Review The Last of Us Part 2: Petualangan Mencekam yang Mengaduk Emosi

Ini salah satu game dengan kualitas plot terbaik di 2020 ini

Review The Last of Us Part 2: Petualangan Mencekam yang Mengaduk Emosi

Pada tahun 2013, The Last of Us rilis di PS3.

Saat itu, game tersebut memukau lewat visual yang mantap dan penceritaan yang nilai emosionalnya tidak kalah dari serial seperti The Walking Dead.

Nah, The Last of Us 2 bakalan hadir nih di tanggal 19 Juni. Tim duniaku.com dapat kesempatan untuk review duluan. Gimana kualitasnya?  

1. Visualnya sih benar-benar luar biasa

Saat saya main The Last of Us di PS3 dulu, kualitas visualnya benar-benar memukau. Saya sudah memainkan game PS3 dengan grafis mantap saat itu, namun The Last of Us tetap terasa luar biasa. 

Sementara The Last of Us pertama seperti menyajikan kualitas maksimal grafis PS3, nah The Last of Us Part 2 ini pun menyajikan kualitas maksimal grafis PS4.

Untuk soal grafis wilayah, kamu akan disuguhi area-area yang indah seperti pemandangan alam di saat matahari bersinar terang.

Tapi kamu juga akan diperlihatkan tempat-tempat berjamur mengerikan, yang dipenuhi oleh para makhluk terinfeksi yang disajikan lebih detail juga.

Yang bikin saya paling takjub sebenarnya adalah kualitas animasi ekspresi wajahnya. Ekspresi wajah di The Last of Us Part 2 disajikan dengan sangat realistis.

Di beberapa adegan, saya bisa merasakan gejolak batin tokoh tertentu tanpa si tokoh perlu bicara apa-apa, hanya dari raut wajahnya.

Baca Juga: Inilah 20 Game PlayStation 5 yang Sudah Dikonfirmasikan

2. Kualitas penceritaannya bisa mengaduk-aduk emosi dengan mantap

Kami tidak akan menjabarkan terlalu dalam soal cerita The Last of Us Part II. Untuk menikmati penuh kekuatan game ini, saya anjurkan kamu untuk memainkannya sendiri nanti.

Yang jelas? Game yang satu ini mengambil tema balas dendam, seperti yang mungkin sudah bisa kamu rasakan dari trailer-trailer yang telah beredar.

Banyak game, komik, anime, film yang mengambil tema balas dendam.

Namun gaya penceritaan dan penokohan The Last of Us Part 2 membuat game ini jadi salah satu yang terbaik dalam menyajikan tema tersebut. Cerita yang disajikan benar-benar kuat.

Cerita ini juga didukung oleh karakterisasi yang mantap pula. Kamu bakal dibawa untuk memahami karakter-karakter utama game ini, sehingga drama yang tercipta pun jadi mantap sekali. 

Mungkin kamu akan suka dengan cerita The Last of Us Part 2. Mungkin juga tidak. Tapi saya yakin cerita game ini akan berkesan dan selalu kamu ingat. 

Game yang satu ini piawai sekali memainkan emosi pemainnya. Kamu bisa dibuat tertawa, terharu, sedih, ketakutan. 

3. Terasa sekali AI dari para makhluk terinfeksi dan musuh manusia sudah ditingkatkan

Saya juga takjub AI dari musuh-musuh di game ini terasa ditingkatkan dibanding The Last of Us pertama.

Kalau kamu tidak hati-hati, para makhluk terinfeksi akan lebih mudah untuk menemukan dan menyerbumu. 

Tapi para makhluk terinfeksi masih lebih mending dibanding para musuh manusia. Dengan jumlah yang melampauimu, kalau kamu terlalu berisik, mereka akan mengepungmu dan menyerang dengan taktik.

Saya memainkan game ini di tingkat kesulitan standar, dan beberapa bagian game tetap terasa menantang. 

Yang jadi masalah juga? Unsur survival dari game pertama juga masih dibawa di sini.

Amunisi sangat sedikit. Persenjataan jarak dekat, selain pisau Ellie, gampang sekali rusak. Persediaan untuk membuat obat dan perlengkapan pun bisa jarang ditemui.

Peningkatan AI plus perbekalan minim ini akan membuat kamu dianjurkan main stealth atau menyelinap diam-diam. Kalau tidak, kamu bakal sering menemui situasi di mana kamu kehabisan peluru, terluka, dan tak punya obat meskipun masih ada musuh yang harus kamu hadapi.

Saya sih merasa kalau dari segi gameplayThe Last of Us Part 2 (sama seperti pendahulunya) terasa tidak istimewa, terutama dalam segi pertempuran. 

Tapi kekuatan AI dari musuh-musuhmu akan tetap memberikan kamu pengalaman dan ketegangan yang horor-horor tapi asyik. 

4. Benar-benar bukan buat anak-anak

Sebelumnya, saya sudah membahas soal visual The Last of Us Part 2 yang lebih mantap dari pendahulunya.

Nah, ini membuat adegan kebrutalan di game-nya juga bisa disajikan dengan lebih detail, realistis, dan mengejutkan.

Kamu akan menemukan banyak adegan mengerikan di game ini. Terutama nasib Ellie kalau nyawanya habis. Mau ditembaki oleh manusia, kena api molotovmu sendiri, atau diserbu oleh para makhluk terinfeksi, efeknya akan diperlihatkan dengan jelas.

Namun bukan hanya adegan berdarah saja alasan saya mengatakan ini bukan game untuk anak-anak. 

Rating ESRB untuk game ini sudah menegaskan kalau The last of Us Part 2 mengandung konten seksual, kekerasan, bahasa kasar, dan penggunaan obat-obatan terlarang. 

Jadi yep, buat yang belum cukup umur, hindari dulu game ini. Buat yang sudah cukup umur, ya pastikan adik atau anaknya jangan main dulu. 

5. Kesimpulan

Saya memberikan The Last of Us Part 2 nilai 4,5/5 bintang. 

Visual mantap yang bisa menyajikan keindahan dan horor brutal, penceritaan dan karakterisasi yang memikat, audio yang bisa menyajikan efek suara dan musik dengan mantap, game ini terasa luar biasa.

Game ini tidak cocok untuk yang kurang suka dengan horor, kekerasan brutal, atau tema cerita yang berat. 

Tapi untuk kamu yang tak keberatan dengan unsur-unsur itu, atau malah penggemar seri zombi dengan cerita penuh emosi macam The Walking Dead dari Telltale, ini judul yang tak bisa dilewatkan.

Tentunya, selama kamu memang sudah cukup dewasa untuk memainkannya.

Itulah review The Last of Us Part 2 dari duniaku.com. Gimana pendapat kamu? Sampaikan di kolom komentar! 

Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Inilah Wujud Konsol PlayStation 5! 

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU