TUTUP

The Last Guardian, Senjata Pamungkas PS4 yang Tertunda Nyaris Satu Dekade!

Sony memastikan jika game unggulan mereka ini akan hadir tahun ini juga untuk PS4. Lihat seperti apa perkembangan terbaru game yang mengusung tema kepercayaan antara manusia dan binatang ini.

[read_more id="222325"] The Last Guardian sempat menjadi fenomena selama E3 2015 lalu. Banyak yang menganggap game yang sebelumnya disiapkan untuk menjadi senjata pamungkas PlayStation 3 ini sudah dihentikan pengembangannya, namun tiba-tiba Sony membawa kejutan dengan “membangkitkan” kembali The Last Guardian untuk PlayStation 4. Kini setahun pasca konfirmasi kebangkitannya untuk PS4, kita akan kembali menyaksikkan seperti apa wujud perkembangan salah satu game yang paling dinantikan para penggemar PlayStation ini bakal didemokan selama E3 2016 pertengahan Juni mendatang, termasuk itu kepastian tanggal rilisnya (saat ini hanya disebutkan bakal dirilis tahun 2016 ini). Namun sebelum itu terjadi, beberapa media luar sudah bisa merasakan demonya, dan menyebarkan beberapa informasi baru, termasuk video demo dan screenshot terbarunya. Dalam versi demonya, kita sudah bisa melihat seperti apa beberapa mekanis baru permainannya, dan membedakannya dengan game-game produksi Team Ico sebelumnya (Ico, Shadow of the Colossus). Mulai dengan karakter, seorang bocah yang membawa perisai cermin, dimana ketika kalian menekan tombol Lingkaran, akan bersinar, dan cahayanya berperan seperti semacam crosshair ke segala permukaan yang dibidiknya. Kemudian Trico, burung (mirip tikus) raksasa yang kalian lihat pada screenshot, mampu menembakkan semacam sinar berwarna merah dari ekornya, dan kalian bisa mengarahkan (sesuai arah cahaya / crosshair dari perisai) arah sinar tersebut menggunakan perisai yang digunakan karakter bocah tadi. Seperti dalam game Team Ico sebelumnya, yang kini berubah namanya menjadi studio genDESIGN, mekanis mengarahkan sinar tadi bakal kalian gunakan dalam unsur pemecahan puzzle. Dengan kekuatan sinar Trico yang kuat, kalian bisa menghancurkan dinding kayu, bahkan bebatuan. Antara sang bocah dan Trico ini akan terus berkembang hubungannya selama permainan. Di awal game Trico digambarkan sebagai makhluk yang bebas, dan seakan tidak ingin menurut arahan karakter. Dia terkadang juga bersikap malu-malu, dan bertindak menurut keinginannya sendiri. Dia bukan tipikal binatang peliharaan. Namun seiring hubungan mereka makin erat, maka sang bocah dan Trico akan makin responsif selama bekerjasama. Trico juga sempat diperlihatkan masuk ke dalam air dan menyelam. Sesuatu yang sepertinya enggan dilakukan seekor burung. Makhluk ini memiliki keinginan sendiri, jadi bergantung pada aksi apa yang ingin dilakukannya, itu akan mempengaruhi segalanya, termasuk animasi gerakannya. Menurut developer, tema The Last Guardian adalah Kepercayaan. Dan hal itu yang akan kalian temui selama memainkannya, dan mengikuti perkembangan hubungan antara sang bocah dengan Trico. Juga disebutkan jika Trico beraksi terhadap cermin yang ditemukan karakter kalian. Khususnya, mata Trico. Matanya akan membesar dan berkedip memancarkan warna yang berbeda. Warna mata Trico menjadi cerminan emosinya. Jika merah, dia dalam kondisi marah. The Last Guardian pertama kali dikonfimasikan pada tahun 2007 silam oleh Team Ico, tepatnya selama Electronic Entertainment Expo 2009, dan direncanakan akan dirilis pada tahun 2011 eksklusif untuk PS3. Sayangnya, proses pengembangan tidak mulus, dan mengalami berkali-kali penundaan, termasuk di sana, kesulitan dalam hal hardware (PS3), yang memaksa tim mengalihkan pengembangan ke PS4 yang lebih mudah mulai tahun 2012. Saat itu juga menandai kepergian Fumito Ueda, sutradara Ico dan Shadow of the Colossus bersama anggota Team Ico lainnya dari Sony, setelah sebelumnya mereka menjadi tim pengembang bagian dari Sony. Walaupun demikian, Ueda dan studionya GenDesign, tetap menjadi konsultan untuk menjaga kualitas game ini, yang saat ini pengembang utamanya adalah Sony Interactive Entertainment Japan Studio. Sumber: Video credit to IGN