TUTUP

Sambut Pixels, Inilah 5 Film Adaptasi Game Paling Jelek yang Pernah Dibuat!

Pixels bakal segera tayang di Indonesia. Akankah film ini memuaskan? Atau justru menjadi film adaptasi game paling jelek yang pernah dibuat?

Pixels bakal segera tayang di Indonesia. Akankah film ini memuaskan? Atau justru menjadi film adaptasi game paling jelek yang pernah dibuat?

[read_more link="https://static.duniaku.net/2015/07/silent-hill.jpg"> Tampilan visual dibuat mirip dengan game[/caption] Pernahkah kamu menonton film yang berjudul Silent Hill ini? Ini adalah film yang diadaptasi dari game survival horror Konami. Bahkan salah satu seri game survival horror paling sukses. Tak mengherankan kalau film ini mengambil judul yang sama dengan seri game tersebut. Pada film pertamanya, Silent Hill dianggap cukup bagus, atau setidaknya layak untuk ditonton. Sayangnya, di sekuelnya yang berjudul Silent Hill: Relevations, semua harapan untuk mendapatkan sekuel yang baik, sirna seketika. Kualitas Silent Hill: Relevations sangat amat buruk, sehingga menghancurkan hati para penonton yang ingin melihat film ini. Padahal trailer-nya not bad lho. Cekidot:
[page_break no="4" title="Mortal Kombat: Annihilation (1997)"]
Finish Him!![/caption] Film ini juga diadaptasi dari video game dengan judul yang sama dan seperti Silent Hill, Mortal Kombat: Annihilation adalah sebuah sekuel. Film pertama Mortal Kombat mendapatkan sambutan yang sangat baik. Padahal film ini dibuat secara low budget dan berbagai keterbatasan dana, kualitas akting yang sangat jelek, dan dialognya yang kurang mumpuni. Satu-satunya hal baik dari film Mortal Kombat ini adalah soundtracknya. Theme song-nya yang berjudul The Immortals sangat amat keren. Simak video klip berikut. Dan berikut adalah trailer untuk Mortal Kombat: Annihilation. Sebaliknya malah, di film kedua, Mortal Kombat: Annihilation, kualitasnya jauh lebih menurun, padahal budget-nya lebih besar. Hal ini kemungkinan karena terlalu ambisius. Terlalu banyak hal yang ingin diceritakan dan terlalu banyak karakter yang ingin ditampilkan dalam Mortal Kombat: Annihilation. Masalah yang sama seperti yang dihadapi oleh Avengers: Age of Ultron kemarin. Buka halaman selanjutnya untuk film adaptasi game klasik, termasuk film maskot video game terbesar sepanjang masa!
[page_break no="3" title="Double Dragon (1994)"]
Jimmy and Billy[/caption] Penggemar Nintendo yang sudah berumur (haha) tentunya mengenal game yang satu ini. Double Dragon cukup populer di era Arcade dan Nintendo Entertainment System akhir tahun 80an. Film ini juga diangkat dari game bergenre beat 'em up. Trailer-nya sih lumayan (seperti Pixels?). Namun sayang, ketika kamu menonton filmnya, maka siap-siaplah untuk kecewa. Trailer Double Dragon: Plot film Double Dragon yang sangat acak-acakan, dialog yang kurang rapi, dan terlebih lagi kualitas akting yang sangat jelek. Berbagai hal ini tentu saja membuat siapa pun tidak akan puas dengan film ini, termasuk penggemar berat gamenya.
[page_break no="2" title="Super Mario Bros (1993)"]
Aduh, Mario...[/caption] Siapa yang tidak kenal Mario Bros? Super Mario Bros adalah salah satu platformer dan maskot konsol yang masih digemari hingga kini. Mengingat popularitas maskot Nintendo ini, maka tidak heran para petinggi Hollywood langsung membuat film yang diadaptasi dari Mario. Tapi bagaimana mungkin? Tukang ledeng dari Italia dan Mushroom Kingdom bukanlah hal yang realistis untuk difilmkan! Dan inilah wujud dari realisasi Mario versi Hollywood: Hasilnya tentu saja, FLOP!! Film yang dihasilkan tidak seperti yang yang diperkirakan (dan diharapkan) oleh gamer. Kalaupun karakter dalam film terserbut sama, namun kualitas film ini acak-acakan. Film ini juga memiliki konsep yang lebih dewasa (dan realistis), sehingga membuat anak-anak, sebagai target market Nintendo, kecewa ketika menontonnya. Super Mario versi serial TV, Super Mario Super Show ini bahkan lebih baik dari filmnya: Lalu siapa yang menduduki peringkat pertama? Buka halaman terakhir!
[page_break no="1" title="Semua Film Uwe Boll"]
Dari semua film adaptasi game paling jelek dari yang terjelek, inilah biangnya: Uwe Boll[/caption] Uwe Boll adalah sutradara dan produser berbagai film adaptasi game. Entah apa alasannya, namun dia punya passion yang sangat tinggi dalam membuat film adaptasi game. Berikut adalah beberapa film adaptasi game yang pernah dibuat oleh Uwe Boll:
  1. House of the Dead (2003)
  2. Alone in the Dark (2005)
  3. BloodRayne (2005)
  4. In the Name of the King: A Dungeon Siege Tale (2007)
  5. Postal (2007)
  6. Far Cry (2008)
Sulit sekali untuk mencari poster dan trailer film-film buruk ini. Apalagi Uwe Boll sudah menyatakan diri pensiun baru-baru ini, setelah proyek Kickstarter-nya gagal total. Ini adalah pernyataan resmi Uwe Boll: Tahukah kamu dalam sebuah interview, Uwe Boll pernah menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bermain video game! Mungkin itu sebabnya mengapa semua film adaptasi game yang dibuatnya tidak mewakili esensi dari game yang diadaptasinya. Well, seburuk-buruknya Pixels, saya percaya tidak akan lebih buruk dibandingkan film-film Uwe Boll (ataupun keempat film lain yang masuk di daftar ini). Nantikan review lengkap Pixels di Duniaku Network setelah tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Sementara itu, simak dulu featurette Pixels ini: Nah, tidak mungkin separah itu kannn!!