Fullmetal Alchemist: The Sacred Star of Milos. (Dok. Hiromu Arakawa, Square Enix)
Berbeda dengan Conqueror of Shamballa, The Sacred Star of Milos menghadirkan cerita orisinal yang berdiri sendiri dalam dunia anime Fullmetal Alchemist versi 2009.
Suatu hari, Edward dan Alphonse Elric mengetahui keberadaan seorang buronan yang menggunakan teknik alkimia luar biasa yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Mereka kemudian mengejarnya hingga tiba di Table City, sebuah kota perbatasan yang juga dikenal sebagai Milos.
Di sana, mereka bertemu seorang gadis muda bernama Julia dan mengetahui sejarah kelam kota tersebut.
Table City dulunya merupakan tanah air suci bagi rakyat Milos, tetapi kini wilayah tersebut menjadi medan perebutan kekuasaan antara Amestris dan negara tetangganya, Creta.
Menurut legenda, terdapat sebuah Batu Filsuf yang dikenal sebagai Bintang Darah atau Sanguine Star. Siapa pun yang berhasil mendapatkannya dipercaya memiliki kekuatan untuk memulihkan bangsa Milos dan mengembalikan rakyatnya ke tanah air mereka.
Edward dan Alphonse pun akhirnya terseret ke dalam konflik tersebut. Perjalanan mereka kali ini membawa mereka ke dalam petualangan alkimia yang mempertaruhkan nasib seluruh bangsa Milos.
Jadi, kalau Conqueror of Shamballa merupakan penutup perjalanan Edward dan Alphonse dalam anime 2003, The Sacred Star of Milos lebih terasa seperti sebuah petualangan tambahan untuk Edward dan Alphonse dalam kontinuitas Brotherhood.
Intinya: jangan ditonton dengan anggapan bahwa film The Sacred Star of Milos adalah sekuel Conqueror of Shamballa!