Review Ghostbusters: Afterlife Surat Cinta Bagi Penggemar Ghostbusters

Ghostbusters: Afterlife merupakan sekuel yang dinanti-nanti

Review Ghostbusters: Afterlife Surat Cinta Bagi Penggemar Ghostbusters

Setelah sebelumnya dikecewakan oleh reboot Ghostbusters yang hadir di tahun 2016, Sony rupanya benar-benar mendengarkan masukan dari para pecinta waralaba Ghostbusters. Dari situ mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan cerita Ghostbusters original dengan cara membuat Ghostbusters: Afterlife

Sony lantas menunjuk Jason Reitman yang merupakan anak dari sutradara Ghostbusters pertama dan kedua untuk menyutradarai Ghostbusters: Afterlife. Jason Reitman akhirnya dipasangkan dengan Gil Kenan untuk menulis babak ketiga dari waralaba Ghostbusters.

Seperti apa jadinya Ghostbusters: Afterlife, kamu bisa membaca reviewnya di bawah ini.

1. 32 Tahun Setelah Insiden Ghostbusters II

Review Ghostbusters: Afterlife Surat Cinta Bagi Penggemar GhostbustersDok. Sony

Ghostbusters: Afterlife berlatar waktu 32 tahun setelah kejadian di film Ghostbusters II (1989). Pada sebuah kota kecil bernama Summerville, tinggalah keluarga Callie (Carrie Coon) yang terpaksa pindah ke kota tersebut karena mengalami kesulitan finansial.

Rupanya Callie mendapatkan warisan sebuah rumah tua dari sang ayah. Rumah tersebut meskipun reyot tapi bisa ditinggali atau minimal bisa dijual. 

Trevor (Finn Wolfhard) dan Phoebe (Mckenna Grace) yang terpaksa mengikuti sang ibu, memutuskan untuk mengisi hari-hari mereka dengan berbagai “kegiatan” yang tersedia di Summerville. Trevor akhirnya mendapatkan pekerjaan paruh waktu di restoran cepat saji, sementara Phoebe mendapatkan teman baru bernama Podcast (Logan Kim).

Rupanya kakek mereka adalah orang yang sangat misterius di Summerville. Sang kakek yang dijuluki sebagai “Dirt Farmer” ini tidak bergaul dengan orang-orang yang ada di Summerville. Bahkan beberapa warga Summerville menganggap kalau sang kakek adalah orang gila atau minimal pemimpin cult yang sangat aneh.

Semakin lama cerita berjalan, Trevor dan Phoebe berhasil mengungkapkan kalau kakek mereka adalah Egon Spengler.

Baca Juga: Sampai Natal, Ini 5 Film Netflix Bulan Desember 2021 yang Bakal Hadir!

2. Surat Cinta Bagi Penggemar Ghostbusters

Review Ghostbusters: Afterlife Surat Cinta Bagi Penggemar GhostbustersDok. Sony

Sebagai kelanjutan dari dua film pertama Ghostbusters, Afterlife jelas punya cerita yang berhubungan dengan film terdahulunya. Hasilnya, penggemar Ghostbusters jadul bakal merasakan berbagai fan service melalui referensi dan kenangan dari film aslinya. 

Yang jadi masalah adalah, dua film pertama Ghostbusters kini telah berusia lebih dari 30 tahun. Jadi tidak heran kalau banyak sekali penonton generasi muda yang tidak familier dengan Ghostbusters: Afterlife.

Untungnya  film ini tetap bisa dinikmati walaupun kamu belum pernah menonton dua film tersebut. Pasalnya Jason Reitman memasukan berbagai pondasi cerita Ghostbusters dan Ghostbusters II ke dalam cerita serta menjelaskannya secara gamblang. Sehingga kamu bakal tetap mengerti hubungan antara karakter baru dan karakter lama dari Ghostbusters: Afterlife.

Bisa-bisa kamu malah bakal tertarik untuk menonton dua Ghostbusters orisinil demi melihat langsung benang merah yang menghubungkan ketiga film tersebut.

3. Penuh Komedi

Review Ghostbusters: Afterlife Surat Cinta Bagi Penggemar GhostbustersDok. Sony

Berbeda dengan Ghostbusters yang hadir di 2016. Ghostbusters: Afterlife menghadirkan berbagai hantu yang lebih familier bagi para pecinta waralabanya. Jadi kamu tidak lagi berhadapan dengan hantu-hantu baru yang cenderung menyeramkan.

Selain itu film ini juga dipenuhi dengan berbagai komedi yang cukup eksentrik, khas Ghostbusters. Berbagai interaksi yang lucu dan bikin ngakak datang dari dua aktor cilik Afterlife, yaitu Mckenna Grace dan Logan Kim.

Kegaringan lelucon yang dilontarkan oleh Phoebe lah yang membuat Afterlife jadi semakin lucu. Apalagi, Phoebe selalu memasang wajah datar ketika mengeluarkan lelucon sainsnya yang “garing”. Sementara itu Podcast terlihat lebih energik dan ekspresif. Kehadiran duo Phoebe dan Podcast saling melengkapi satu sama lain. 

Paling satu-satunya masalah minor dari Ghostbusters: Afterlife itu hadir dari plotnya yang terbilang terburu-buru. Sepertinya Jason Reitman menganggap semua orang menonton dua film Ghostbusters sebelumnya dan mengenal Gozer the Gozerian. Hasilnya pada bagian ini kita tidak mendapatkan kedalaman cerita yang membuat kisah Ghostbusters: Afterlife bergulir dengan lancar.

4. Penebusan Dosa

Review Ghostbusters: Afterlife Surat Cinta Bagi Penggemar GhostbustersDok. Sony

Ghostbusters: Afterlife berhasil merupakan sebuah penebusan dosa untuk para penggemar yang terlanjur dibuat kecewa dengan Ghostbusters versi 2016. Semuanya terasa pas dan spesial, sehingga film ini sangat kami rekomendasikan bagi semua orang yang pernah atau belum pernah berkenalan dengan waralaba Ghostbusters.

Jangan percaya dengan berbagai review buruk yang beredar di internet, sebab Ghostbusters: Afterlife kami ganjar dengan nilai 3,9 dari 5 bintang review. Itu artinya film ini sangat lumayan dan di atas rata-rata film-film hiburan lainnya yang hadir di penghujung tahun.

Ghostbusters: Afterlife sudah diputar di bioskop-bioskop kesayangan kamu di Indonesia. Jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan check-in di Peduli Lindungi agar kamu bisa memasuki gedung bioskop kesayangan kamu

Baca Juga: 4 Anggota Eternals yang Cocok Jadi Avengers di Film Marvel

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU