TUTUP

Sebelum Turah, Inilah Perwakilan Film-film Indonesia di Ajang Piala Oscar dalam 5 Tahun Terakhir

Film mana saja yang sempat mewakili Indoensia di ajang Oscar? Nah berikut ini nasib deretan film Indonesia di ajang Oscar dalam lima tahun terakhir.

Berikut ini deretan film indonesia di ajang Oscar dalam lima tahun terakhir.

Turah terpilih sebagai film perwakilan Indonesia yang akan bersaing dengan film-film non-berbahasa Inggris lain untuk meraih nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik di ajang penghargaan piala Oscar 2018. Namun Turah belum otomatis melaju ke panggung utama Piala Oscar. Pasalnya, film garapan Wicaksono Winsu Legowo itu harus bersaing dengan puluhan film dari negara-negara lain dalam kategori Best Foreign Languange Film. Mengingat hanya 5 film yang nantinya diumumkan di pesta puncak ajang Oscar. Turah tentu bukan film pertama yang menjadi perwakilan Indonesia di ajang Oscar. Sejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) mengirimkan satu film untuk bersaing di katagori Best Foreign Language. Sayangnya, belum ada satu pun yang berhasil tembus ke babak utama. Nah berikut ini nasib deretan film Indonesia di ajang Oscar dalam lima tahun terakhir. [page_break no="1" title="Surat dari Praha"] Setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat, Indonesia akhirnya menetapkan film Surat dari Praha untuk dikirim ke ajang Academy Awards ke-89 yang diselenggarakan pada Februari 2017. Sayangnya, film yang sempat menerima penghargaan Usmar Ismail Awards ini harus kandas di babak penyisihan. Foreign Language Film sendiri dimenangkan oleh film asal Iran, The Salesman. Dibintangi oleh Chicco Jerikho, Julie Estelle, Rio Dewanto, dan deretan bintang lainnya, Surat dari Praha menceritakan kisah Larasati, seorang gadis cantik yang terpaksa memenuhi wasiat ibunya, Sulastri, untuk mengirimkan sebuah kotak dan surat kepada Jaya, pria paruh baya yang tinggal di Praha. Film ini juga terinspirasi dari kisah pelajar Indonesia di Praha yang tidak bisa kembali ke Tanah Air karena perubahan situasi politik orde baru tahun 1966. [page_break no="2" title="Senyap"] Apa yang membuat film ini begitu spesial? Yup, karena film Senyap merupakan film Indonesia yang berhasil masuk dalam nominasi Oscar untuk Film Dokumenter Terbaik. Meskipun tak berhasil menang, namun prestasi tersebut patut menjadi pencapaian tertinggi di industri perfilman Indonesia. Gagal di Piala Oscar, film yang dirilis di Indonesia tahun 2014 berhasil meraih berbagai penghargaan di ajang festival film dunia, seperti Berlin International Film Festival, Busan International Film Festival, Spirits Award, dan tak kurang dari 70 penghargaan dunia lain [page_break no="3" title="Soekarno"] Soekarno merupakan film besutan Hanung Bramantyo yang mengangkat kisah presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno, yang berjuang tak kenal lelah untuk mewujudkan mimpi bangsa Indonesia sebagai bangsa merdeka. Film yang dibintangi oleh Ario Bayu, Lukman Sardi, dan Maudy Koesnaedy sukses menggambarkan perjuangan Soekarno kala itu. Tak aneh jika akhirnya Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) memilih Soekarno untuk diikutsertakan sebagai wakil Indonesia di ajang Piala Oscar ke-87. [page_break no="4" title="Sang Kiai"] Sebelum Soekarno, film sejarah lain juga sempat mewakili Indonesia di ajang Piala Oscar. Kali ini adalah Sang Kiai besutan sutradara Rako Prijanto yang terpilih sebagai film Indonesia di ajang oscar tahun 2014. Film Sang Kiai mengangkat sosok Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, seorang pejuang kemerdekaan dan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur. [read_more id="331228"] Film ini turut menorehkan prestasi seperti Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Penata Suara Terbaik di berbagai ajang penghargaan film Indonesia. [page_break no="5" title="Sang Penari"] Film Indonesia di ajang oscar selanjutya adalah Sang Penari yang dirilis tahun 2010. Dibintangi oleh Prisia Nasution dan Oka Antara, Sang Penari sukses menjadi perwakilan Indonesia di Piala Oscar tahun 2012. Sayangnya, langkah film ini harus kandas di babak penyisihan.