Matt Hagen diserang di kamarnya. (Dok. Warner Bros./Clayface)
Para gangster dan polisi korup masih menguasai kota. Tidak ada Bat-Signal yang terlihat, tidak ada pula rumor tentang sosok berjubah kelelawar yang menghantui para penjahat Gotham.
Tentu saja, ini tidak serta-merta berarti Batman belum beroperasi pada era cerita Clayface.
Namun, semua itu memang memberikan kesan bahwa Gotham masih berada dalam kondisi ketika Batman belum beroperasi secara terbuka, atau keberadaannya belum menjadi sesuatu yang diketahui masyarakat luas.
Hal ini menarik karena kita bisa melihat Gotham sebelum Batman menjadi faktor yang diperhitungkan dalam kehidupan kriminal kota tersebut.
Di sisi lain, ada kesan timeless dalam penyajian estetika Gotham di film ini. Kita bisa mengenalinya sebagai kota Amerika pada era modern, tetapi tidak ada penanda waktu definitif yang langsung menunjukkan cerita ini berlangsung pada tahun berapa.
Pendekatan ini membuat Gotham terasa seperti kota yang bisa berada di berbagai periode. Masalah yang mendominasinya pun bukan teknologi futuristis atau ancaman superhero, melainkan mafia, korupsi, dan ketidakadilan yang sudah mengakar.
Ini juga membangkitkan kemungkinan tambahan bahwa Batman memang belum beraksi di saat Matt Hagen mengalami ketidakadilan.
Menariknya, James Gunn juga telah mengonfirmasi bahwa Clayface berlangsung sebelum Superman (2025). Dalam sebuah respons di Threads, ia menjelaskan bahwa film ini merupakan film DCU pertama yang urutan kronologisnya tidak mengikuti urutan rilis.
Dengan demikian, meskipun Clayface tayang setelah Superman, kisah Matt Hagen justru berlangsung lebih dahulu.