TUTUP

Inotia 4: Assassin of Berkel, Prekuelnya yang Sekadar Ganti Penampilan?

Bicara RPG mobile dari pengembang Korea, pasti banyak yang langsung tertuju pada dua nama, yaitu serial Zenonia dan Inotia. Keduanya seakan menjadi rival. Setelah Gamevil merilis Zenonia 4, menyusul Com2uS dengan Inotia 4 akhir April lalu. Berikut ini impresi kami...

Dev. / Pub. : Com2uS Platform: iOS Release Date: 26 April 2012 Genre: Role-playing Game Rating: T (Teen) Bicara RPG mobile dari pengembang Korea alias KRPG, pasti banyak yang langsung tertuju pada dua nama, yaitu serial Zenonia dan Inotia. Keduanya seakan menjadi rival, dan saling bersaing menggaet banyak penggemar KRPG. Setelah pengembang Gamevil merilis Zenonia 4 lebih dulu di Apple App Store pada 22 Desember 2011 dan Google Play Store 10 Februari 2012, menyusul Com2uS merilis The Chronicles of Inotia 4: Assassin of Berkel pada 26 April 2012 lalu untuk iOS. Versi Android-nya sendiri masih belum ada kabar kapan bakal muncul. Seperti sebelumnya, Com2uS merilisnya dalam dua versi, yang gratisan dan berbayar. Perbedaan keduanya hanya adanya iklan saja pada versi gratis, yang bakal sering muncul ketika kamu mengakses menu -- lama - lama pasti akan sangat mengganggu, karena mereka muncul agak lama. Selebihnya sama, bahkan konsep freemium juga dirasakan versi berbayarnya, dimana untuk bisa lebih cepat melanjutkan permainan, kamu dipaksa membeli Gem yang menjadi in-app purchase, dengan harga antara $1 hingga $99! Memang sih item dan uang dan Gem bisa kamu dapatkan selama permainan, namun butuh aktivitas grinding yang luaaaamaaaa... hehe! Seperti seri sebelumnya, enam class (Black Knight, Warlock, Assasssin, Ranger, Priest, Warrior) bisa kamu pilih di awal permainan, dengan build yang berbeda dan bakal menentukan perkembangan karakter serta skill-nya. Sedangkan yang baru di sini adalah opsi battle party hingga 9 karaktermu bisa berpartisipasi melawan pemain lain. Sedangkan sistem party yang memungkinkanmu mengendalikan 3 karakter bersamaan (selain karakter utama, ala serial Seiken Densetsu / Secret of Mana) seperti pada prekuelnya, masih menjadi salah satu daya tarik.

httpv://youtu.be/bV4FsuBR9l8

Lanjut ke halaman 2...

Oh ya, anggota party-mu masih berasal dari mercenary yang di-summon dari item, atau juga karakter yang dipicu oleh plot cerita. Selebihnya, sama kok seperti prekuelnya, kamu harus bijak memasukkan karakter dari class tertentu agar tepat dan selamat dalam menghadapi boss misalnya -- yang jelas, karakter dengan kemampuan memulihkan HP harus ada dalam party. Banyaknya pilihan mercenary dan karakter playable juga menuntutmu tepat dalam memilih mana yang harus dibuang dari slot dan mana yang harus disimpan. Karena jelas meskipun equipment mudah didapatkan, yang sesuai dan update untuk karakter tertentu membutuhkan uang atau kristal / Gem untuk mendapatkannya. Berhubungan dengan uang dan kristal tadi, satu yang patut diapresiasi adalah bagaimana Com2uS menangani sistem IAP / in-app purchase. Dalam Inotia 4, kristal digunakan untuk hampir semua aktifitas dalam game. Pengen senjata yang kuat, namun tidak punya material untuk melakukan crafting / combine item untuk membuatnya, langsung beli saja pakai kristal. Ingin membangkitkan karakter yang tewas, namun tidak mau restart dari save point terakhir? Keluarkan lagi kristalnya. Yang jelas jika kamu ingin bermain tuntas dengan mudah, membeli paket kristal yang ditawarkan developer menjadi solusi praktisnya -- daripada grinding lama untuk mencari item yang lebih kuat untuk karakter. Kembali ke karakter, walaupun berbasis job class, karakter utamamu sebenarnya memiliki pekerjaan utama yang mewakili salah satu class. Dikenal sebagai Kiyan, anggota clan Shadow Tribe yang terkenal dengan kemampuannya sebagai assassin. Kiyan digambarkan sebagai pribadi yang kurang menyenangkan, alias anti-hero yang lagaknya sok cool -- ya ya, Cloud Strife banget! Dan tugas pertamanya adalah menculik wanita penyihir yang dikenal sebagai Eara, seorang Channel of Light yang sangat kuat. Jika kamu pemain Final Fantasy (atau paling tidak tipikal RPG klasik Jepang), si Channel ini pasti akan langsung mengingatkanmu pada peran gadis - gadis ahli rapalan sihir seperti Rinoa, Garnet dan Yuna. Bahkan pola ceritanya pun bisa ditebak. Dan kamu bisa menduga bagaimana perkembangan perasaan Kiyan nantinya terhadap "buruan" pertamanya tersebut.

Sayang, di awal perilisannya game ini banyak sekali bug-nya, selain dialog yang juga masih ada kesalahan translasi (kasus terparah Inotia 3: Children of Carnia). Paling mengganggu seperti kontrol yang agak nge-lag, dan touchscreen yang kadang tidak responsif. Masalah kecil seperti antar muka selama bermain yang diganggu banyak tombol, foto profil karakter, health bar dan mana bar, justru menyusahkan kita melihat keseluruhan setting... Memang sih tidak di semua tempat kamu merasa terganggu dengan banyaknya ikon pada layar. Namun ketika itu terjadi, kamu pasti berpikir bagaimana bisa menyingkirkannya dengan segera. Absennya background musik selama bermain juga agak aneh (karena kamu hanya mendengar teriakan karakter, suara efek senjata dan serangannya), plus yang sangat disayangkan tidak mendukung resolusi tinggi layar retina! Namun saya tetap menyukai desain artwork karakternya yang bergaya anime, obat kangen di tengah minimnya RPG Jepang yang senada. Kemudian yang membuatnya tetap layak dimainkan, cukup dengan satu pertanyaan ini. Apakah kamu bosan memainkan konsep RPG klasik Jepang dengan cerita yang sudah bisa ditebak? Memang ceritanya klise, seperti halnya Inotia 3 sebelumnya (bahkan seakan game ini sekadar Inotia 3 yang berganti penampilan), namun saya sendiri tidak merasa bosan... karena memang sekadar bermain dan menikmati artworknya, cukup menggugah perasaan nostalgia akan RPG klasik Jepang yang dewasa ini makin dipaksa tekuk lutut dengan efek modernisasi genre RPG. Selain itu, Inotia 4 seharusnya hanya bisa dinikmati oleh mereka yang memang penggemar berat RPG-RPG Korea. Untuk mendapatkan game ini, langsung saja masuk ke Apple App Store, baik untuk yang gratis, dan yang berbayar atau Inotia 4 PLUS. + Artwork yang cantik, anime style + Korean RPG yang so so Japanese RPG Style... mudah diikuti jalan ceritanya + Gameplay sederhana, cenderung button mashing. Tentu setelah mengatur hot key setiap skill-nya + Seperti prekuelnya, puluhan sub-quest, dan tambahan quest pasca game berakhir. Replay valuenya lumayan Masih saja ada kesalahan translasi yang membingungkan - Versi awalnya banyak bug, saya juga heran kenapa kolom HP/Mana nya begitu kecil, jadi susah melihat berapa sisa HP/Mana karakter. Namun diperbaiki dalam update versi 1.0.2 - Tanpa background musik terkadang membuat ngantuk... Namun ini juga mulai ditambahkan dalam versi 1.0.2

httpv://youtu.be/XwZMYR2yQVA

Baca Juga: 6 Fakta Tower of Fantasy, Game MMORPG Baru Pesaing Genshin Impact!