Nezuko kebal terhadap matahari (dok. Ufotable/ Kimetsu no Yaiba Swordsmith Village Arc)
Inti dari perjalanan Tanjiro sangat sederhana: dia ingin mengubah adiknya kembali menjadi manusia.
Setelah kehilangan hampir seluruh keluarganya, dia berjuang mati-matian untuk mencapai tujuan itu, dan di cerita asli, dia berhasil. Nezuko kembali menjadi manusia dan mereka selamat, memberikan akhir yang penuh harapan.
Nah, akhir bahagia yang "terlalu sempurna" inilah yang membuat Nezuko menjadi sasaran empuk bagi eksperimen Gege.
Gege Akutami terkenal tidak suka memberikan happy ending yang cuma-cuma.
Jika Gege yang menulis, kembalinya Nezuko menjadi manusia pasti akan datang dengan harga yang jauh lebih mahal.
Mungkin transformasinya kembali menjadi manusia adalah pengorbanan terakhir bagi pemburu iblis dan umat manusia, atau justru menjadi "tumbal" yang diperlukan untuk mengalahkan Kibutsuji Muzan.
Pesannya akan bergeser dari "harapan setelah melewati penderitaan" menjadi "setiap keajaiban selalu menuntut pengorbanan yang setimpal".
Wah, membayangkan Demon Slayer versi Gege Akutami saja sudah membuat kita sedikit merinding dan merasa kasihan pada Tanjiro serta kawan-kawan, ya!
Untungnya, kita sudah punya versi asli dari Koyoharu Gotouge yang hangat, penuh harapan, dan memberikan keadilan pada para karakternya.
Menurutmu, apakah kamu kuat membaca Demon Slayer jika ditulis dengan gaya Gege Akutami yang penuh plot twist dan emotional damage seperti ini?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku