TUTUP

Selain Ibu Susi, Ini 5 Pejabat Indonesia yang Pantas Muncul di Manga

Setelah Susi Pudjiastuti, mungkin lima pejabat Indonesia ini juga pantas untuk tampil di manga!

Setelah Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti muncul di manga Golgo 13, bukan gak mungkin pejabat-pejabat Indonesia lainnya menyusul dan hadir di manga. Mungkin 5 Pejabat Indonesia yang Pantas Muncul di Manga.

[duniaku_baca_juga] Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti, kembali menjadi perbincangan hangat di dunia. Namun kali ini bukan ulahnya menenggelamkan kapal ilegal yang masuk ke perairan Indonesia, atau pose santainya di atas kano, melainkan kemunculan sosok mirip Susi Pudjiastuti dalam episode terbaru manga Golgo 13. [read_more id="306278"] Orang yang pertama kali menyadari hadirnya Menteri Kelautan dan Perikanan ini di dalam manga adalah akun Twitter Taka di @IwanPalsu. Ia mengunggah beberapa foto yang menunjukan kemiripan Menteri Susi dan karakter yang ada di dalam manga Golgo 13. Mungkin akan semakin menarik jika para mangaka asal Jepang lainnya terinspirasi dengan membuat karakter-karakter pejabat Indonesia. Tapi siapa sajakah yang pantas? Mungkin berikut ini 5 pejabat Indonesia yang pantas muncul di manga. [page_break no="1" title="Jokowi"] [duniaku_adsense] Sebagai orang nomer satu di Indonesia, tentu tak ada salahnya jika suatu saat kiprah Jokowi diangkat dalam sebuah manga. Tak seperti kebanyakan presiden atau pejabat tinggi di Indonesia yang terkesan kaku, Jokowi bisa dibilang sebagai presidennya yang sederhana, membumi dan hobi mencairkan suasana dengan candaan khasnya. Karakteristik tersebut membuat Jokowi cocok untuk tampil dalam manga genre komedi. Jadi jangan kaget jika suatu saat nanti, kita bisa melihat sosok mirip Jokowi dalam manga seperti Gintama. [page_break no="2" title="Ridwan Kamil"] Wali Kota Bandung yang terkenal humoris ini juga nampaknya layak menjadi salah satu pejabat Indonesia yang pantas muncul di manga. Meski berstatus sebagai wali kota, Ridwan Kamil tergolong pejabat yang cukup aktif bermain sosial media. Menariknya lagi, ia kerap kali mengajak followernya bercanda seputar kaum jomblo di luar sana. Lalu manga jenis apa yang cocok menghadirkan tokoh Ridwan Kamil? Manga genre komedi romantis adalah pilihan yang tepat. Dengan petuah-petuah cintanya yang disalurkan lewat gaya bercanda, manga seperti itu cocok menghadirkan sosok Ridwan Kamil. [page_break no="3" title="Prabowo Subianto"] Masih ingat foto viral Prabowo Subianto ketika sedang menunggangi kuda? Mungkin bakal terlihat lebih keren lagi jika foto Prabowo sedang menunggagi kuda terbut muncul dalam manga genre perang antar pasungan kerajaan. Tentu saja Prabowo bakal hadir sebagai karakter panglima yang memimpin ribuan pasukan dari atas kuda. [page_break no="4" title="Dede Yusuf"] Pejabat Indonesia yang pantas muncul di manga selanjutnya adalah Dede Yusuf. Ketua Komisi IX (Tenaga Kerja, Kependudukan, Kesehatan) DPR RI periode 2014-2019 ini punya latar belakang yang cukup unik. Pasalnya, sebelum terjun dalam panggung politik, Dede Yusuf dikenal sebagai aktor papan atas Indonesia yang kerap kali membintangi film-film laga seperti Jalan Makin Membara dan Reinkarnasi. Kemampuan beladiri yang dimiliki Dede Yusuf, tentu menjadi alasan logis kenapa pejabat kelahiran Jakarta ini layak untuk hadir dalam manga genre aksi dan petualangan. [page_break no="5" title="Tri Rismaharini"] Tri Rismaharini punya segudang prestasi selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Mulai dari menjadi kota terbaik se-Asia Pasifik versi Citynet pada tahun 2012, masuk nominasi 10 wanita paling inspiratif 2013 versi Majalah Forbes pada tahun 2013, dan Mayor of the Month sebagai Wali Kota terbaik pada Februari 2014. Performanya dalam membangun kota Surabaya, tentu menjadi daya pikat para mangaka untuk memilihTri Rismaharini sebagai sosok yang ditampilkan dalam sebuah manga.
  [read_more id="306102"] Apakah kamu setuju jika lima pejabat Indonesia di atas juga pantas muncul di manga? Atau kamu punya usulan tokoh-tokoh nasional lain? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar! Diedit oleh Fachrul Razi