TUTUP

Vivo X5Max+ Gagal Pertahankan Gelar Android Tertipis Sejagat

Seharusnya lebih tipis dari Oppo R5...

Vivo merupakan brand baru yang masuk ke Indonesia mulai bulan Januari kemarin. Memang namanya sudah banyak disebut-sebut sejak pertengahan tahun 2014 lalu, karena mereka sudah menyiapkan ijin dan pengajuan sertifikasi sejak lama. Salah satu yang dibawa masuk resmi ke Indonesia adalah vivo X3S. Seperti Android vivo lainnya yang masuk ke pasar lokal, menyuguhkan interface orisinal yang disebut dengan FunTouch, berbasis pada Android 4.2.2 Jelly Bean. vivo X3S mengajukan layar 5-inchi dengan resolusi HD 720p bermaterial IPS. Perangkat ini juga ditenagai oleh prosesor yang lagi naik daun sekarang ini, MediaTek 1,7 GHz octa-core dengan RAM 1 GB. Kamera utamanya 13-megapixel, dengan bukaan lensa f/1.8, serta didukung kamera depan 4-megapixel. Kemudian kapasitas baterainya juga standar seperti smartphone tipis lainnya, yang hanya 2.000-mAh. Dengan konfigurasi tersebut, kalian mendapatkan ketebalan tubuhnya hanya 6-mm saja. Cukup slim bahkan mungkin sampai bikin kalian lupa jika ada sebuah smartphone di kantong celana. Dan ternyata vivo X3S bukan yang tertipis dimiliki Vivo. Selama MWC 2015, mereka mengenalkan satu varian baru yang lebih tipis lagi.

Vendor smartphone asal Tiongkok ini membawa vivo X5Max+ selama MWC 2015. Kata plus di belakangnya menjadi identitas pembeda dari vivo X5Max yang sudah eksis, dan itu mewakili kapasitas baterainya.

Vivo X5Max+ mengajukan kapasitas baterai 2300mAh (meningkat dari 2000-mAh), yang pada akhirnya membuat profil tubuhnya membengkak. Vivo X5Max+ kini menjadi 5.1-mm ketebalannya, atau naik dari 4.45-mm dibandingkan versi sebelumnya. Yah, imbasnya, vivo X5Max+ ini tidak bisa lagi disebut sebagai smartphone Android tertipis sejagat! Vivo Max+ diperkuat dengan mesin MediaTek MT6752, yang dijalankan oleh proesor octa-core 64-bit ARM Cortex-A53 1.7 GHz, yang diproses pada teknologi 28 nm, serta dipadukan dengan GPU Mali-T760 dual core pada kecepatan 700 MHz dan juga memory 2GB RAM. Diharapkan dengan upgrade baterai ini bisa mengatasi keluhan banyak penggunanya mengenai ketahanan baterai yang buruk. Penambahan kapasitas baterai ini juga tidak berimbas pada harga jualnya, tetap sama 2998 yuan, atau sekitar Rp. 6,3 jutaan. [read_more link="http://www.duniaku.net/2015/02/18/10-smartphone-android-paling-tipis-yang-bisa-jadi-pilihan-selain-iphone-6" title="10 Android Tertipis di Indonesia"] Mahal untuk ukuran smartphone Tiongkok yang belum tenar namanya? Jangan salah, seperti beberapa Vivo yang sudah dijual di Indonesia, Vivo X5Max+ juga menggunakan casing metal, bahkan tombolnya pun berbahan metal. Layarnya 5.5-inchi dengan resolusi 1920 x 1080-pixel, internal storage 16GB dengan opsi ekspansi melalui slot microSD, dan langsung menjalankan Android 4.4.4 KikKat yang dipoles dengan Funtouch OS 2.0 UI. Satu hal lagi, mungkin bisa menjadi bahan perenungan juga, desain smartphone Vivo ini memiliki banyak kemiripan dengan Oppo, terutama Oppo R5. Pola pemasarannya di Indonesia pun juga mirip, mem-branding banyak konter HP menggunakan logo dan gambar smartphone Vivo. Apa ada hubungannya dengan Oppo ya? Sumber: [outbound_link text="Vivo" link="http://www.vivo.com.cn/vivo/x5max+/"]