TUTUP

Manga Dragon Ball Super 37 Perlihatkan Perbedaan Kekuatan Kale!

Aksi Kale beda dari anime nih!

Di bab-bab Dragon Ball Super sebelumnya, Toyotaro cukup mendapat reaksi negatif karena memotong plot-plot menarik di anime (pertarungan Ribrianne dan Android 18 misalnya), lalu mengeliminasi dengan cepat tokoh seperti Tien dan Krillin. Setidaknya di manga Dragon Ball Super 37 mangaka yang satu ini akhirnya memutuskan untuk membuat adegan baru yang menarik, bukan sekedar menyederhanakan keterlaluan lagi. Ini adalah tambahan yang sebenarnya menarik dan masuk akal dari Toyotaro, seperti saat dia membuat Frost menjadi sangat kuat hingga masuk akal Frieza mengakalinya dulu sebelum mengeliminasinya. Frieza benci kaum Saiyan. Namun di anime dia hanya mengincar Cabba. Kale dan Caulifla lebih sering berhadapa dengan musuh lain. Di sini, Frieza langsung mengincar Caulifla. Caulifla lalu melawan balik dengan menjadi Super Saiyan. Di sinilah Frieza lalu memberi informasi menarik: musuh Super Saiyan pertama yang dia hadapi di semestanya (Goku) masih kalah kuat dibanding Caulifla saat Super Saiyan 1. Ini tampaknya menegaskan kalau Caulifla memang memiliki bakat. Sayangnya, saat ini Goku sudah jauh melampaui Super Saiyan 1 dan Frieza juga sudah mencapai Golden Frieza. Golden Frieza pun mampu menghajar Caulifla dan juga Cabba yang datang kemudian. Ini juga perbedaan menarik dibanding versi anime. Di anime, Kale adalah gadis penakut yang minder dengan dirinya sendiri. Dia baru berguna begitu dia bisa memanfaatkan wujud Legendary Super Saiyan miliknya. Di manga, sejak Kale muncul dia sudah terasa sebagai sosok yang mungkin lebih berbahaya dari Caulifla. Dia mampu bergerak secepat kilat, bahkan tanpa perlu berubah wujud. Manga Dragon Ball Super 37 menegaskan betapa cepatnya Kale versi manga. Ia bahkan bisa menyerang Golden Frieza tanpa terlihat, hingga Frieza mencoba lebih fokus. Itu pun Frieza lalu mengomentari kalau serangan Kale lebih terasa ketimbang Super Saiyan Caulifla. Saat Kale akhirnya mencapai wujud Legendary Super Saiyan, Golden Frieza pun tak mampu menanganinya sendirian.


Sebelum melanjutkan, Duniaku.net punya informasi penting untuk kamu. Uang THR dihabiskan ke mana? Belanja mainan dan komik dong di BEKRAF Game Prime 2018! Tanggal 13-15 Juli 2018, di Balai Kartini Jakarta. Kamu bisa masuk secara GRATIS jika mengunjungi bit.ly/GamePrime18DN untuk menjadi bagian dari event industri game terbesar se-Indonesia Jangan sampai nggak datang ya! Cek pembahasan kemampuan Legendary Super Saiyan Kale versi manga Dragon Ball Super 37 di halaman kedua! Di versi anime, Golden Frieza kira-kira adalah petarung terkuat ketiga dari sisi power murni. Hanya di bawah Ultra Instinct Goku dan Super Saiyan Blue Vegeta. Yang bisa menghajar Golden Frieza ya hanya mereka yang kekuatannya memang di luar nalar, seperti Jiren dan Dewa Kehancuran Toppo. Manga Dragon Ball Super 37 menunjukkan kalau Legendary Super Saiyan Kale pun juga melampaui kekuatan Golden Frieza. Kecepatan yang sudah dimiliki Kale sejak awal kini didukung pula oleh kekuatan destruktif yang luar biasa dahsyat. Tentu saja, Legendary Super Saiyan Kale kemudian juga diperlihatkan mampu mengimbangi Super Saiyan Blue Goku. Tak hanya itu, Kale dirasakan Goku sendiri menjadi semakin kuat semakin lama dia bertarung. Namun wujud Legendary Super Saiyan yang Kale gunakan masih terlihat normal. Bab manga Dragon Ball Super 37 pun diakhiri dengan Kale mulai menggunakan kekuatan penuhnya, yang akan membuat ia memiliki fisik mirip Brolly perempuan. Dari kata-kata Vados kepada Champa, amukan Legendary Super Saiyan Kale versi maksimum ini tampaknya akan sama-sama destruktifnya dengan di versi anime.
Gimana menurut kamu perbedaan kekuatan antara Kale dan Caulifla versi anime dan manga? Menarik, bukan? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar!