Evil Ryu lepas. (Dok. Legendary Pictures, Paramount Pictures/Street Fighter)
Evil Ryu berhasil mengalahkan Akuma. Namun, Ryu sudah sepenuhnya dikuasai Dark Hado sehingga justru menjadi ancaman bagi orang-orang di sekitarnya, termasuk Chun-Li, Ken, dan kemudian Dan.
Pertarungan ini menarik karena ada banyak hal penting yang terjadi sekaligus.
Dan membuktikan bahwa dirinya benar-benar peduli kepada Ken. Sepanjang film, ia dituding sebagai lintah yang hanya memanfaatkan Ken. Namun, ketika situasi memburuk, Dan kembali mengenakan gi merah mudanya dan datang untuk menolong. Ia memang licik dan oportunistis, tetapi bukan berarti ia sama sekali tidak punya kepedulian.
Kekuatan Ryu menjadi ancaman yang sulit dibendung. Chun-Li maupun Ken kesulitan menghadapi Evil Ryu, yang sudah kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Ken akhirnya menemukan kekuatannya sendiri. Sepanjang film, ia dihantui rasa rendah diri karena terus membandingkan dirinya dengan Ryu. Namun, pada akhirnya ia mampu mengerahkan Hadoken versinya sendiri yang membara untuk mengalahkan Evil Ryu.
Komedi ketika Ken berusaha membangunkan Ryu mungkin sedikit mengganggu momentum adegannya. Namun, secara keseluruhan, pertarungan ini tetap memikat karena menjadi konklusi bagi konflik terpenting yang dibangun sepanjang film.
Ada satu detail yang membuat kemenangan Ken terasa semakin memuaskan. Dalam flashback, kita sudah beberapa kali diperlihatkan momen ketika Ryu pertama kali berhasil mengerahkan Hadoken, sementara Ken hanya bisa berbalik dan tertunduk.
Karena itu, melihat Ken akhirnya mengerahkan Hadoken ketika ia benar-benar membutuhkannya terasa pas. Ini bukan sekadar kemenangan atas Evil Ryu, melainkan juga momen ketika Ken membuktikan bahwa ia mampu menemukan kekuatannya sendiri.