SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

Mungkin inilah sekolah impian para gamer. Sebelum mendaftar, simak dulu wawancara eksklusif Duniaku bersama Kepala Sekolah SMA 1 PSKD, Yohannes Siagian berikut ini!

SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

Beberapa bulan yang lalu, Duniaku sempat membahas mengenai salah satu SMA di Jakarta, SMA 1 PSKD yang berniat untuk SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

Duniaku (D): Pertama-tama, kita ingin tahu apa alasannya SMA PSKD 1 ingin membuka program e-Sports?

Joey Siagian (JS): Menurut kami, sebuah sekolah memiliki tanggung jawab untuk mendekatkan murid-muridnya kepada cita-cita mereka, sambil juga membantu membekali murid dengan skill-skill yang mereka perlukan untuk bisa survive and thrive di dunia nyata. Selain menjadi bidang yang digemari, kami merasa bahwa dalam waktu dekat, e-Sports dan semua hal yang berkaitan dengan e-Sports akan menjadi sebuah industri besar. Sehingga kami ingin menyediakan akses ke industri tersebut ke murid murid kami.

Salah satu miskonsepsi terbesar dari masyarakat (dan bahkan pemain game itu sendiri) adalah bahwa e-Sports hanya "main game". Konsep ini salah besar. Ada banyak sekali aspek aspek relevan dari e-Sports selain mainnya saja. Casting dan streaming misalnya. Kedua hal ini sudah mulai menjadi kekuatan besar di ekonomi digital dunia. YouTube dan Twitch dipenuhi oleh cerita cerita orang yang bisa sukses dan meiliki pemasukan dari kegiatan cast/stream/channel mereka.

Perusahaan perusahaan besar saat ini pun sudah mulai mencari staff-staff yang ahli di media-media online ini. TAPI karena saat ini belum ada jurusan atau pendidikan formalnya, kemanakah perusahaan mencari staff-staff ini? Sebagian besar ditarik dari dunia e-Sport. Dari segi marketing, banyak perusahaan besar dunia yang mulai menyadari power dari platform e-Sports untuk menjual produk. Dan media media besar dunia pun (BBC, CNN, ESPN, dan seterusnya) sudah mulai memberikan perhatian khusus ke e-Sports melalui liputan dan bahkan bagian khusus di situsnya.

Ini semua menunjukan bahwa e-Sports adalah sebuah bidang yang valid dan berpotensi. Dan dengan kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu market terbesar dunia, dan kebetulan juga merupakan salah satu negara yang paling banyak mengakses konten online, maka bisa disimpulkan secara wajar dan tanpa "memaksa" bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi, akan ada demand untuk skill-skill dan pengetahuan mengenai bidang bidang ini.

Nah pada saat demand itu sudah muncul, siapa yang akan siap untuk mengisi demand tersebut?

SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

D: Benar sekali. Miskonsepsi masyarakat akan e-Sports memang harus diluruskan pak. Kalau boleh tahu, siapa yang pertama kali mencetuskan ide untuk membuat program e-Sports di SMA 1 PSKD ini?

JS: Sekolah kami memiliki sistem dimana murid sangat aktif dalam penentuan keputusan kami sebagai sebuah sekolah. MPK/OSIS selalu memberikan advice ke saya mengenai bidang bidang/program apa yang berjalan, perlu ditutup, atau perlu diadakan. Berdasarkan advice mereka, saya mencari background info, dan data untuk membuat keputusan. Jadi sebenarnya sebuah proses bersama.

Menurut saya, e-Sports sendiri juga memiliki banyak manfaat secara pendidikan (kalau dijalankan dengan benar). Decision making, komunikasi, problem solving, konsep ekonomi, konsep matematika, sosiologi, antropologi, dst... semua bisa ditemukan di e-Sports (dan di program-program lain).

D: Apakah program e-Sports ini semacam ekstra kurikuler?

JS: Yang kita jalankan adalah sebuah program terintegrasi dimana bidang yang anak anak pilih untuk dikembangkan dan didalami (e-Sports, online media & broadcasting, olah raga., entrepreneurship, dan masih banyak lagi), dikaitkan dengan kurikulum bidang studi mereka sesuai jurusan (IPA/S/B), dan dikembangkan secara serius.

Kita sudah memiliki sejarah panjang menghasilkan lulusan yang melanjutkan karir mereka di bidang bidang yang mereka dalami di SMA. Banyak atlet nasional, penyanyi, artis, politisi, dan sebagainya yang berasal dari program-program ini, dan sekarang kami sedang menambahkan e-Sports sebagai salah satu bidang yang kami adakan program pembinaanya.

Lanjut ke halaman selanjutnya.

SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

D: Nantinya, aktivitas yang akan dijalani siswa selama program ini apa saja?

JS: Unsur latihan dan screen time (waktu di depan layar/in game) pasti ada. Tetapi selain itu semua peserta program akan dapat tambahan di economic theory, matematika, decision making, komunikasi, dan seterusnya. Mereka juga akan ada materi teori game masing masing dan strategi bermain.

Lalu, akan ada aspek pelatihan fisik (banyak murid di sekolah kami merupakan atlet nasional/PON/Propinsi dan kami punya akses ke pelatih pelatih tingkat nasional) akan diberikan untuk meningkatkan reaksi, refleks, koordinasi, dan conditioning secara keseluruhan. Selain itu mereka juga harus menjalankan aspek akademik dari kurikulum jurusan yang mereka pilih.

Di sistem pembelajaran kita sekitar 40% bahan pembelajaran itu dari guru, sisanya bebas dikembangkan oleh murid selama mereka bisa menjelaskan hubungannya dengan mata pelajaran tersebut. Kita tidak menggunakan sistem ujian/PR/soal (kecuali untuk berberapa mata pelajaran sains). Sistem kita lebih ke arah project, presentasi, penelitian, dan seterusnya dengan beban satu semester sebesar 5-6 item/project per mata pelajaran.

Bagi anak-anak di program-program pembinaan, biasanya mereka mengkaitkan project mereka dengan bidang pembinaan yang mereka dalami supaya bisa mengembangkan pelajaran mereka seiring dengan bidang kegiatan mereka.

D: Berarti programnya nanti akan langsung terintegrasi ke kurikulum utamanya ya?

JS: Iya, untuk setiap anak program yang mereka ikuti akan terintegrasi dengan penjurusan dan kurikulum kelasnya. Sistem kita sangat berbeda sih, jadi memungkinkan. Kami tidak menggunakan kelas secara tradisional, dan murid pun tidak wajib masuk kelas. Di sekolah tradisional kegiatan sekolah lebih berpusat kepada jadwal dan nilai. Di sekolah kami, fokusnya pada independent learning dan exploration. Dan proses lebih penting daripada hasil akhir.

SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

D: Untuk program ini, pihak sekolah pastinya sudah bekerja sama dengan beberapa pihak. Kalau boleh tahu, siapa saja pihak yang sudah mendukung?

JS: Iya benar. Beberapa yang mendukung seperti MSI, SteelSeries dan BitFenix. Mereka aktif sekali men-support program dan dari awal terlihat bahwa mereka melihat ini sebagai sesuatu dengan potensi panjang ke depan.

D: Kalau di luar partner sponsor hardware, adakah pihak lain yang mendukung?

JS: Selain sponsor ada pendukung-pendukung individual yang memberikan donasi. Lalu ada juga Garena Indonesia yang sedikit membantu dengan informasi dan data, lantas setelah program launching kita akan bicara lagi dengan mereka.

D: Dengan membuka program ini, apakah nanti sekolah juga akan mendukung dan mengirimkan tim e-Sports ke event nasional atau internasional?

JS: Yap. Kalau anak-anak qualify kita akan mengusahakan support ke event-event. Tapi itu masih akan butuh waktu yang signifikan. Mungkin 1-2 tahun baru bisa bicara luar Indonesia. Kalau untuk event lokal kita akan ikutkan tapi harus melihat lokasi. Karena ini program sekolah harus lebih hati hati. Misalnya kita tidak bisa ikutkan di event yang mengambil lokasi dimana peserta diperbolehkan merokok.

D: Mantap. Oiya program ini bakal dimulai pas tahun ajaran baru besok ya?

JS: Iya benar. Program sudah dibuka untuk tahun ajaran baru.

SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

D: Berbicara mengenai industri e-Sports di Indonesia, menurut Pak Joey sendiri bagaimana perkembangannya dewasa ini?

JS: Potensi sangat besar (antara kain karena berberapa alasan-alasan seperti jumlah pengguna internet, jumlah penduduk, dan seterusnya), kalau dikemas dengan pintar bisa jadi sebuah industri besar. Tapi ada dua hal yang saya temukan yang sedikit mengecewakan (meskipun sudah ada pengalaman dengan hal ini di bidang game lain di Indonesia). Pertama, terlalu banyak pihak yang mencari untung jangka pendek (seperti sponsor yang menawarkan "price khusus" yang malah lebih tinggi dari pasaran), dan yang kedua (dan yang paling parah): banyak pelaku e-Sports sendiri YANG tidak menganggap e-Sport sebagai bidang legitimate. Kalau pelaku e-Sport saja merasa itu bukan bidang yang perlu dianggap, apalagi masyarakat umum.

D: Terima kasih pak atas waktunya. Semoga program e-Sports dari SMA 1 PSKD ini bisa menghasilkan talenta-talenta baru di industri e-Sports Indonesia!

JS: Terima kasih juga!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU