TUTUP

Gears Of Wars 3 ; Biggest, Best And Most Badass

Cliffy B (pencipta Gears of War) mengatakan bahwa Gears of War 2 (GoW 2) akan menjadi game yang “bigger, badder, and more badass” dari seri pertamanya.

Cliffy B (pencipta Gears of War) mengatakan bahwa Gears of War 2 (GoW 2) akan menjadi game yang “bigger, badder, and more badass” dari seri pertamanya. Dan walaupun memang GoW 2 lebih bagus di beberapa sisi jika dibanding yang pertama, tapi saya tidak pernah merasakan apa yang diucapkan Cliffy B tersebut. Untuk GoW 3 tadinya saya juga tidak berharap banyak, hanya saja tentunya saya penasaran bagaimana akhir kisah pertualangan tim Delta. Mungkin karena saya tidak terlalu berharap inilah, GoW 3 justru terlihat jauh lebih bagus dari seri-seri sebelumnya. Jalan cerita dan akhir dari seri GoW ini cukup memuaskan (walaupun masih meninggalkan berbagai pertanyaan), grafisnya terkesan jauh lebih terpoles dengan efek-efek pencahayaan yang spektakuler, dan gameplaynya tetap penuh aksi, seru, bahkan terkadang menjadi sangat ribet (terutama jika kamu bermain empat orang sekaligus).

Saya terutama sangat puas dengan berbagai pilihan senjata baru yang disediakan. Senjata-senjata baru ini terkesan sangat “badass”. Misalnya saja ada sebuah minigun baru bernama Vulcan, yang walaupun memiliki daya hancur sangat besar, tapi hanya bisa digerakkan oleh dua orang secara bersamaan. Kemudian ada Digger, sebuah grenade launcher dengan kemampuan untuk “menggali” tanah, Oneshot, senjata baru yang bisa membunuh hampir semua musuh dengan satu tembakan saja, dan yang paling keren adalah Silverback, sebuah mecha yang dilengkapi gatling gun, grenade launcher, dan bisa berubah menjadi turret.

Memang secara gameplay tidak ada yang banyak berubah dari GoW 3 (paling tidak untuk campaign mode-nya), tapi berbagai tambahan kecil di sana sini membuatnya tetap terasa fresh. Jika ada satu hal yang saya keluhkan adalah mode co-op empat orang yang tidak bisa dimainkan secara split screen. Split screen hanya dibatasi untuk maksimal dua orang saja.