TUTUP

Daripada Melarang Bermain Game, 5 Hal Ini Juga Bisa Lho Menyelamatkan Anak-Anak & Cucu Kita

Daripada melarang bermain game, lebih baik melakukan 5 hal ini nih untuk bisa menyelamatkan anak-anak & cucu kita!

Beberapa waktu yang lalu Kemendikbud sempat merilis 15 game yang berbahaya untuk dimainkan karena mengandung konten yang berunsur negatif seperti adegan kekerasan dan berbagai macam tindakan kriminal. Dikhawatirkan hal tersebut dapat mengganggu pola pikir dan tumbuh kembang anak-anak yang memainkannya.
Sosialisasi tentang 15 game berbahaya bagi anak-anak ini juga dilakukan dengan cara pembuatan poster. Dalam poster tersebut tedapat cover 15 game yang berbahaya untuk dimainkan ditambah sebuah hashtag persuasif #Ayo Selamatkan anak & cucu kita. Penulis pun cukup tertarik dengan hashtag ajakan ini. Karena untuk menyelamatkan anak dan cucu kita enggak perlu dengan melarang mereka bermain game. Beberapa hal ini juga bisa menjadi cara untuk menyelamatkan anak & cucu kita lho:
[page_break no="1" title="Pendidikan IPTEK dan IMTAQ"]
Pada dasarnya kepribadian seseorang cukup dipengaruhi oleh pendidikan Iptek dan Imtaq yang pernah diterima. Pendidikan Iptek sendiri merupakan pendidikan yang berfokus pada ilmu-ilmu di dunia seperti berbagai macam pelajaran yang ada di sekolah. Sedangkan Imtaq mempelajari ilmu-ilmu tentang agama dan berguna untuk membedakan hal-hal yang baik atau buruk sesuai anjuran agama. Nah jadi selain melarang bermain game, memberikan pendidikan Iptek dan Imtaq yang cukup, sangat berguna bagi kepribadian si anak.
[page_break no="2" title="Pengawasan dari Kedua Orang Tua"]
Orang tua juga punya peran penting dalam perkembangan si anak. Dengan pengawasan yang cukup dari kedua orang tuanya, dapat meminimalisir si anak melakukan tindakan yang tidak pantas mereka lakukan. Nah jadi daripada melarang bermain game, ada baiknya orang tua mengawasi anak-anaknya dan memilah game apa saja yang boleh untuk dimainkan.
[page_break no="3" title="Hindari dari Pergaulan Negatif"]
Banyak anak-anak yang pada akhirnya ‘rusak’ diakibatkan oleh pergaulan atau pertemanan yang salah. Nah orang tua juga punya peran di sini dalam menyortir siapa-siapa saja yang boleh berteman dengan si anak. Meskipun kesannya over protective, namun ini bisa menjadi salah satu cara menjaga anak & cucu kita dari pergaulan yang salah.
[page_break no="4" title="Menjaga Lingkungan Hidup"]
Melestarikan lingkungan hidup juga perlo lho. Bayangin aja kalau lingkungan hidup semakin rusak, banyak pohon yang ditebang, polusi udara semakin pekat yang pada akhirnya menimbulkan banyak bencana alam. Kemungkinan anak dan cucu kita nanti tidak sempat merasakan nikmatnya pemandangan alam, udara yang segar dan berkah-berkah lingkungan lainnya. Jadi selain melarang bermain 15 game tersebut, harusnya isu lingkungan juga lebih diperhatikan untuk menyelamatkan anak & cucu kita kedepannya.
[page_break no="5" title="Memberikan Teladan Yang Baik"]
Salah satu sifat anak kecil adalah mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Makanya nih sekali lagi orang tua punya peran besar dengan cara memberikan contoh-contoh baik dan mendidik bagi si anak. Seperti sebuah pribahasa, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Jadi, dibanding melarang bermain game alangkah baiknya orang tua memberikan contoh nyata yang positif bagi anak-anaknya. Jadi selain melarang bermain games, 5 poin di atas juga bisa banget untuk menyelamatkan anak dan cucu kita, seperti apa yang tertera dalam poster Kemendikbud tersebut. Kamu punya saran lain? kasih tau kita di kolom komentar yaa!