Dakota Johnson sebagai Lowen Asleigh. (Dok. Amazon MGM Studios/Verity)
Tapi mari kita jabarkan beberapa hal yang kita ketahui.
Karena kalau kita mencoba membaca semua petunjuknya, ternyata masing-masing versi memiliki alasan untuk dipercaya.
1. Verity memang naik kano bersama Crew dan Harper tanpa jaket pelampung
Ini adalah salah satu fakta penting yang tidak bisa kita abaikan.
Kecelakaan tersebut memang terjadi.
Yang tidak kita ketahui adalah apa yang sebenarnya dilakukan Verity ketika kecelakaan itu terjadi.
Apakah ia sengaja membalikkan kano?
Atau memang kecelakaan tragis seperti yang ia klaim dalam surat?
2. Verity sangat meyakinkan ketika berpura-pura lumpuh
Ini justru salah satu bukti yang membuat versi manuskrip terasa masuk akal.
Verity mampu berpura-pura mengalami kondisi parah untuk waktu yang sangat lama.
Dalam film, ia bahkan mampu tetap diam ketika Lowen mengujinya dan ketika kondisinya diamati melalui baby monitor.
Kalau Verity memang mampu melakukan semua itu, tentu muncul pertanyaan:
Seberapa banyak lagi yang selama ini ia pura-purakan?
Tetapi ada interpretasi lain.
Kemampuan Verity berpura-pura lumpuh juga bisa mendukung isi surat: ia memang sadar, tetapi takut Jeremy akan membunuhnya sehingga terpaksa mempertahankan penyamarannya.
3. Reaksi Jeremy terhadap So Be It juga menarik
Ketika Lowen memperlihatkan manuskrip tersebut kepada Jeremy, reaksinya sangat ekstrem.
Ia tampak begitu terpukul dan marah sampai akhirnya menyerang Verity.
Tetapi apakah itu benar-benar pertama kalinya Jeremy membaca manuskrip tersebut?
Atau apakah Jeremy sudah pernah membacanya sebelumnya, seperti yang diklaim Verity dalam surat?
Kalau versi kedua benar, Jeremy mungkin memang sudah mengetahui So Be It sejak sebelum Lowen menunjukkannya di klimaks film.
Artinya, reaksinya terhadap Lowen mungkin bukan sekadar seseorang yang baru menemukan kebenaran. Ia bisa saja sedang memainkan perannya sendiri.
4. Cara Jeremy menangani Verity di surat dan di hadapan Lowen
Ada perbedaan menarik antara cara Jeremy bertindak dalam dua bagian cerita.
Ketika ia mengetahui isi manuskrip, reaksinya terlihat impulsif. Ia mencoba menyerang dan mencekik Verity.
Namun dalam versi surat, Jeremy digambarkan sudah sebelumnya melakukan tindakan yang jauh lebih terencana untuk membunuh Verity, termasuk mengatur kecelakaan mobil.
Jadi muncul pertanyaan: apakah Jeremy memang pria yang tiba-tiba kehilangan kendali setelah membaca pengakuan mengerikan?
Atau memang ia sudah lama memiliki sisi yang jauh lebih gelap?
5. Bonus chapter membuat Jeremy semakin mencurigakan
Dan ini bagian yang menurut saya sangat menarik bagi pembaca novel.
Edisi tertentu dari Verity memiliki bonus chapter yang memperlihatkan kehidupan Lowen dan Jeremy setelah mereka meninggalkan rumah Crawford.
Di sana, sisi gelap Jeremy semakin terlihat.
Jadi kalau kita menganggap surat Verity sebagai kebenaran, bonus chapter tersebut memberikan alasan tambahan untuk percaya bahwa Jeremy memang seorang pria yang mampu melakukan hal mengerikan dengan sengaja dan kemudian menutupinya.
Namun tentu saja... itu masih tidak membuktikan bahwa manuskrip Verity palsu.
6. Verity harusnya berduka atas kematian Harper... tapi masih mampu menulis So Be It
Dalam versi surat, Verity menggambarkan kematian Harper sebagai kecelakaan yang menghancurkannya.
Ia merasa bersalah karena Harper meninggal dan terus dihantui kejadian tersebut.
Dan di sinilah muncul pertanyaan moral yang cukup mengganggu: apakah seseorang yang begitu terpukul oleh kematian anaknya benar-benar tega menulis sebuah manuskrip yang menggambarkan dirinya sendiri sengaja membunuh anak tersebut?
Mungkin kamu bisa beragumen, "Bisa saja."
Verity sendiri adalah seorang penulis thriller.
Ia mengklaim bahwa menulis dari perspektif karakter jahat merupakan bagian dari proses kreatifnya. Tapi justru itulah masalahnya.
Kita tidak tahu apakah itu penjelasan yang masuk akal... atau sekadar penjelasan yang sangat bagus dari seorang manipulator.
7. Crew juga memberikan sedikit petunjuk
Ada indikasi bahwa Verity memang pernah berbicara kepada Crew secara diam-diam.
Dan jika Verity benar-benar berpura-pura selama ini, Crew menjadi salah satu orang yang mengetahui bahwa ibunya sebenarnya masih sadar.
Tapi sekali lagi, informasi tersebut tidak menyelesaikan misterinya.
Dan yang menurut saya lucu adalah: setelah semua bukti dijabarkan, kita tetap tidak mendapatkan jawaban pasti.
Kita hanya mendapatkan dua cerita yang sama-sama cukup masuk akal.