TUTUP

Sangat Disayangkan, Ini 5 Hal Kecil yang Mencederai Game Besar

Padahal kecil, tapi berdampak besar!

Di industri game, pengakuan adalah sesuatu yang wajib didapatkan oleh developer untuk mengukur apakah game tersebut layak dimainkan atau tidak. Selain dari sisi penjualan, pengakuan seakan menjadi tolok ukur lainnya apakah game tersebut sukses atau tidak. Nah, oleh sebab itu para developer berlomba untuk membuat game yang keren sehingga diakui oleh para reviewer maupun gamer itu sendiri.

Segala jenis aspek tentu akan sangat diperhatikan oleh para developer untuk membuat game besutan mereka menjadi yang terbaik. Bahkan hal terkecil sekalipun menjadi perhatian lho. Tapi sayangnya, ada beberapa developer yang justru kurang jeli dan malah melakukan kesalahan sehingga mencederai game keren yang telah mereka buat. Oke, sudah ketebak bukan kali ini kita akan bahas mengenai apa.

Ya, kali ini kita akan membahas mengenai hal kecil yang mencederai game besar. Artikel ini juga bertujuan agar kalian tahu bahwa game besar tentu saja memiliki celah dan sebaik-baiknya developer membuatnya pasti ada kekurangan yang harus mereka perbaiki. Yuk, langsung saja kita bahas mengenai hal kecil yang mencederai game besar, cekidot!

Seperti yang telah kita tahu, beberapa tahun yang lalu Ninja Theory dan Capcom melakukan reboot seri Devil May Cry. Seri ini harus diakui menjadi salah satu seri Devil May Cry yang sangat kontroversial. Mengapa demikian? Karena DmC mengambil sudut pandang yang sudah seharusnya membuat orang-orang pencinta Devil May Cry marah. Ya, mereka mengubah desain karakter Dante! Dante sang karakter utama yang sangat ikonik diubah penampilannya menjadi, bad boy.

Ya, mereka mengubah Dante yang sudah dari awal nakal secara penampilan, menjadi karakter yang lebih nakal. Wajah Dante yang oriental diubah menjadi wajah yang lebih kebarat-an. Hasilnya, gelombang kekecewaan hadir di mana-mana. Meme dan lawakan-lawakan mengenai Dante ini langsung memenuhi internet. Tapi masalah wajah mungkin bukanlah hal yang paling membuat gamer pencinta seri ini marah.

Satu hal kecil yang mencederai game besar di sini adalah mengenai rambut Dante. Rambut Dante harus diakui memiliki magnet terkuat karena modelnya yang Emo (anak band banget) dan warnanya yang putih diubah menjadi berwarna hitam serta pendek. Pendeknya mirip seperti Nathan Drake! Bagaimana? Parah bukan? Hal inilah yang kemudian diprotes para gamer. Meski begitu Capcom tetap melanjutkan proyeknya tanpa ragu.

Walaupun punya gameplay yang asyik, namun penampilan Dante membuat game ini nampak buruk dan tidak terasa Devil May Cry-nya.

Rockstar harus diakui merupakan developer yang sangat perkasa dan game yang mereka buat pasti akan jarang gagal! Coba lihat seri La NoireGrand Theft Auto, dan seri-seri lainnya seperti Dead Redemption. Mereka selalu mendapatkan sambutan yang gila-gilaan dari para gamer dan reviewer. Namun, Rockstar pernah melakukan hal yang kocak dengan salah satu game mereka yaitu Max Payne. Ya, Max Payne sebelumnya adalah sebuah franchise yang dikembangkan oleh Remedy Entertainment.

Namun untuk seri ketiga, Rockstar lah yang berperan mengembangkan game ini. Di dua seri awal, Max Payne selalu memiliki ciri khas yakni mantel polisi dengan gayanya yang keren. Rambut dan janggutnya pun turut menghiasi Max Payne sebagai seorang polisi yang ciamik dari segi skill maupun attitude. Tapi semua berubah di seri ketiga. Rockstar kala itu mengambil ide bahwa Max sedang tenggelam di dalam kesedihan usai anak dan istrinya tewas.

Max yang stres kemudian terjun ke jurang minuman keras dan judi sehinga mengubahnya menjadi pria yang berbeda. Max kini gendut dan botak. Soal penampilan tidak jadi soal, namun Rockstar membuat sesuatu yang lucu yakni memakaikan baju si penembak jitu ini baju pantai. Memang saat itu latar yang diambil adalah Brasil di mana Max berhadapan dengan kartel. Namun membuatnya menggunakan baju pantai adalah hal kocak.

Meski kenyataannya game ini masih menyuguhkan aksi Max yang berbobot ketika bertarung. Soal kejutan, Rockstar memang tiada bedanya.

Nah, ada hal kecil yang mencederai game besar apalagi ya? Yuk langsung meluncur ke halaman selanjutnya guys!

Apa yang kalian pikirkan ketika pertama kali mendengar nama Legend of Zelda? Pasti kalian langsung mengatakan bahwa game yang satu ini adalah game petualangan andalan Nintendo. Seri yang satu ini harus diakui memiliki fan base yang sangat banyak. Petualangan Link menjelajahi semesta Zelda dengan berbagai macam masalah yang dihadapinya memang sangat seru untuk diikuti. Seri ini bersinar ketika Legend of Zelda: Ocarina Time dirilis.

Seri ini benar-benar luar biasa dari segi gameplay maupun cerita. Game ini benar-benar mengembalikan segalanya kepada kalian dan itu akan menjadi konsekuensi tersendiri. Belum lagi di seri itu dunianya begitu luas sehingga kemungkinan kalian untuk tersesat cukup besar. Nah, seri yang ikonik ini kemudian dilanjutkan ke seri Legend of Zelda: Majora's Mask yang juga cukup sukses. Bahkan kesuksesan yang diraih oleh Majora's Mask sama seperti Ocarina Time.

Kedua seri yang luar biasa ini kemudian dilanjutkan ke Legend of Zelda: Wind Waker. Di sini Nintendo benar-benar mengubah segalanya, terutama grafis dari game itu sendiri. Biasanya Zelda memiliki yang cukup bisa dinikmati oleh orang dewasa. Tapi di seri ini, semuanya terasa kartun dan game itu seperti diperuntukkan untuk anak-anak. Meskipun banyak gamer dan reviewer yang menganggap game ini bagus dan terasa fresh, tapi grafisnya yang surealis membuat stigma game ini menjadi Zelda untuk anak-anak.

Kenal lagi deh Rockstar! Setelah membahas soal keputusan Rockstar di Max Payne 3, kali ini ada hal kecil yang menjadi obrolan besar-besaran di game GTA IV. Ya, kali ini hal kecil yang mencederai game besar berasal dari game yang rilis di tahun 2008 ini. Di poster GTA IV diperlihatkan bahwa Nico Bellic menggunakan sarung tangan tanpa jari. Hal ini membuat sosok Bellic cukup menakutkan bro. Tapi di dalam gamenya itu sendiri, Bellic tidak diperlihatkan menggunakan sarung tangan.

Memang cukup simpel, namun kemudian pembicaraan ini menjadi besar di internet. Ada beberapa moder yang bahkan menambahkan pakaian yang pas untuk Bellic. Memang hal ini cukup konyol karena sarung tangan sendiri tidak akan mempengaruhi kualitas permainan. Apalagi GTA bukanlah sebuah RPG. Tapi harus diakui, dengan tidak hadirnya sarung tangan seperti di poster membuat kita sebagai gamer mempertanyakan konsistensi desain GTA IV itu sendiri.

Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika membuat game adalah menentukan waktu rilisnya. Ya, bila waktu rilisnya bentrok dengan waktu perilisan game superior lainnya, sudah pasti penjualan tidak akan bagus. Hal inilah yang terjadi pada game Mad Max yang ternyata memiliki waktu perilisan seperti game legendaris besutan Hideo Kojima, Metal Gear Solid V: Phantom Pain. Perilisan yang bersamaan membuat Mad Max hancur berantakan.

Padahal secara garis besar, game ini cukup seru dan layak untuk dimainkan. Grafis ciamik, dunia luas, dan kebebasan untuk melakukan eksplorasi digarap cukup keren. Tapi sayang, sepertinya Metal Gear Solid lebih superior dan angka penjualan game besutan Hideo Kojima tersebut lebih baik ketimbang Mad Max. Harus diakui pula di tahun 2015 Mad Max adalah game keren yang diabaikan oleh para gamer. Hal itulah yang menjadi salah satu hal kecil yang mencederai game besar pada akhirnya, waktu perilisan!


Ya, sepertinya itulah lima hal kecil yang mencederai game besar. Memang segala yang terjadi pada game harus dicek ulang oleh developer. Karena saat ini para gamer serta reviewer sudah lebih jeli dalam melihat game. Dengan begitu, developer juga diwajibkan untuk melakukan cek and ricek dari hal besar hingga hal kecil untuk menghindari hal ini.

Sumber: Whatculture

Diedit oleh Doni Jaelani