TUTUP

Day 1 Bekraf Game Prime 2017: Mengenang Masa Lalu Bersama RGCI

Day 1 BEKRAF Game Prime 2017 penuh dengan hal-hal yang menarik! Salah satunya adalah booth yang penuh dengan kenangan masa kecil dari game-game jaman dulu. Simak liputan khusus dari DUNIAKU.NET di artikel ini!

Dari sekian booth menarik dalam acara Bekraf Game Prime 2017, Duniaku.net menemukan booth yang beda dari yang lain. Untuk menghabiskan penasaran dan sentimen masa kecil, kontributor Duniaku.net satu ini berbincang dengan salah satu anggota Republic Games and Collectors Indonesia mengenai mesin-mesin game masa lampau yang mereka pajang.

[duniaku_baca_juga] Public Day 1 Bekraf Game Prime 2017 (29/7) adalah hari yang cukup ramai. Mulai dari murid sekolah sampai orang tua yang membawa anaknya berlalu-lalang di dalam Balai Kartini untuk mencoba keseruan dari perhelatan para game developer tanah air yang saling unjuk karya. Berbagai macam game ditampilkan sebagai bukti bahwa Indonesia mampu bergelut di industri kreatif. Tak hanya pengembang game saja, Public Day 1 Game Prime dihadiri oleh Ciayo Comics di bagian Comic Alley dengan showcase karya-karya terbaik mereka. Dan juga ada Artist Alley yang salah satunya dihadiri sang Sultan Khilaf, Ghosty’s Comic. [duniaku_adsense] Dari berbagai stand yang ada di acara tersebut, salah satu kontributor Duniaku.net menemukan stand yang memajang artifak bersejarah dalam dunia game. Mulai dari NES-nya Nintendo, konsol-konsol SEGA, bahkan sampai mesin arkade alias dingdong pun dipajang di stand ini. Dan akhirnya kontributor Duniaku.net mendapat kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang komunitas RGCI yang merupakan singkatan dari Republic of Games and Collectors Indonesia, setelah melihat dua anak kecil bermain King of Fighters ‘97 dan menghabiskan 5 nyawa dalam permainan Metal Slug. Kontributor berbincang dengan Ramadani M. sebagai narasumber dari RGCI untuk interview singkat selagi melihat-lihat konsol retro yang amat terawat.

Mau tahu hasil wawancara kontributor Duniaku.net dengan RGCI? Jawabannya ada di halaman 2!

Berikut adalah hasil wawancara kilat antara Kontributor Duniaku.net dan narasumber dari RGCI di acara Bekraf Game Prime 2017! Simak baik-baik, ya! [duniaku_baca_juga] TLM: Kontributor Duniaku.net RMD: Ramadani M. dari RGCI [duniaku_adsense] TLM: Pagi mas, terima kasih sudah diberi kesempatan untuk interview. RMD: Sama-sama, mas. Jadi mau tanya apa?   TLM: Begini mas, jadi pertama-tama saya mau tanya nih, komunitas ini awal kebentuknya kapan dan bagaimana, ya? RMD: Jadi RGCI ini kehitungnya masih baru sih, mas. Mungkin sekitar setahun yang lalu baru berdiri. Tapi aslinya orang-orang RGCI ini udah temenan lama banget, jadi RGCI ini dibentuk waktu komunitas kita ini diundang ke event. Karena belum ada nama resminya, akhirnya kita pakai nama RGCI ini. TLM: Oh, jadi awalnya ini temen main game bareng lalu berkembang jadi komunitas gitu ya, mas? RMD: Iya, kurang lebih begitu.   TLM: Kalau koleksi game retro kayak begini dari kapan mas? RMD: Kalau koleksi, saya mulai dari sekitar tahun 2009-2010. Kalau main kan udah dari kecil, tapi mesinnya ada yang udah dikasih ke saudara, dan ada yang udah rusak. Begitu udah gede, wah ada perasaan kangen nih mau main game jadul lagi. Jadinya saya mulai hunting dan koleksi. TLM: Koleksi game jadul kayak gini ada kendalanya, mas? RMD: Jelas ada, mas. Pertama, namanya barang jadul itu jelas susah nyarinya, langka. Tapi yang paling penting itu sih, mas: Barangnya masih bisa nyala apa nggak? Soalnya namanya barang-barang jadul kayak SNES dan SEGA itu udah kemakan umur, jadi gampang rusak. Belum lagi, barangnya ada yang nggak lengkap, entah karena udah rusak atau ada bagian yang hilang.   TLM: Owalah, iya juga ya. Namanya juga barang jadul ya, hehehe. Terus nih, misalnya kita mau cari game-game jadul kayak begini, itu di mana ya mas? RMD: Komunitas kita bisa bantu-bantu cari seller, mas. Di kita juga ada seller-nya, kok. Kita juga bisa bantu cari-cari barang yang limited. Misalnya game original Japanese version dan semacamnya, mas. TLM: Ngomong-ngomong koleksi nih, koleksi pribadi anak-anak RGCI lengkap semua kah? RMD: Oh, kalau soal kolpri kita saling melengkapi mas. Kayak saya, saya sendiri koleksi konsol SEGA sama Nintendo. Jadi, anak-anak RGCI itu punya koleksi masing-masing, dan tiap koleksi itu fokusnya biasa di satu lini alias satu pabrikan. Misal ada yang koleksinya Nintendo semua, ada yang SEGA semua, ada juga kok yang koleksinya mesin Neo-Geo SNK.   TLM: Kalau RGCI ini sering kumpul rutin, kah? RMD: Iya, mas. Kita kumpul rutin itu minimal sebulan sekali. Soalnya anggota kita rata-rata udah gede semua, jadi udah punya kesibukan sendiri-sendiri. Ada yang kuliah, ada yang udah kerja, malah udah ada yang punya anak. Jadi jadwalnya nggak nentu juga, mas. Tapi minimal kita nyempatin waktu sebulan sekali untuk kumpul.   TLM: Kalau kumpul, kegiatannya apa aja mas? RMD: Kalau kita kumpul itu biasa main bareng, ada acara nonton bareng, dan kadang ada acara tanding kayak turnamen gitu, mas. Jadi biasa turnamen main fighting game atau yang lainnya. Kadang kita adain hadiah juga sebagai hiburan buat yang menang.   TLM: Oooh, oke-oke. Kayaknya seru juga, tuh. Biasanya kumpul di mana, mas? RMD: Kalau kita biasa kumpul itu ada basecamp, mas, di Jakarta. Kita ada tempat punya om Fattah Hermana, salah satu sepuhnya di komunitas kita. Biasa di tempat dia kalau ada kumpul. Tapi kadang kita suka ajak main ke rumah yang lain gitu, mas.   TLM: Ngomong-ngomong, mas. Anggota RGCI ini sekitar Jakarta aja apa ada di luar Jakarta juga? RMD: Kalau di grup Facebook kita, ada banyak kok yang dari luar jakarta. Ada yang dari Lampung, Medan, bahkan ada juga yang dari Kalimantan. Cuma karena kita yang bisa kumpul rata-rata di Jakarta ya jadinya sekitaran Jakarta dulu kumpulnya, mas. TLM: Oh iya, RGCI ini cuma sekadar komunitas yang have fun sama game-game jadul aja apa ada tujuan lain yang mau dicapai, mas? RMD: Waah, kalau dari saya sih, komunitas ini kebentuk itu tujuannya selain sebagai tempat untuk nostalgia masa lalu, kita juga mau ngenalin sama gamer-gamer yang baru kalau video game yang kalian mainin itu ada sejarahnya, gitu. Kayak begini lho awalnya. RMD: Juga, tujuannya kita juga buat ngebantu orang-orang buat ngenalin video game ke anaknya. Anak-anak sekarang kan gampang kecanduan game salah satunya karena gambar dan suara yang wah gitu ya, sementara anak masih belum mampu mencerna informasi banyak-banyak. Jadi kami mau membantu dengan mengenalkan game jadul yang simpel tapi masih fun buat dimainin.   TLM: Wah, dasyat sekali, mas! Ngomong-ngomong ini pertanyaan terakhir nih, mas. Dengan terbentuknya komunitas ini, ada harapan tertentu yang ingin diraih? RMD: Kalau dari saya sih saya berharap RGCI bisa jadi wadah dan jembatan buat saling menghubungkan para gamer. RMD: Dan nggak terbatas gamer jadul aja, kok. Kita juga update soal game-game terbaru. Cuma yang menghubungkan kita itu adalah kenangan akan game-game jadul yang pernah kita mainin sewaktu kecil, gitu mas. Jadi kalau mau dibilang, selama elu main game, elu saudara kita lah. Tapi kalau nggak main game, ntar kita racunin buat main game. Hehehe.   TLM: Luar biasa… oke deh, karena pertanyaan saya udah abis jadi saya ucapkan terima kasih banyak atas waktunya mas. Saya senang sekali bisa ngobrol sama mas dan mengenal komunitas ini. RMD: Iya, sama-sama mas. Terima kasih juga.
Penasaran dengan komunitas yang satu ini? Kalian bisa cek link di bawah ini! Facebook Page Facebook Group Instagram RGCI's Website