Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Hulk Belum Ada Film Solo Lagi? Ini Situasi Rumitnya
Hulk di Avengers: Endgame
  • Marvel Studios masih menghadapi hak distribusi Universal Pictures untuk film solo Hulk, meski tetap bebas menampilkan Bruce Banner dan Hulk dalam film ensemble MCU.

  • Mark Ruffalo menyebut peluang film solo masih dibicarakan, namun produksi Hulk membutuhkan biaya besar karena ketergantungan tinggi pada efek visual dan CGI.

  • Marvel terus mengembangkan Hulk melalui Thor: Ragnarok, film Avengers, serta koneksi karakter The Incredible Hulk di Captain America: Brave New World tanpa membuat film mandiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hulk sudah menjadi salah satu karakter paling penting di MCU sejak era awal, tetapi ada satu hal yang terasa aneh. Sejak The Incredible Hulk pada 2008, Bruce Banner belum pernah mendapatkan film solo lagi.

Padahal Mark Ruffalo sudah memerankan karakter tersebut sejak The Avengers pada 2012 dan Hulk kemudian menjadi bagian penting dari berbagai film MCU.

Masalahnya, Marvel Studios memang tidak sepenuhnya bebas membuat film solo Hulk. Begini situasinya.

1. Marvel Studios masih terbentur Universal Pictures

adegan dalam film The Incredible Hulk (dok. Marvel Studios/The Incredible Hulk)

Masalah utamanya berasal dari kesepakatan lama Marvel dengan Universal Pictures. Marvel memang tetap memiliki karakter Hulk, tetapi Universal memiliki hak distribusi untuk film solo Hulk. Kesepakatan tersebut sudah ada sejak masa ketika Marvel masih melisensikan berbagai karakternya kepada studio lain.

Itulah sebabnya situasi Hulk berbeda dengan karakter seperti Iron Man atau Captain America. Marvel Studios bisa memasukkan Bruce Banner dan Hulk ke film ensemble seperti The Avengers, Thor: Ragnarok, atau Avengers: Endgame, tetapi membuat film yang sepenuhnya berpusat pada Hulk membutuhkan persoalan distribusi yang lebih rumit.

Bahkan Mark Ruffalo sendiri masih menjelaskan situasinya dengan cara yang sama pada 2025. Ketika ditanya mengenai kemungkinan film solo Hulk, Ruffalo mengatakan bahwa karakter tersebut bukan sepenuhnya milik Marvel dalam konteks film dan masih berkaitan dengan Universal. Ia juga mengaku bahwa Marvel terus membicarakan kemungkinan film tersebut, tetapi belum tahu apakah proyeknya benar-benar akan terwujud.

Jadi, Marvel bukan tidak bisa menggunakan Hulk sama sekali. Justru itu yang membuat situasinya unik. Bruce Banner bisa muncul di film karakter lain atau film Avengers, sementara film yang menjadikan Hulk sebagai pusat cerita menghadapi persoalan distribusi tersendiri.

2. Ada masalah lain, Hulk memang mahal untuk dibuat

Spider-Man berhadapan dengan Hulk. (Dok. Sony Pictures, Marvel Studio/Spider-Man: Brand New Day)

Hak distribusi bukan satu-satunya persoalan. Ruffalo juga pernah memberikan alasan yang jauh lebih sederhana, yaitu biaya.

Pada 2024, Ruffalo mengatakan dirinya ingin mendapatkan film solo Hulk, tetapi produksi film semacam itu sangat mahal karena karakter tersebut membutuhkan efek visual dalam jumlah besar. Menurutnya, inilah salah satu alasan Hulk selama ini digunakan secara lebih terbatas dalam film-film MCU.

Hal ini cukup masuk akal kalau melihat bagaimana Marvel menggunakan Hulk. Bahkan ketika Bruce Banner muncul sebagai Smart Hulk, karakter tersebut tetap membutuhkan CGI dan pengerjaan visual yang jauh lebih kompleks dibandingkan karakter manusia biasa.

Artinya, seandainya Marvel dan Universal menemukan jalan keluar soal distribusi, masih ada pertanyaan bisnis berikutnya, yaitu apakah Marvel ingin mengeluarkan biaya besar untuk sebuah film yang seluruh ceritanya berpusat pada Hulk.

3. Marvel sebenarnya masih bisa memakai Hulk tanpa film solo

Spider-Man diserang Hulk. (Dok. Sony Pictures, Marvel Studio/Spider-Man: No Way Home)

Inilah bagian yang mungkin paling menarik. Kebuntuan film solo tidak berarti Marvel kehilangan Hulk dari MCU.

Marvel sudah menemukan cara untuk terus mengembangkan karakter tersebut melalui film ensemble dan proyek karakter lain. Thor: Ragnarok, misalnya, menggunakan Hulk sebagai salah satu karakter utama tanpa menjadikannya film solo. Bruce juga mendapat perkembangan besar dalam Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame.

Bahkan Captain America: Brave New World kembali menghubungkan MCU dengan karakter-karakter dari The Incredible Hulk, termasuk Betty Ross, Samuel Sterns, dan Thaddeus Ross. Jadi, Marvel masih bisa memanfaatkan dunia dan karakter yang berhubungan dengan Hulk tanpa harus membuat film solo Hulk.

Pada akhirnya, itulah alasan kenapa film solo Hulk terasa seperti proyek yang terus berada di wilayah “mungkin, tetapi rumit”. Marvel masih memiliki karakter dan bisa menggunakannya di berbagai cerita, Mark Ruffalo masih terbuka terhadap kemungkinan tersebut, tetapi persoalan distribusi dengan Universal membuat film solo Hulk tidak sesederhana membuat film karakter MCU lainnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article