Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Sih Pemicu Bene Dion Bikin PULANG KAMPUNG Jadi Musikal?
Bene Dion bicara soal film PULANG KAMPUNG. Fotogafer: Fahrul Nurullah
  • Pengalaman Bene Dion melihat ibu-ibu HKBP bernyanyi saat adegan sedih Ngeri-Ngeri Sedap memicu gagasan PULANG KAMPUNG sebagai film musikal.

  • Untuk membangun film, Bene Dion memilih lagu Batak yang familiar lebih dulu, lalu menyusun cerita agar lagu masuk ke adegan secara natural.

  • Beberapa lagu tetap harus direlakan ketika berpotensi merusak alur, sementara PULANG KAMPUNG dijadwalkan tayang di bioskop mulai 26 November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting dalam film musikal?
Vote Now
26 November 2026

PULANG KAMPUNG dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting dalam film musikal?
Vote Now
  • What?
    Bene Dion membuat PULANG KAMPUNG sebagai film musikal dengan lagu-lagu Batak yang familiar bagi penonton.
  • Who?
    Bene Dion Rajagukguk menjadi sosok yang mengungkap pemicu dan proses kreatif PULANG KAMPUNG.
  • Where?
    Pengungkapan tersebut berlangsung dalam acara peluncuran trailer dan lagu tema PULANG KAMPUNG di Djakarta XXI.
  • When?
    PULANG KAMPUNG dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
  • Why?
    Bene Dion terinspirasi membuat film agar orang-orang Batak dapat bernyanyi di bioskop setelah melihat ibu-ibu HKBP bernyanyi saat menonton Ngeri-Ngeri Sedap.
  • How?
    Bene Dion memilih lagu Batak yang familiar terlebih dahulu, lalu membangun cerita agar lagu masuk secara natural dan merelakan lagu yang berpotensi merusak alur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting dalam film musikal?
Vote Now

Bene Dion membuat film musikal PULANG KAMPUNG setelah melihat ibu-ibu HKBP bernyanyi saat adegan sedih di film Ngeri-Ngeri Sedap. Ia memilih lagu Batak yang sudah dikenal, lalu membuat ceritanya. Beberapa lagu tidak jadi dipakai supaya cerita tetap bagus. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada 26 November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting dalam film musikal?
Vote Now

Pendekatan PULANG KAMPUNG memperlihatkan upaya Bene Dion menjaga keseimbangan antara lagu dan cerita. Lagu-lagu familiar menjadi bagian penting agar penonton dapat bernyanyi, tetapi tetap harus menyesuaikan kebutuhan adegan. Ketika sebuah lagu berpotensi merusak alur, lagu tersebut tidak dipaksakan masuk sehingga proses musikal tetap memperhatikan cerita.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting dalam film musikal?
Vote Now

Jakarta, Duniaku.com - Sebelumnya, kita sudah membahas trailer PULANG KAMPUNG, film musikal Batak yang menyajikan lagu-lagu asyik sekaligus visual yang memamerkan keindahan kawasan Danau Toba.

Tapi sebenarnya, apa sih yang memicu Bene Dion Rajagukguk membuat PULANG KAMPUNG sebagai film musikal?

Dan... benarkah lagu-lagu untuk film ini justru ditentukan lebih dulu sebelum plotnya?

Hal tersebut diungkap langsung oleh Bene Dion dalam acara peluncuran trailer dan lagu tema PULANG KAMPUNG di Djakarta XXI!

1. Pemicu unik Bene Dion membuat film musikal

Bene Dion bicara soal film PULANG KAMPUNG. Fotogafer: Fahrul Nurullah

Awalnya, Bene Dion ditanya apakah benar dirinya memilih lagu terlebih dahulu sebelum menentukan cerita film. Namun, ia kemudian menceritakan sebuah pengalaman yang ternyata menjadi pemicu lahirnya ide PULANG KAMPUNG sebagai film musikal.

"Pemicunya sebenarnya ketika nonton bareng ibu-ibu HKBP nonton bareng Ngeri-Ngeri Sedap. Ada sebuah momen di film itu yang menurutku harusnya sedih, lagunya juga sedih, tapi ibu-ibu HKBP di teater itu pada nyanyi! Jadi aku bingung, kesal atau kagum ini ya. Ini kan adegan sedih, kenapa kalian nyanyi, gitu. Tapi nyanyi kalian enak!"

Alih-alih hanya menjadi pengalaman lucu, kejadian tersebut justru membuat Bene Dion mendapatkan sebuah ide.

"Kayaknya perlu deh aku bikin film untuk orang-orang Batak ini nyanyi di bioskop, gitu."

Bene Dion kemudian melanjutkannya dengan candaan khasnya. "Karena aku merasa memang orang Batak itu terkenal suka nyanyi kan. Dari sepuluh orang Batak, sembilan bisa nyanyi, satu nggak bisa itu aku. Tapi aku bikinkan filmnya, gitu loh."

Dan dari situlah konsep musikal PULANG KAMPUNG mulai terbentuk.

2. Bene Dion justru menentukan lagu sebelum ceritanya

Bene Dion bicara soal film PULANG KAMPUNG. Fotogafer: Fahrul Nurullah

Dengan konsep tersebut, Bene Dion merasa lagu-lagu yang digunakan dalam film harus familiar bagi penonton.

"Supaya bisa nyanyi, gitu. Karena kalau bikin filmnya dengan lagu-lagu baru, justru kemungkinan nyanyinya jadi kecil karena mereka akan mengenali lagunya dulu."

Di sinilah proses kreatif PULANG KAMPUNG menjadi cukup unik. Biasanya, cerita film ditulis terlebih dahulu, baru lagu dicari dan ditempatkan sebagai bagian dari soundtrack.

Untuk PULANG KAMPUNG, prosesnya justru dibalik. Bene Dion terlebih dahulu memilih lagu-lagu Batak yang sudah familiar, enak dinyanyikan, dan dikenal oleh banyak orang Batak dan bahkan mungkin juga oleh masyarakat non-Batak.

Setelah itu, barulah ia memikirkan bagaimana cerita PULANG KAMPUNG bisa dibangun sehingga lagu-lagu tersebut dapat masuk ke dalam adegan secara natural.

"Kok bisa ya bikin skenario kebalik gini," ujar Bene Dion sambil mengakui bahwa proses kreatif tersebut memang tidak biasa.

Dan saya yang mendengarnya pun kurang lebih punya pertanyaan yang sama.

3. Bahkan ada lagu yang akhirnya harus direlakan

Sesi konferensi pers launching official trailer dan perkenalan lagu-lagu tema dalam film musikal Batak PULANG KAMPUNG PULANG KAMPUNG. Fotografer: Fahrul Nurullah

Tentu saja, membuat cerita dengan pendekatan seperti ini bukan berarti semua lagu yang sudah dipilih otomatis bisa masuk.

Menurut Bene Dion, ada beberapa lagu yang pada akhirnya harus ia relakan karena justru berpotensi merusak alur cerita.

"Ada beberapa lagu yang akhirnya harus aku ikhlaskan tidak masuk daripada merusak cerita. Daripada loncat gitu adegannya demi lagu itu, akhirnya 'oke, lagu ini tidak bisa masuk, jangan dipaksa.'"

Menariknya, ini berarti prosesnya tetap tidak sepenuhnya menjadi "lagu dulu, cerita belakangan." Begitu cerita sudah mulai terbentuk, lagu tetap harus menyesuaikan dengan kebutuhan adegan. Kalau sebuah lagu hanya bisa dimasukkan dengan cara membuat alur terasa dipaksakan, maka lagu tersebut yang harus dikorbankan. Jadi, meskipun PULANG KAMPUNG lahir dari gagasan untuk membuat penonton Batak ikut bernyanyi di bioskop, Bene Dion tetap harus menjaga agar lagu dan cerita bisa berjalan beriringan.

4. PULANG KAMPUNG akan rilis November

(Dok. Imajinari/PULANG KAMPUNG)

Pendekatan kreatif PULANG KAMPUNG memang cukup unik.

Apakah eksperimen ini akhirnya bisa menghasilkan musikal yang ceritanya tetap solid dan lagu-lagunya terasa menyatu dengan adegan? Kita bisa menilainya sendiri ketika PULANG KAMPUNG tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026!

Yuk, pilih pendekatan film musikal favoritmu

Mana yang lebih penting dalam film musikal?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article