TUTUP

KZL!! Ini Hal-Hal Yang Bikin Gamer Malas Bermain Game!

Apa sih yang paling membuatmu malas bermain game?

Gamer adalah manusia biasa yang terkadang punya rasa malas untuk bermain game. Entah karena game terlalu sulit atau game tersebut membosankan, maka si gamer itu akan mengurungkan niatnya untuk bermain game. kali ini kita akan membahas soal penyebab gamer malas untuk bermain game. Sebagai seorang yang suka bermain game, ada banyak sekali penyebab untuk malas bermain.

Bagi saya pribadi, puzzle di sebuah game yang sangat sulit bisa seketika menghilangkan niat bermain game yang sudah menggebu-gebu. Harus bolak balik menyisir tiap sudut di game tersebut memang seru, namun jika terlalu rumit malah akan membuat pusing otak.

Sebaliknya, bermain game menurut saya adalah untuk refreshing dan untuk apa bermain game bila game tersebut malah membuat kita kesal? Selain puzzle yang terlalu sulit, akan ada banyak sekali penyebab malasnya bermain game. Bagi yang sedang bersantai, mungkin kalian bisa membaca tulisan ringan ini hingga habis ya bro!

[page_break no="1" title="Puzzle Terlalu Rumit"]

Main game terlalu mudah juga tentu saja akan kurang mengasyikan. Tapi bermain game yang terlalu rumit juga akan membuat kita malas untuk memainkannya. Di atas saya sudah membahas salah satu penyebab gamer malas bermain game dikarenakan puzzle yang terlalu rumit.

Puzzle yang sangat rumit memaksa para pemainnya untuk berpikir keras hingga akhirnya bisa menemukan jalan keluar. Bagi para gamer pencinta puzzle, mungkin puzzle yang susah menjadi berkah bagi mereka. Tapi bagi gamer casual seperti saya dan yang lainnya, hal itu adalah malapetaka. Saya masih ingat betul sensasi memainkan The Last Guardian yang benar-benar menguras logika saya.

[read_more link="https://www.duniaku.net/2017/11/14/rental-ps/" title="5 Hal ini Hanya Diketahui oleh Anak Rental PS Saja"]

Di game itu tidak ada petunjuk sama sekali untuk menyelesaikan puzzle dan pada akhirnya membuat saya sedikit stres ketika mencicipi game tersebut. Sulitnya puzzle membuat niat kita untuk bermain game menggebu-gebu jadi hilang bak ditelan bumi.

Mungkin sulitnya puzzle di dalam game malah membuat fungsi game bergeser bagi sebagian gamer. Niat hati ingin refreshing malah semakin pusing karena puzzle di game yang super rumit, hahaha.

[page_break no="2" title="Wajib Grinding Berlebihan"]

Grinding itu nikmat tapi bila berlebihan akan jadi membosankan dan bila dipaksa grinding akan hilang nafsu untuk main game. Grinding berlebihan sudah terbukti banyak membuat para gamer malas bermain game. Kita bisa melihat bagaimana turunnya popularitas Batman Arkham Knight dan Middle Earth: Shadow of War yang mengharuskan kita melakukan grinding demi mendapatkan sebuah true ending.

[read_more link="https://www.duniaku.net/2017/11/14/trik-bermain-pes/" title="Tau Nggak? Ini 5 Trik PES Jadul yang Masih Eksis hingga Saat ini!"]

Saya pribadi hingga saat ini belum melanjutkan Batman Arkham Knight karena diharuskan memecahkan seluruh puzzle Riddler dan belum juga membeli Shadow of War karena sudah takut disuruh grinding berlebihan demi true ending.

Sama seperti puzzle yang sulit, kewajiban hingga grinding berlebihan juga bukannya membuat sebuah game bisa dinikmati, namun malah sebaliknya. Para gamer saat ini lebih menginginkan game yang memiliki cerita baik, gameplay mudah, dan grafis memukau. Sulitnya game untuk ditamatkan dan mengharuskan melakukan grinding berlebihan menjadi pemicu gamer malas bermain game saat ini.

Apalagi ya yang membuat gamer malas bermain game? Langsung lompat ke halaman kedua!

[page_break no="3" title="Masalah Teknis yang Berlebihan"]

Game yang baru dirilis pada umumnya memiliki masalah teknis, meskipun tidak semua game seperti itu. Frame rate yang tidak stabil sudah pasti jadi masalah umum saat game baru dirilis. Tapi, ada beberapa game yang mengalami masalah teknis seperti ini dalam waktu yang lama. Bahkan, meskipun telah diterbitkan patch sampai bergiga-giga, masalah ini tak kunjung selesai.

Di tahun 2014, Assassin's Creed: Unity dan Batman Arkham Knight menghebohkan dunia game karena masalah teknis yang luar biasa banyak. Banyak gamer yang malas memainkan dua game itu karena masalah teknis yang melimpah. Hasilnya, popularitas keduanya turun drastis dari game yang digilai menjadi game yang dibenci.

[read_more link="https://www.duniaku.net/2017/11/12/jagoan-paling-gokil-dalam-game/" title="5 Jagoan Paling Gokil dalam Game, Nomor 5 Ngeri!"]

Selain dua game tersebut, ada juga beberapa game yang mengalami pop tekstur ketika dirilis, seperti The Evil Within di tahun 2014 misalnya. Banyak gamer menganggap, masalah teknis berlebihan yang menghampiri game  ini membuat pengalaman bermain game mereka berkurang.

[page_break no="4" title="Pay to Win"]

Pay to Win adalah istilah yang sudah tidak asing lagi untuk didengar. Bila istilah ini diartikan, artinya adalah kita harus membayar atau mengeluarkan uang bila ingin menjadi pemenang.

Dalam dunia game, ada banyak sekali game yang menerapkan sistem ini. Tapi rata-rata game yang seperti ini adalah game yang berbasis MMO. Untuk bisa menjadi pemenang atau bersaing dengan para pemain lain, kita diharuskan memiliki equipment yang kuat.

Nah, ada dua pilihan untuk mendapatkan equipment kuat ini, yakni: grinding habis-habisan atau langsung membeli barang-barang kuat dengan uang asli. Meskipun banyak gamer yang melakukannya, tapi ada juga gamer yang protes atas hal ini.

[read_more link="https://www.duniaku.net/2017/11/09/stephen-chow-film/" title="Film-film Stephen Chow di Luar Nalar, Ada Dua Film yang Hits!"]

Sebagian dari mereka menganggap bahwa pay to win bukanlah ciri dari seorang gamer sejati. Itulah yang membuat game seperti Dota 2 atau Warcraft di masa lalu begitu banyak peminatnya. Di Dota 2, kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menjadi juara karena membeli equip dengan uang asli di Dota 2 tidak akan mengubah apapun kecuali mengubah penampilan karakter kalian menjadi lebih keren.

[page_break no="5" title="Musuh yang Super Sulit"]

Puzzle sulit dan wajib kurang lengkap membuat gamer frustrasi dan malas main game bila tidak ada musuh sulit. Ya, musuh sulit merupakan salah satu hal yang membuat gamer malas bermain game. Selama saya bermain game, terkadang banyak teman saya yang mengeluh karena dihadapkan oleh boss atau musuh yang sangat sulit untuk ditaklukkan. Oleh sebab, itu saya dan teman saya tak tertarik untuk memainkan seri Dark Souls.

Musuh yang sulit juga merupakan salah satu yang membuat saya hampir menyerah ketika menamatkan The Evil Within pertama. Karena terkadang, para developer benar-benar membuat AI begitu powerful meskipun sudah diturunkan ke mode easy sekalipun.

Sama seperti puzzle yang sulit, berhadapan dengan lawan sulit di game membuat niat main game yang telah menggebu-gebu sirna begitu saja. Mungkin bagi para gamer casual, hal ini menjadi salah satu yang kalian benci juga bukan?


Nah, mungkin itulah beberapa alasan yang membuat gamer malas bermain game. Karena menurut saya pribadi, bermain game yang terlalu sulit pun bisa menurunkan rasa refreshing kita kala bermain game.

Diedit oleh Snow