUNTS OR OTHER CONSIDERATION PAID BY YOU FOR THE USE (OR FUTURE USE) OF THE GAME CLIENT OR THE SERVICE.
Yap, bagaimanapun protes gamer terhadap game ini, menilik pernyataan diatas mereka tidak berhak meminta kembali uang mereka. Toh, dengan meng-install game ini, itu artinya mereka setuju dengan EULA yang diberikan developer bukan? Jadi pelajaran penting, jangan langsung pencet tombol OK setiap ada EULA saat meng-install sesuatu ya. Coba baca dulu sekilas dan pastikan kamu benar-benar menyetujuinya. Hal inilah yang membuat para gamer mengajukan protes seperti yang tertulis dalam kontroversi selanjutnya.. Kontroversi kelima: Protes pun berdatangan dari para gamer yang suda mencoba game ini. Beberapa gamer menuliskan petisi ingin meminta uang mereka kembali, dan beberapa lagi diantaranya memprotes kepada Steam untuk menarik game ini dari peredaran. Akhirnya, Steam menuruti permintaan tersebut, dan saat ini meskipun kamu bisa menemui halaman game ini di Steam, namun untuk sementara kamu belum bisa membelinya sampai kontroversi ini berakhir. Kontroversi keenam: Selain dituding menduplikat DayZ dari ArmA II, desain zombie dari The War Z juga dituding menjiplak desain zombie dari The Walking Dead. Salah satu pembaca dari Kotaku mengirimkan sebuah gambar perbandingan antara gambar promo image dari The War Z (gambar di atas), dimana beberapa zombie-nya memiliki kemiripan dengan zombie yang ada di The Walking Dead. Perhatikan gambarnya berikut ini. Masih kurang jelas, simak lagi versi yang lebih besarnya. Sebenarnya, nama dibalik The War Z ini juga bukan nama yang sembarangan. Sergey Titov sendiri sebelum mengerjakan The War Z juga sempat ikut dalam pengembangan League of Legends bersama Riot Games (dan mungkin karena track record ini pulalah yang membuat banyak gamer menganggap EULA game ini langsung diambil mentah-mentah dari League of Legends). Bola panas The War Z sepertinya juga akan terus menggelinding, seiring dengan semakin banyaknya protes gamer terhadap game ini. Bagaimana menurut kamu? [Sumber: Kotaku [1 ][2 ]]